Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 36. Menyusup ke Markas Angkatan Laut


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 36


Rico mencari informasi tentang keberadaan tempat penyekapan hewan suci lainnya. Dia tidak bisa merasakan nama atau aura milik Kouga.


"Biar aku coba mencari keberadaan Kouga," kata Miron. 


Miron pun membentuk sebuah simbol sihir di sebelah tangan kanan. Tidak lama kemudian terlihat seperti ada gambar sebuah video bagi Rico. Gambar itu menunjukkan sebuah bangunan megah. Lalu, lebih jelas lagi di sebuah ruangan yang terdapat banyak kerangkeng besi berjajar rapi yang terisi hewan suci di setiap kotak besi itu. Gambar itu berputar menelusuri semua yang ada di ruangan itu. Terlihat ada satu kotak besi yang diletakan di dekat sebuah meja besar. Ternyata isi kerangkeng besi itu adalah Kouga.


"Ketemu!" seru semua orang.


"Tapi, itu dimana?" tanya Rico pada Aksel.


"Itu markas angkatan laut kerajaan Eleanor," jawab laki-laki berparas tampan dan gagah.

__ADS_1


Mereka pun langsung pergi saat itu juga. Mereka tidak mau menunggu sampai matahari terbit. Hal itu malah beresiko bagi mereka. Ada 2 jam lagi menuju pagi hari dan aktivitas orang-orang para pegawai sekitar 3 jam lagi. Sementara itu, aktivitas para prajurit marinir di mulai jam 08:00 pagi.


Miron yang kekuatannya sudah pulih pun kini bisa memanggil hewan suci kesayangannya. Phoenix Putih seperti cahaya. Hewan suci ini bisa melakukan teleportasi dan memindahkan mereka semua ke salah satu ruangan yang ada di markas angkatan laut.


Rico langsung berlari ke arah kerangkeng besi yang berisikan Kouga hewan suci itu pun menangis saat melihat ada tuannya datang untuk menjemput.


"Kouga, kamu baik-baik saja?" tanya Rico sambil mencoba membuka kunci gembok.


"Rico, aku senang bisa melihat kamu kembali," ucap Kouga yang kini berada dalam pelukan tuannya.


"Sini, aku hancurkan dulu batu permata mana ini," ucap Miron.


Kelly, Kiril, dan Aksel juga membuka semua kunci gembok dan membebaskan semua hewan suci yang ada di sana. Keberadaan mereka yang mempunyai mana kuat, tentu saja memancing orang-orang yang ada di markas angkatan laut dan para prajurit di pelabuhan juga bisa merasakan adanya kekuatan besar di sana.


Tiba-tiba saja pintu terbuka dan banyak prajurit masuk ke sana. Mereka sangat terkejut saat melihat kalung rantai besi yang biasanya mengikat leher para hewan suci itu, kini berserakan di lantai.


"Bukannya hanya orang yang kuat saja yang bisa bisa melepaskan kalung itu," ucap salah satu prajurit marinir yang datang itu.

__ADS_1


Mereka langsung menyerang Rico dan kawan-kawannya. 


"Hilda, bawa mereka ke hutan Sora!" perintah Miron sambil mengeluarkan seekor hewan suci berwujud burung merak. Hewan suci andalan Miron.


"Waw," semua orang menatap takjub pada hewan suci yang langka itu. Ekor indah milik burung itu pun menunduk agar para hewan suci itu mudah untuk menaiki tubuhnya.


Hewan suci itu pun melakukan perpindahan tempat ke hutan Sora.


Terlihat ada Laksamana Dora dengan beberapa prajurit marinir berdiri di depan pintu. Tidak lupa dengan hewan suci mereka. 


"Serang mereka semua!" perintah Laksamana Dora dan semua hewan suci milik mereka menyerang Rico dan teman-temannya.


***


Bagaimana kisah pertarungan mereka di markas angkatan laut?" Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.

__ADS_1



__ADS_2