
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 45
"Kami mendengar kalau ada kelompok pemberontak di sini!" teriak salah seorang prajurit.
Orang-orang yang ada di restoran mendadak hening. Mereka semua berharap kalau orang yang dimaksud oleh para prajurit itu tidak ada di sini.
"Buka semua penutup kepala kalian!" perintah laki-laki yang balik besar badannya.
Semua orang yang memakai penutup kepala langsung membukanya. Para prajurit memegang poster dan memeriksa satu persatu. Mereka sangat teliti bahkan yang mirip pun akan digelandang ke luar untuk diinterogasi.
"Tenanglah. Kalian jangan terlihat tegang atau kaku. Itu malah akan mencurigakan di mata mereka," bisik Miron.
Rico sebenarnya agak was-was takut tiba-tiba wajah dia berubah karena tidak bisa mengendalikan mana miliknya. Untungnya Kelly, memberikan semangat karena mereka berdua adalah termasuk orang-orang yang sedang berjuang demi negeri Eleanor ini.
"Tunjukan wajahmu!" titah prajurit yang berdiri di samping meja mereka.
Kelima orang itu langsung mengangkat kepala dan memperlihatkan kepada beberapa orang prajurit yang sedang berkumpul mengelilingi meja mereka.
Merasa sudah puas memeriksa wajah Rico dan teman-temannya, mereka pun beranjak pergi kecuali laki-laki yang berbadan besar. Dia menarik tangan Kelly dan membuat semua temannya terkejut.
__ADS_1
"Tuan Giovani, Ada apa?" Seorang prajurit tadi kembali lagi dan melirik ke arah Kelly.
"Tunggu! Atas dasar apa kamu menarik istriku?" ucap Aksel yang sedang menyamar.
"Oh, jadi dia istrimu! Cantik juga, tapi dia sudah melakukan pelanggaran hukum di sini jadi harus menerima sangsi," ujar Giovani.
"Pelanggan hukum yang mana?" tanya Aksel yang kini berdiri menantang laki-laki berbadan besar.
"Dia menggunakan simbol sihir di kalung yang dipakai olehnya," jawab Giovani sambil tersenyum miring merendahkan Aksel.
'Sejak kapan simbol sihir menjadi suatu pelanggaran hukum?' (Aksel)
"Maaf, Tuan. Sepertinya Anda salah mengenali gambar ini dengan simbol sihir. Coba cek kembali ini adalah lukisan wajah suaminya," pungkas Miron sambil menggenggam liontin milik Kelly dan mengubahnya menggunkan kekuatan sihir.
Air mata Kelly langsung meluncur ketika melihat Giovani memperlakukan benda kesayangan seperti sampah. Aksel dengan cepat mengambil dan membersihkannya. Lalu, dia memakaikan kembali kalung itu di leher kekasihnya.
"Kamu, harus bisa mengontrol diri. Jangan sampai perubahan wajah gagal. Tahanlah, aku akan membalas perlakuan dia tadi." Aksel memeluk Kelly dan menyembunyikan wajahnya di dada.
"Ajak dia ke kamar. Wajah aslinya sudah mulai terlihat," bisik Kiril.
***
Setelah kejadian tadi pagi membuat Aksel benar-benar ingin menghancurkan penguasa di kota Metropolis ini. Dia tidak terima perlakuan semena-mena dari para prajurit dan pimpinan mereka.
__ADS_1
Hal pertama yang dilakukan oleh Aksel adalah melepaskan para hewan suci yang terkekang oleh kalung sihir batu permata. Aksel, Miron, dan Rico menyusup ke sebuah bangunan yang menyekap hewan-hewan suci yang sering mereka pekerjakan.
Hewan-hewan suci yang sudah dilepaskan dari kalung sihir batu permata, satu persatu keluar dari kandang, lalu Kelly dan Kiril akan mengawal mereka untuk ke luar kota dengan menggunakan hewan suci Hilda milik Miron. Hilda bisa membawa mereka ke hutan suci di mana para hewan suci bisa hidup dengan bebas.
"Apa semua hewan sudah dibebaskan?" tanya Kelly.
"Untuk di sini sudah. Masih ada sekitar sembilan belas tempat lagi yang belum dibereskan," jawab Aksel.
"Kalau begini caranya akan memakan banyak waktu. Bagaimana jika kita bagi dua tim?" ucap Kiril memberikan sebuah ide.
Akhirnya, mereka membagi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari Rico dan Miron. Lalu, kelompok kedua terdiri dari Aksel, Kelly, dan Kiril. Mereka bekerja sama dan melakuakan semua itu dengan cepat. Semua di buru oleh waktu karena hari semakin mendekati pagi.
"Masih ada lima tempat lagi. Aku sudah tidak sanggup lagi," lirih Kelly dengan mata yang sayu.
"Kamu kembali ke penginapan dan istirahat. Aku dan Kiril yang akan membereskan sisanya," kata Aksel. Padahal dia sendiri juga sudah merasakan kelelahan yang teramat sangat. Namun, jika mereka tidak bisa membebaskan semua hewan suci hari ini, takutnya hewan suci yang tersisa akan mengalami penyiksaan dari para penguasa tak berhati.
***
Apakah semua bisa berjalan sesuai harapan mereka? Siapakah penguasa Kota Metropolis sesungguhnya? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Yuk, merapat yang suka cerita Action Romantis.
__ADS_1