
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 51
Kiril melawan Jendral Fang, mereka bertarung di ruang pertemuan. Ruangan yang biasanya terlihat rapi, mewah, dan indah, kini dalam sekejap berubah menjadi berantakan dan hancur di sana sini akibat pertarungan keduanya bersama hewan suci milik masing-masing. Kiril dan Kyu, hewan suci yang berwujud rubah sedangkan Jendral Fang dengan hewan suci berwujud pegasus. Pertarungan mereka berlangsung dengan sengit dan banyak menghancurkan bagian istana. Bahkan sang jendral terlempar ke luar istana saking kuatnya Kiril saat ini.
"Tidak sia-sia aku digembleng habis-habisan oleh Miron sampai rasanya aku mau mati. Kekuatan aku naik drastis, bahkan level sihir aku sudah sembilan," ujar Kiril tersenyum dengan penuh kebanggaan.
Jendral Fang mengakui kehebatan Kiril yang merupakan seorang murid terbaik dalam sejarah akademi sihir sepanjang didirikan dari pertama kali.
"Selain kamu hebat dalam ilmu sihir, kamu juga orangnya licik," ucap Jendral Fang dengan senyum kecut.
"Aku pelajari itu semua dari kalian. Makanya aku juga melakukan hal yang sama," balas Kiril.
Mantra sihir mereka ucapkan dan pertarungan terjadi kembali di antara keduanya. Kali ini arena bertarung di halaman istana dan tentu saja membuat semua penghuni istana utama bangun dan melakukan serangan balik.
Para prajurit ikut menyerang Kiril, tetapi hewan suci milik pemuda itu dengan mudah melawan mereka. Hewan suci milik Kiril hanya ada 3 ekor tetapi level tinggi, sehingga bisa bergerak sesuai insting dan keinginannya.
__ADS_1
Kiril dan Jendral Fang beradu pedang, meski secara kemampuan jendral itu lebih kuat, tetapi Kiril yang punya akal cerdik sering menggunakan kesempatan saat ada celah sekecil apa pun. Tubuh pemuda itu terlempar setelah terkena tendangan. Kiril kesal ada mengambil segenggam tanah lalu dilemparkan ke arah Jendral Fang dan terkena matanya.
"Akkkkk!" Laki-laki itu mengerang kesakitan, sambil menutup matanya yang perih.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Kiril pun menghunuskan pedang disertai baca mantra. Benda tajam itu berhasil menusuk jantungnya dan mengubah sang Jendral menjadi abu.
Kiril yang kelelahan pun jatuh terduduk lemas. Dia kehabisan kekuatannya, belum lagi kekuatan mananya terkuras oleh tiga hewan suci miliknya.
"Hei, kalian cepat selesaikan semuanya! Aku sudah tidak sanggup lagi," ucap Kiril kepada partner perjuangan selama ini.
Melihat tuan mereka yang sudah lemas, ketiga hewan suci itu menggunakan sihir andalan mereka untuk menyerang sisa-sisa prajurit yang sudah terluka. Dalam sekejap mereka semua tumbang dan hewan suci milik mereka menghilang, karena tuannya mati. Setelah itu, hewan suci milik Kiril pun menghilang agar tuannya tidak terus mengeluarkan mana miliknya yang tinggal sedikit untuk mempertahankan keberadaan mereka.
***
"Aku tidak menyangka kalau keturunan raja sebelumnya masih hidup," ucap Perdana Menteri Vidar sambil menatap sinis ke arah Aksel.
"Aku sekuat tenaga berjuang agar bisa hidup dan membalaskan kematian ibuku," balas pemuda tampan itu dengan tegas.
Keduanya langsung melancarkan serangan tanpa banyak bicara lagi. Mantra sihir terus terucap dari mulut mereka. Ledakan-ledakan yang dihasilkan oleh sihir itu membuat ruangan di istana Barat hancur.
__ADS_1
Pedang mereka saling beradu dengan kuat. Aksel tahu kalau Vidar bukan orang sembarangan. Meski secara kekuatan di jauh dari Raja Didio, tetapi dia mampu mengendalikan raja itu.
Aksel dan Vidar saling beradu mantra sihir, karena laki-laki paruh baya itu lebih suka bertarung dengan cara seperti ini. Hewan suci milik mereka juga saling bertarung di luar istana. Keduanya terlepas ke luar sana setelah menghancurkan dinding kokoh bangunan itu.
Aksel sengaja memancing Vidar agar menggunakan pedang. Sebab, saat itu fokus sang perdana menteri teralihkan antara membaca mantra dan mengayunkan pedang. Dia dapat diserang saat itu.
Kelly juga dengan gesit bertarung bersama ketiga hewan suci miliknya melawan para prajurit yang berada di istana Barat. Meski dia seorang wanita, tetapi dia menguasai sihir dan ilmu pedang dengan baik, sehingga mampu melawan musuh-musuhnya.
"Jangan harap kalian akan mudah lolos begitu saja," ujar Kelly sambil membentuk simbol sihir dan melemparkan ke arah para prajurit, saat simbol itu berada di atas kepala mereka, keluar halilintar dan menyambar ke lawan-lawannya. Para prajurit itu mengerang kesakitan dan tidak siap mendapat serangan dadakan lainnya.
"Turtle! Garuda! Serang mereka dengan kekuatan penuh." Kelly memberikan perintah kepada hewan suci miliknya dan mereka pun langsung menyerang kembali.
Serangan mereka kali ini bisa mengalahkan semua pasukan itu dan membuat hewan suci milik mereka banyak yang hilang, karena tuannya tidak bisa mempertahankan mana mereka.
"Aku akan menghabisi mereka saat ini juga dan akan membebaskan rakyat di negeri Eleanor ini dari penderitaan Raja Didio yang dzalim," ucap Kelly dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.
Perempuan itu langsung saja menyerang dan mengalahkan semua lawannya. Dia sudah bertekad kuat sampai titik darah penghabisan akan melawan penguasa yang dzalim.
***
__ADS_1
Apakah Aksel bisa mengalahkan Perdana Mentri Vadir? Bagaimana kelanjutan Miron Vs Raja Didio? Tunggu kelanjutannya, ya!