
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 44
Keadaan ruang pertemuan Raja Didio bersama jajaran menteri kerajaan Eleanor, sedang mengadakan pertemuan mendadak. Mereka baru saja menerima pesan kalau kota pelabuhan sudah diambil alih oleh para kelompok pemberontak.
Kekalahan Laksamana Dora dan Admiral Demitri juga sudah tersebar luas di seluruh negeri Eleanor. Tempat berkumpulnya para pengembara dan pedagang, membuat berita ini cepat menyebar ke seluruh negeri.
"Tangkap orang yang sudah berhasil mengalahkan Dora dan Demitri! Sebar poster buronan untuk mereka," perintah Perdana Menteri Vidar kepada menteri keamanan dan militer.
Suasana ruangan yang mewah dengan ornamen berwarna putih yang menghiasi setiap furnitur dan hiasan di sana, mendadak terlihat menghimpit dari pandangan mereka. Tempat yang dibuat senyaman mungkin untuk ditempati kini terasa menyesakan. Membuat orang-orang ingin segera pergi dari ruangan itu.
"Tuan Perdana Menteri, gambar lukisan wajah orang-orang yang terlibat dalam kekacauan di kota Pelabuhan sudah jadi," ucap salah seorang prajurit sambil membawa beberapa lembar kertas.
"Perbayak dan sebarkan di seluruh negeri!" perintah Raja Didio.
"Baik, Yang Mulia!" balas prajurit tadi.
__ADS_1
***
Sementara itu, Rico dan teman-temannya berjalan memasuki sebuah kota Metropolis. Kota yang bagunan di sana terlihat megah. Mungkin di dunia Rico kota itu akan disebut kota metropolitan. Para penduduknya juga banyak yang bekerja di pabrik. Mereka pergi bekerja dari pukul 08:00 pagi sampai pukul 17:00 sore.
Hal aneh di kota ini adalah hewan suci yang ada di kota itu hanya ada beberapa jenis saja. Kebanyakan hewan suci akan digunakan untuk tenaga pengangkut barang, atau penggerak sumber energi. Tidak ada hewan suci yang menjadi hewan peliharaan.
"Hei, apa kalian tidak kasihan dengan hewan-hewan suci di sini?" tanya Rico dengan hati yang sedang terluka.
"Kenapa?" tanya Miron, baginya orang-orang kota ini sudah sangatlah aneh.
"Hanya ada hewan suci berwujud hewan ternak," jawab Kiril.
"Kita baru sadar itu. Seperti di sini juga sudah terjadi eksploitasi terhadap hewan suci," kata Kelly.
Mereka memasuki sebuah penginapan yang merangkap dengan restoran. Tempat itu di datangi oleh banyak orang. Kebetulan sedang waktu makan siang.
"Katanya para buronan itu sedang menuju ke arah ibu kota," ucap seorang laki-laki berbadan gempal kepada teman-teman satu mejanya.
Rico dan Kiril yang duduk di meja sebelah mereka mendengarkan baik-baik, karena penasaran dengan kabar berita terbaru yang sedang jadi bahan pembicaraan warga kota itu. Keduanya makan dengan pelan dan tidak menimbulkan suara. Ternyata bukan hanya mereka berdua saja yang mendengarkan pembicaraan itu. Miron, Kelly, dan Aksel juga sedang mendengarkan.
__ADS_1
"Pihak kerajaan akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang bisa menangkap orang-orang itu. Baik hidup atau mati," balas rekan di samping kiri laki-laki tadi.
"Tapi, yang aku dengar di kota sebelah, mereka adalah pahlawan yang sedang ditunggu-tunggu untuk membebaskan negeri ini dari kekuasaan Raja Didio," timpal orang yang duduk di sebelah kanan laki-laki tadi.
"Berita penting! Berita penting! Poster wajah para buronan itu sudah disebarkan oleh para prajurit kerajaan," teriak laki-laki yang baru saja datang ke tempat itu.
"Apa?"
"Aku ingin lihat wajah mereka seperti apa?"
"Poster sudah dipasang di alun-alun kota!"
"Aku ingin melihatnya," ujar orang yang membicarakan para buronan barusan.
Rico juga sangat penasaran dengan wajah orang-orang yang juga melakukan pemberontakan dan menjadikan mereka buronan. Selain dia, keempat temannya juga ingin melihat siapa para buronan yang di maksud.
***
Bagaimana reaksi mereka saat tahu gambar poster itu salah satunya adalah diri mereka sendiri? Apa yang akan dilakukan oleh warga kota metropolis saat melihat Rico dan kawan-kawannya? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Yuk, merapat yang suka cerita Action Romantis.