
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 32
Laksamana Dora mengeluarkan mantra sihir pengendali air. Dia membuat badai besar dari air laut yang ada di tepi pelabuhan. Semua perahu dan kapal besar bergerak terangkat dan terombang-ambing saat air itu hendak di tumpahkan di pesisir pelabuhan.
Rico dan teman-temannya terkejut melihat air laut yang naik tinggi seperti gelombang tsunami. Mereka bingung cara menghentikannya. Miron bisa saja menghentikan itu jika kekuatannya tidak disegel.
"Rico alirkan mana milikmu kepadaku! Kalian berkumpul dan berlindung di belakang aku!" perintah Miron kepada teman-temannya.
Miron ingin memanfaatkan kekuatan mana milik Rico yang besar itu untuk melindungi mereka semua. Namun, saat dia selesai membuat dinding bola pelindung untuk mereka, ternyata gelombang tsunami itu sudah berubah menjadi kristal es raksasa.
Rico, Miron, Kelly, dan Kiril terkejut melihat itu. Lalu, perhatian mereka teralihkan kepada orang yang sedang mengangkat kedua tangannya tidak jauh dari mereka.
Pemuda itu juga mengalihkan perhatiannya kepada Rico dan teman-temannya. Namun, tidak lama kemudian laki-laki yang tadi dipanggil Aksel oleh orang-orang itu, mengembalikan air itu ke laut.
__ADS_1
"Hebat juga kamu," ucap Laksamana Dora.
Kali ini laki-laki berbadan besar itu dengan cepat membuat simbol sihir dan mengeluarkan hewan suci berupa ular besar dan paus yang berukuran raksasa. Kedua hewan itu menyerang kelompok pemberontak lewat darat dan laut. Serangan yang secara bertubi-tubi itu membuat kelompok Aksel dan kelompok Rico kewalahan. Belum lagi adanya hewan suci yang banyak milik pasukan marinir. Semakin terdesak saja kedua kelompok itu.
"Mundur! Mundur! Selamatkan diri kalian!" teriak salah seorang dari kelompok pemberontak.
Rico dan teman-temannya yang tidak tahu apa-apa hanya menatap orang-orang dari kelompok pemberontak itu berlarian menjauh dari dermaga. Mereka belum memahami kenapa meski harus kabur dari sana.
"Hei, kalian! Ikut dengan aku." Aksel menarik tangan Rico dan Kelly berlari ke arah lorong di antara bangunan yang ada di sana.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Rico.
Mendengar itu Rico dan yang lainnya menjadi penasaran dengan kekuatan orang itu. Laksamana Dora saja sudah sekuat itu, apalagi orang yang dipanggil Admiral.
Aksel membawa mereka ke suatu tempat di tempat yang agak kumuh. Lalu, mereka pun masuk ke salah satu kedai.
"Bagaimana? Berhasil atau gagal?" tanya salah seorang wanita paruh baya yang berpenampilan seksi itu kepada Aksel.
__ADS_1
"Bisa dibilang berhasil dan bisa dibilang juga gagal, Angel," balas Aksel sambil mengambil air di dalam gelas.
"Maksudnya?" tanya Angel.
"Kita berhasil mengacaukan transaksi jual beli di pelabuhan. Tetapi, ada juga hewan suci yang masih mereka tahan kembali," jawab laki-laki berparas tampan itu kembali.
"Ya, dan salah satu hewan suci milik aku juga ikut mereka tangkap," ucap Rico dengan nada kesal dan marah.
Dia kesal karena tidak bisa melindungi hewan suci miliknya. Dia juga marah karena melihat Kouga tersiksa dan dia tidak bisa menolongnya.
"Apa? Kalau begitu kita bebaskan dia," balas Aksel.
"Apa kamu tahu di mana hewan-hewan suci itu di kurung?" tanya Rico.
"Ya, aku tahu. Kita bisa menyusup ke sana nanti malam," jawab Aksel.
***
__ADS_1
Apakah mereka akan bisa menyelamatkan Kouga? Siapakah Admiral yang mereka takuti itu? Tunggu kelanjutannya, ya!