Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 56. Pulang


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 56


Keesokan malamnya Miron membuat simbol sihir dengan arahan Marcin. Sebab, urutan mantra untuk membuat simbol itu tidak boleh salah. Selain itu, Rico juga membagikan sebagian mana miliknya kepada Guru Marvel, Kiril, dan Aksel. Sementara itu, orang yang paling dahulu mendapat mana darinya adalah Miron, sebelum memulai membuat simbol sihir.


"Rico berdirilah di tengah-tengah simbol itu!" titah Marcin dan pemuda itu pun menuruti perintahnya.


"Lalu, kalian ambil posisi yang tadi sudah diperintahkan oleh aku," lanjut Marcin dan kedelapan titik itu sudah di isi oleh mereka semua, secara berselang-seling antara penyihir dan hewan suci.


Rico menatap satu persatu orang yang ada di sana dan mengucapkan banyak terima kasih. Kelly menangis tergugu karena akan berpisah dengan salah satu teman baiknya. Sebagai ucapan perpisahan wanita itu memberikan batu sihir yang merupakan batu permata berwarna merah. Aksel pun memberikan senjata kesayangan miliknya. Kiril juga memberikan senjata yang sering dia gunakan selama ini. Sementara itu, Miron malah memberikan buku sihir yang dianggapnya berbahaya jika berada di dunianya.


"Buku ini mungkin akan dianggap sampah jika berada di dunia kamu. Tetapi, akan berbahaya jika disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab di dunia ini," ucap Miron.


"Aku akan menjaga semua benda-benda ini," kata Rico dengan penuh haru.


Rico pun mulai membaca mantra dan dibantu oleh yang lainnya dengan mengalirkan mana milik mereka, sehingga seluruh lingkaran simbol sihir raksasa itu bercahaya. Semua orang takjub melihat itu.

__ADS_1


Bulan di atas langit pun berubah menjadi merah darah dan cahayanya memantul ke arah Rico. Tubuh pemuda itu pun diselimuti cahaya yang menyilaukan mata orang-orang yang ada di sana. Dalam sekejap Rico pun menghilang bersama simbol sihirnya. Marcin, Kouga, dan Enma juga ikut menghilang seiring tuannya tidak ada lagi di dunia itu.


***


Rico merasakan tubuhnya ringan sekali seperti kapas yang tertipu angin. Dia melihat banyak sekali titik putih dan terasa ada kekuatan yang menarik dirinya.


"Mau ke mana kamu?"


Pemuda itu mendengar suara yang mengejutkan dirinya, saat dia akan berjalan ke suatu titi.


"Siapa? Siapa, kamu?" tanya Rico.


Lagi-lagi suara itu terdengar. Rico merasa tidak asing dengan suara itu. Akan tetapi, dia tidak bisa mengingat pemilik suara itu


"Aku harus pilih jalan yang mana agar bisa pulang ke duniaku?"


Tiba-tiba saja ada satu titik yang lebih terang cahayanya. Maka Rico pun berjalan ke arah itu. Kini tubuh pemuda itu diselimuti cahaya dan ada kekuatan yang menarik dirinya


***

__ADS_1


Rico terbangun dan melihat ke sekelilingnya. Dia kini berada di ruang perpustakaan bawah tanah milik kakeknya. Dilihatnya kedua tangan dia memeluk buku sihir yang dia lihat ada di dunia Eleanor itu.


"Aku kembali? Akhirnya aku berhasil kembali!" teriak Rico.


Pemuda itu pun berlari ke luar dan mendatangi ruang kerja kakeknya.


Terlihat laki-laki tua itu sedang duduk sambil tertidur. Di tangannya ada batu permata merah dan buku yang bersampul kulit. Rico pun membangunkan kakeknya dan begitu Regan membuka matanya, pemuda itu langsung memeluknya. Tadi, dia merasa mendengar suara kakeknya saat dia berada di persimpangan dunianya dengan dunia Eleanor.


"Ada apa Rico?" tanya Regan sambil mengusap kepala cucunya.


"Aku rindu Kakek," jawab Rico.


"Kamu ini ada-ada saja, bukannya satu jam yang lalu kita bincang-bincang bersama," ucap Regan dengan tawa khasnya.


'Apa? Jadi, aku pergi ke dunia Eleanor itu cuma satu jam!' (Rico)


Rico tersenyum lebar merasa bahagia karena bisa pulang ke dunianya lagi.


TAMAT

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca karya aku ini. Meski banyak sekali kekurangan dalam novel ini, setidaknya kita bisa mengambil suatu nilai kebaikan. Kadang kita merasa kesal pada kedua orang tua atau keluarga kita, tetapi jika kita jauh dari mereka dalam waktu yang lama, akan muncul rasa rindu kepada mereka. Kita harus menyayangi makhluk ciptaan Tuhan, mau itu sesama manusia maupun hewan. Jangan semena-mena memperlakukan hewan, meski itu salah satu hewan yang dianggap menjijikan. Selama mereka tidak mengganggu kita atau mengancam nyawa kita, kita tidak boleh berbuat jahat dengan menyakitinya.


__ADS_2