Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 49. Putra Mahkota


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 49


Giovani yang jantungnya tertusuk pedang api milik Rico mengerang kesakitan. Saat mantra sihir diucapkan laki-laki itu semakin berteriak keras. Hewan suci miliknya juga sudah dikalahkan oleh Kouga.


"Rico ucapkan mantra pemusnah!" titah Miron dari kejauhan.


Rico pun membacakan mantra dan Giovani berubah menjadi abu. Berakhir sudah hidup penguasa diktator yang semena-mena terhadap hewan suci.


Kelly, Aksel, dan Kiril berhasil mengalahkan musuh-musuh mereka di waktu yang hampir bersamaan dengan Rico. Terlihat tubuh mereka penuh dengan luka dan darah, ketiga terkapar kelelahan di antara puing-puing.


Para penduduk kota Metropolis mendatangi mereka dan bersorak-sorai gembira karena penguasa yang dikenal kejam kepada hewan suci, kini telah tiada.


"Kita sudah terbebas dari bayang-bayang ketakutan pimpinan Giovani!" teriak salah seorang warga dengan ekspresi gembira.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di sana pun bersuka cita sambil membereskan puing-puing bangunan yang rusak. Sebagian menolong Aksel dan yang lainnya.


"Kouga … Enma beristirahatlah kalian. Terima kasih sudah berjuang sekuat tenaga," ucap Rico.


Kouga yang biasanya selalu ingin berkeliaran bebas, kini mau beristirahat.


***


Rico dan yang lainnya beristirahat untuk melakukan pemulihan selama 11 hari. Setelah itu mereka pergi menuju ke ibu kota kerajaan Eleanor. Kepergian mereka di antar oleh penduduk kota dengan perasaan berat, tetapi mereka juga menginginkan negeri ini terbebas dari kekuasaan Raja Didio. Para penduduk memberikan kendaraan berupa kereta kuda untuk perjalanan Rico dan teman-temannya.


Perlu waktu 5 hari untuk perjalanan menuju ibu kota dengan menggunakan kereta kuda. Begitu mereka masuk ke pintu gerbang ibu kota, wajah mereka sudah diubah agar tidak ada orang yang mengenali.


"Ikuti aku!" ajak Aksel.


"Kita mau ke mana?" tanya Kelly yang berjalan mengikuti kekasihnya.


"Ke markas Dragon," bisik Aksel.

__ADS_1


Mereka berlima berjalan memasuki sebuah toko buku tua. Terlihat ada seorang kakek tua sedang duduk di ujung ruangan itu. Melihat kedatangan Aksel laki-laki tua itu berteriak gembira.


"Putra mahkota, akhirnya kamu datang!" serunya sambil berdiri.


Rico dan teman-temannya merasa heran dengan orang tua itu, yang tiba-tiba saja memanggil dengan "Putra Mahkota" kepada Aksel. Apalagi saat ada laki-laki yang masuk ke sana dan memanggil Aksel dengan sebutan yang sama.


"Apa? Jadi, Aksel adalah Putra Mahkota negeri ini," ucap Kiril tidak percaya.


Rico juga merasa hal yang sama. Dia tahu kalau Aksel adalah orang yang hebat dan punya kekuatan yang besar. Namun, statusnya yang sebagai putra mahkota sebelum kerajaan ini jatuh ke tangan Didik, membuat semuanya sangsi.


"Maaf, aku menyembunyikan status aku ini dari kalian. Bagaimanapun juga aku harus mencari orang-orang yang kuat untuk melawan Raja Didio," jelas Aksel dengan tatapan sendu.


"Tidak apa-apa. Kami mengerti keadaan kamu saat ini," ucap Kelly yang sebenarnya sangat kecewa karena kekasihnya menyembunyikan sesuatu yang sangat penting.


"Aku sungguh tidak berpikir kalau tidak mempercayai kalian. Tetapi, jika identitas asli aku ketahuan oleh orang lain, maka kalian yang bersama dengan aku pasti akan ikut diburu oleh para prajurit," tambah Aksel.


"Bukannya suatu ikatan akan terjalin dengan kuat, karena adanya rasa saling percaya?" sindir Rico dan dibenarkan oleh Kiril.

__ADS_1


***


Apakah mereka akan bisa mengalahkan Raja Didio? Apa Rico dan teman-temannya akan memaafkan Aksel? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2