
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 37
"Lakukan serangan balik! Kouga berubah ke wujud aslinya, balas perbuatan mereka," titah Rico sambil membentuk simbol sihir di kedua tangannya. Satu simbol melepaskan mantra pengikat pada wujud Kouga dan satu lagi memunculkan hewan suci kera yang bernama Enma.
"Tuan, ada apa memanggilku?" tanya Enma yang kini berjongkok di depan Rico.
"Mengamuklah kamu di sini Enma. Mereka adalah para prajurit kerajaan Eleanor yang suka berbuat semena-mena kepada hewan suci," jawab Rico sambil menunjuk ke arah para prajurit yang sedang berkelahi dengan Kiril dan yang lainnya.
"Baik, Tuan!"
Rico mengeluarkan Enma dan Kouga, sedangkan hewan suci yang dia bawa dari hutan Sora dia kembalikan saat Hilda tadi membawa makhluk tidak berdaya itu. Untuk dua hewan suci ini Rico memerlukan nama yang besar karena kekuatan mereka sangat kuat.
Kalau orang biasa tidak akan sanggup mengeluarkan hewan suci legendaris seperti itu dua sekaligus, kecuali kalau level sihir dan memiliki kekuatan mana yang besar. Posisi Rico sendiri berada di urutan ke dua. Dia punya banyak mana, tetapi level sihir masih level 7 dari 10.
__ADS_1
Laksamana Dora yang melihat ada beberapa hewan suci legendaris di sana, membuat dirinya ingin memilikinya. Para hewan suci legendaris itu melawan prajurit dan hewan suci miliknya secara bersamaan. Wujud-wujud mereka yang besar membuat ruangan-ruangan di markas angkatan laut dengan mudahnya hancur. Mereka juga tidak menyia-nyiakan kesempatan membalas kejahatan mereka terhadap sesama hewan suci.
Melihat situasi yang membuat pihaknya terdesak. Laksamana Dora pun mengeluarkan hewan suci andalannya. Seekor ular raksasa bermahkota muncul di sana. Hewan itu pun langsung menyerang Kouga, karena Garuda, Kyu, dan Ratu lebah berada di udara.
Melihat tubuh Kouga dibelit oleh ular itu, Enma pun menebaskan pedangnya pada perut ular itu sampai terpotong menjadi dua. Namun, hal aneh terjadi setelahnya. Ular itu dengan cepat bisa melakukan regenerasi pemulihan tubuhnya. Bahkan kini menjadi dua ekor ular tadi.
"Oh, jadi kamu bisa ilmu sihir menggandakan tubuh, ya?" Miron pun mengeluarkan hewan suci kupu-kupu bersayap cantik.
Kupu-kupu itu pun mengeluarkan benang putih dan membalut ular itu dan menjadikannya kepompong. Sementara ular yang satunya lagi sedang bertarung dengan Kouga.
"Jangan sampai membelah tubuhnya. Cukup kasih serangan biasa saja, tapi terus menerus tanpa jeda," kata Rico yang sejak tadi memperhatikan ular itu bertarung.
Enma sendiri lebih memilih menyerang Laksamana Dora dengan pedangnya. Laki-laki itu mempunyai kekuatan yang besar dan ilmu sihir level 8. Rico pun ikut membantu menyerang Laksamana Dora dengan pedang api miliknya.
Laksamana Dora, tidak menyangka kalau Rico punya kekuatan yang besar untuk menghancurkan dirinya. Dia beberapa kali terkena sabetan api milik Rico dan itu membuatnya mengalami luka parah.
"Hancurkan mahkota di kepala ular itu!" teriak Miron yang kini tahu kelemahan hewan suci legendaris itu.
__ADS_1
Kouga dan Kyu pun menghancurkan batu permata yang ada di mahkota ular itu. Bukan hanya tidak bisa membelah diri atau beregenerasi, untuk mengangkat tubuhnya, mereka pun sudah tidak sanggup. Aksel pun membelah hewan suci itu dan membuatnya berubah menjadi abu.
Garuda, Kyu, Ratu lebah, dan King seekor beruang besar milik Aksel, mereka tidak segan-segan menyerang para prajurit sampai tidak bersisa. Kini hewan-hewan suci itu tidak memiliki tuan dan menjadi bebas.
Kini tinggal Laksamana Dora yang ada di sana. Dalam kedipan mata, King Brilie langsung menancapkan tangannya yang berkuku tajam pada jantung Laksamana Dora.
"Dasar para pecundang! Beraninya kalian mengeroyokku," ucap Laksamana Dora setelah muntah darah.
"Itu berlaku untuk dirimu," balas Aksel, lalu mengucapkan mantra dan membuat Laksamana Dora berubah menjadi abu.
Pertempuran yang memakan waktu 19 menit itu pun akhirnya dimenangkan oleh Rico dan kawan-kawannya. Mereka senang bisa mengalahkan kelompok penguasa yang selalu berbuat semena-mena dan bisa membebaskan banyak hewan suci.
***
Apakah pertempuran di Kota Pelabuhan sudah selesai? Siapa Admiral yang ditakuti oleh orang-orang di pelabuhan dahulu? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
__ADS_1