
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 22
"Rico, awas!" teriak ketiga temannya bersamaan.
Rico melihat ada bola api yang mengarah kepada dirinya. Dia tahu tidak akan sempat untuk menghindar. Maka, satu-satunya cara adalah dengan menggunakan sihir pelindung. Meski tidak tahu seberapa kuat serangan musuh itu, setidaknya dia berusaha dulu.
"Ehno!" Di kedua tangan Rico terbentuk simbol sihir dan bisa menahan serangan yang di lancarkan gurita itu. Untungnya dia punya banyak mana, jadi meski terus-terusan menggunakan kekuatan sihir, dia tidak kehabisan mana.
Kiril, Miron, dan Kelly sempat mengalihkan perhatian dari bertarung melawan musuh dan berusaha untuk menolong Rico. Namun, itu justru dimanfaatkan oleh lawan mereka untuk menyerang.
"Aaaa-kh!" teriak ketiganya karena terkena serangan musuh. Mereka pun dengan cepat memberikan serangan balasan dengan kekuatan sihir masing-masing.
Para hewan suci sedang sibuk melawan sesama hewan suci lainnya yang kuat dan sangat banyak.
__ADS_1
"Kalian pikir bisa menang melawan pasukan prajurit Gugus Timur! Kami para prajurit terkuat di negeri Eleanor pasti akan membinasakan pemberontak seperti kalian!" Panglima Chow benar-benar mengerahkan semua kekuatan yang dia miliki, begitu juga dengan para prajurit lainnya.
Rico yang tidak bisa mengabaikan keselamatan teman-temannya membutuhkan kekuatan Marcin. Maka, dia pun memanggil hewan suci sang naga legendaris.
"Ketika jiwa suci terbangun oleh kekuatan dewa. Maka, sudah selayaknya dia menjadi penjaganya."
Marcin pun muncul di langit dengan mengepakkan kedua sayapnya yang besar dan lebar, seakan memenuhi angkasa. Kemunculan hewan itu membuat para prajurit Eleanor gempar. Ini pertama kalinya mereka melihat seekor naga berukuran sangat besar.
"Makhluk apa itu?"
"Aku kira hanya Raja Didio yang memiliki hewan suci yang hanya ada dalam legenda. Tapi, kini aku menyaksikannya sendiri ada naga raksasa di atas sana," ucap Panglima Chow.
Hewan suci yang ada di sana pun ketakutan saat merasakan aura dan mana milik Marcin. Bahkan hewan-hewan itu kini saling terdiam sambil melihat ke arah langit, di mana Marcin berada.
"Ada apa Rico? Jangan bilang kalau kamu terdesak dan menyuruh aku untuk mengalahkan mereka semua?" Marcin melihat ke arah tuannya.
"Iya. Aku minta bantuan kamu untuk mengalahkan mereka," balas Rico dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
Marcin sebenarnya sedang kesal pada Rico, karena pemuda itu memanggil dirinya yang sedang bersemedi di kawah gunung. Dia harus segera memulihkan kekuatannya karena lawan-lawan dia nantinya pasti kuat. Hewan suci itu bisa merasakan aura para makhluk suci langka yang legendaris seperti dirinya, yang sudah melewati masa kehidupan lebih 3000 tahun.
"Kau harus membayar marah atas pemanggilan aku kali ini," ucap Marcin.
"Sejak kapan makhluk suci minta bayaran kepada tuannya?" tanya Rico dengan berteriak.
"Sejak saat ini, karena kamu sudah mengganggu aku yang sedang melakukan semedi," jawab Marcin.
"Nanti aku kasih buah-buahan segar," balas Rico asal, karena dia tidak tahu apa yang harus dia kasih kepada naga itu.
Mendengar hal itu Marcin pun senang. Dia akan menagih janji itu nanti kepada Rico. Lalu, dia pun kini memusatkan perhatiannya kepada para hewan suci yang ada di sana.
"Bersiap-siaplah kalian semua! Aku tidak akan pandang bulu dalam memberikan serangan," kata Marcin.
***
Kenapa Marcin begitu yakin bisa mengalahkan hewan suci yang jumlahnya banyak dan kuat itu? Seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh sang naga saat ini? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1