Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 28. Kota Pelabuhan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 28


Riko dan teman-temannya pergi ke kota Pelabuhan Gagak dengan menaiki Garuda agar bisa cepat sampai ke sana. Aktivitas di pelabuhan sejak pagi hari sudah sangat ramai, padahal matahari baru saja terbit. Perbedaan pelabuhan di dunia Rico dengan pelabuhan di dunia Eleanor ini, terlihat sangat jelas sekali. Jika pelabuhan di dunia asli Rico itu kegiatan membongkar muat barang kebutuhan sehari-hari masyarakat, apalagi dengan para nelayan melakukan jual beli ikan tangkapan mereka di laut. Namun, di pelabuhan ini yang terjadi adalah jual beli hewan suci. Terlihat banyak sekali kotak peti yang tersusun rapi secara berkelompok milik masing-masing. Para calon pembeli itu melihat-lihat dan bertanya kepada pemiliknya tentang hewan suci yang sedang mereka jual. 


Rico dan kawan-kawannya bersembunyi di atas sebuah bangunan kantor pelabuhan milik kerajaan. Teriakan orang yang jualan hewan suci itu saling bersahutan. Terdengar juga percakapan tawar-menawar antara penjual dan pembeli.


"Apa mereka setiap hari melakukan kegiatan seperti ini, ya?" tanya Kelly kepada Rico dengan berbisik.


"Aku rasa begitu, karena biasanya yang namanya pelabuhan tidak pernah sepi," jawab pemuda itu.

__ADS_1


"Aku mau lihat ada beberapa orang yang mencurigakan di balik bayangan gedung yang ada di urutan ketiga dari bangunan ini," ucap Kiril sambil memicingkan matanya dan meletakkan telapak tangan di atas alis untuk mengehalau cahaya agar penglihatannya semakin jelas.


Miron pun melakukan hal yang sama. Penyihir baik hati ini tahu kalau orang-orang itu adalah para pemberontak yang ingin membebaskan diri dari penguasa kejam saat ini.


"Apa salah satu dari mereka itu adalah temannya Peri?" Miron menduga-duga.


"Ya, aku rasa juga begitu saat melihat aura dari tubuh mereka," jawab Kiril.


"Tidak terasa adanya hawa napsu untuk menyakiti hewan suci dalam diri mereka. Aku yang melihatnya dari jarak jauh seperti ini pun dapat merasakan kesedihan dan kemarahan dari dalam pancaran mata mereka saat melihat orang-orang itu," lanjut Miron.


"Apa kalian bisa mengajari kami agar bisa melihat aura yang dipancarkan dari tubuh orang lain?" tanya Rico.


"Kalau kamu mau, aku akan mengajari itu," jawab Kiril dan tentu saja itu membuat Rico senang begitu juga dengan Kelly.

__ADS_1


Keempat anak muda itu masih memperhatikan gerak-gerik kegiatan jual beli di pelabuhan dan terkadang melihat ke arah pergerakan orang-orang yang sedang bersembunyi di balik gedung. Mereka ingin tahu apa yang sedang direncanakan oleh kelompok itu.


"Perhatikan gerak-gerik kelompok itu!" titah Rico kepada teman-temannya dan seketika itu mereka pun mengalihkan pandangan ke arah orang-orang yang sepertinya sedang bersiap untuk melakukan penyerangan.


"Apakah mereka akan melakukan penyerangan terhadap para marinir yang menjaga pelabuhan ini dan pelaku jual beli hewan suci itu?" tanya Kelly.


"Sepertinya begitu, kita lihat saja." Rico menarik Kouga ke dalam dekapannya. Entah kenapa dia takut kalau sampai hewan suci miliknya itu hilang atau pergi darinya.


Setelah berapa lama ternyata belum juga ada pergerakan, baru sekitar 5 menit kemudian, orang-orang yang bersembunyi tadi melancarkan sihir dan mengarahkannya kepada para marinir yang menjaga di pelabuhan. Seketika itu pun orang-orang berteriak dan kekacauan pun terjadi di sana. Kumpulan asap hasil dari adu kekuatan sihir, langsung memenuhi area Pelabuhan Gagak itu.


"Serangan musuh! Ada pemberontak datang!" teriak beberapa orang di sana.


***

__ADS_1


Kekacauan seperti apa yang terjadi di kota pelabuhan itu? Apakah Riko dan teman-temannya juga akan terseret dalam pertempuran kali ini di sana? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2