Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 55. Buku Sihir


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 55


Rico dan teman-temannya mencari buku sihir kuno yang menurut Marvel ada di perpustakaan kerajaan. Mereka mencari di semua rak buku yang bertingkat-tingkat. Dari rak paling bawah sampai paling atas. Dari pojok sisi kiri sampai pojok sisi kanan. Kelima anak muda itu mencari dengan seksama jangan sampai ada yang terlewatkan.


Hari sudah menjelang sore tanpa mereka sadari. Bahkan waktu makan siang pun mereka lewatkan, karena terlalu fokus mencari sebuah buku.


"Aku menemukannya!" teriak Rico dengan senang sambil mengacungkan buku yang berjudul ilmu sihir Eleanor.


Rico memperhatikan buku yang ada di tangannya. Dia tahu kalau buku itu adalah buku yang sama di perpustakaan milik kakeknya dulu. Kalau dulu dia membaca tulisan itu bisa masuk ke dunia ini, maka dia pun kembali mencobanya, tetapi tidak terjadi apa pun. Dia masih tetap saja berada di perpustakaan kerajaan.


"Apa? Benarkah itu?" pekik Miron dan Aksel yang berada agak jauh posisinya langsung berlari ke arah Rico.


Dilihatnya buku itu dan di dalamnya terdapat banyak simbol-simbol sihir yang bentuknya unik dan baru pertama kali mereka lihat. Ada salah satu simbol sihir yang sangat rumit dan tidak bisa mereka bayangkan di mana awal mereka harus membuat simbol itu.


Rico, Kiril, dan Miron mempelajari simbol mantra sihir. Meski Miron dan Kiril tahu banyak tentang ilmu sihir, tetapi semua yang di tulis dan di gambar di buku itu, benar-benar sesuatu yang baru mereka lihat. Simbol sihir dan nama-namanya juga sangat asing bagi mereka.


"Apa aku panggil Marcin saja, ya?" Rico yang tidak mengerti dengan perkataan kedua temannya itu membuat kepalanya sakit.


Mereka bertiga masih berada di istana terbengkalai. Sementara itu, Aksel dan Kelly sedang mempersiapkan diri untuk pernikahan mereka. Sudah tiga hari mereka mempelajari simbol-simbol sihir dan mempraktekkan sesuai apa yang dipahami, tetapi selalu gagal. Paling Miron yang agak mendingan, karena bisa membentuk simbol hanya saja tidak bisa bertahan lama, hanya 1-3 detik simbol itu tercipta.


" Coba kamu panggil dia, siapa tahu simbol-simbol ini tidak asing baginya," balas Miron.

__ADS_1


Rico mengucapkan mantra untuk memanggil hewan suci itu. Dalam sekejap makhluk besar berwujud naga bersayap muncul di atas istana terbengkalai. Pemuda itu dan kedua temannya keluar bangunan sambil membawa buku sihir.


"Marcin, aku mau tanya tentang simbol sihir ini!" Rico menunjukan gambar mantra sihir pada naga itu.


"Aku tidak bisa melihatnya, terlalu kecil," ucap Marcin dengan kesal dan ketiga pemuda itu tertawa.


"Miron, tolong perlihatkan gambar simbol itu dengan diperbesar agar Marcin bisa melihatnya!" pinta Rico.


Maka Miron pun mengcopy gambar simbol itu dan memperbesarnya agar bisa terlihat oleh Marcin dan benar saja naga itu kini bisa melihatnya. Mata Marcin pun terbelalak.


"Untuk apa kamu ingin membuat simbol itu?" tanya Marcin kepada tuannya.


"Tentu saja aku ingin kembali ke dunia asliku," jawab Rico.


"Apa kamu siap dengan segala resiko yang akan kamu terima dari efek simbol sihir itu?" tanya Marcin.


"Resiko apa yang akan terjadi kepada aku?" balas pemuda itu.


"Jika tidak pas dalam membuat ukuran simbol dan urutannya tidak benar, bisa saja kamu akan terlempar ke dunia lain. Atau bisa juga kamu pulang tidak di waktu zaman kamu," jawab Marcin.


Ketiga pemuda di sana sangat terkejut mendengar penuturan hewan suci ini. Tentu saja Rico tidak mau hal itu terjadi. Dia ingin kembali ke keluarganya dan bertemu mereka. Orang tua, kakek, kekasih, dan teman-temannya. 


"Kita harus benar-benar mempelajari dulu simbol sihir ini," ucap Miron sambil terus memerhatikan gambar di buku itu.


***

__ADS_1


Hari ini adalah hari pernikahan Aksel dan Kelly. Upacara dilangsungkan dengan meriah dan mengundang seluruh rakyat negeri Eleanor. Banyak dari mereka datang untuk mengucapkan selamat dan mendoakan kebahagiaan kedua mempelai. Pesta itu diadakan selama 3 hari 3 malam, seharusnya diadakan 7 hari 7 malam sebagaimana biasanya keluarga kerajaan melangsungkan pesta pernikahan mereka. Namun, Aksel dan Kelly lebih suka pesta sederhana dan uang itu digunakan untuk membangun kembali istana yang sudah hancur.


Setelah pesta pernikahan raja Eleanor, Rico dan yang lainnya kembali mempelajari kembali simbol sihir itu. Kali ini Guru Marvel pun ikut membantu.


"Kita bisa menggabungkan kekuatan mana milik kita saat mempertahankan simbol sihir ini," kata Guru Marvel dan itu membuat orang-orang yang ada di sana mengangguk.


"Kebetulan besok akan terjadi bulan purnama merah. Itu di mana kekuatan para penyihir meningkat. Begitu juga dengan kekuatan para hewan suci," lanjut Miron dan membuat yang lainnya senang.


"Baiklah, besok kita akan berkumpul di halaman istana putra mahkota. Dari sana tidak akan ada yang menghalangi sinar bulan purnama dan tempatnya juga sepi dari aktivitas orang-orang," ujar Aksel.


"Kita membutuhkan empat orang penyihir dan empat hewan suci yang memiliki kekuatan mana yang besar," pungkas Guru Marvel dan ini membuat orang-orang mengalihkan penglihatan mereka ke arah Rico.


"Aku akan menggunakan ketiga hewan suci milik aku untuk membantu kalian," kata Rico.


"Baiklah, satu lagi hewan suci milik aku saja," lanjut Guru Marvel.


Mereka pun sudah membuat rencana itu dengan matang. Tinggal menunggu hari esok untuk melakukan pemulangan Rico ke dunianya.


***


Apakah rencana mereka akan berjalan lancar atau gagal? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Atau kalian bisa dengar melalui audio 😍. Yuk, meluncur ke novelnya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


__ADS_1


__ADS_2