Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 35. Identitas Asli Miron


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 35


Rico dan teman-temannya langsung membawa Miron ke markas milik Aksel. Di sana dia diobati oleh salah seorang dukun sakti atau orang-orang mengenalnya sebagai Shaman. Gelar untuk orang yang menguasai sihir ilmu putih tingkat tinggi.


Miron diletakan ditengah-tengah lingkaran simbol sihir yang dikelilingi oleh beberapa titik api biru. Shaman itu kemudian membacakan mantra untuk memutuskan sihir ilmu hitam. Hampir 15 menit Miron diselimuti oleh cahaya putih yang muncul dari simbol yang terukir di lantai itu. 


Wajah Miron yang tadi pucat pasi seperti mayat, kini berangsur menjadi lebih baik. Namun, justru hal sebaliknya yang terjadi pada Shaman itu. Kini orang itu terkulai lemas tidak sadarkan diri. Saat Rico akan membawa tubuh Miron untuk dipindahkan ke kamarnya, laki-laki itu pun tiba-tiba saja bangun dan berjalan ke arah Shaman yang sudah menolongnya.


"Terima kasih sudah menolong aku," ucap Miron sambil meletakan telunjuknya di kening laki-laki yang kini berada dalam sandaran Aksel.

__ADS_1


Tiba-tiba saja muncul cahaya putih di ujung jari Miron. Keajaiban kembali terjadi, Shaman itu pun kini tersadar dan duduk sambil menatap Miron.


"Tidak menyangka aku bisa bertemu dengan penyihir suci," ucap Shaman.


"Wah, kamu tahu identitas asli aku, ya?" balas Miron.


Kelly, Kiril, dan Aksel terkejut saat mendengar percakapan mereka berdua. Mereka tidak menyangka kalau Miron yang selalu bersama dengan mereka itu adalah seorang penyihir suci. Orang yang keberadaannya selama ini selalu misteris dan tidak bisa dilacak di mana pun.


"Tapi, kenapa Anda yang hebat begini bisa terkena sihir ilmu hitam. Seharusnya dengan kekuatan Anda itu, ilmu hitam tadi tidak ada apa-apanya?" tanya Shaman.


Rico yang tidak mengerti apa itu Shaman atau apa itu penyihir suci, hanya diam saja. Bahkan dia sendiri tidak menyadarinya kalau dirinya adalah orang dalam ramalan yang sedang dinantikan oleh penduduk negeri Eleanor.


"Miron, aku tidak menyangka kalau kamu adalah Tuan Penyihir yang sering banyak di cari oleh orang-orang," kata Kelly dengan tatapan masih tidak percaya.

__ADS_1


"Maafkan aku sudah menyembunyikan fakta ini. Karena aku sendiri juga dalam keadaan tidak bisa apa-apa. Tapi, Shaman tadi tidak sengaja membuka simbol mengikat kekuatan aku yang disegel oleh guru," balas Miron.


"Waw, kalau begitu akan berguru kepada kamu saja, Sang Penyihir Suci. Tidak rugi juga aku kabur dari akademi sihir kerajaan. Justru sekarang aku bertemu orang hebat yang bisa aku jadikan guru," kata Kiril senang.


"Apa? Jadi kamu adalah orang yang bersekolah di akademi penyihir kerajaan," tanya Kelly dan Aksel terkejut untuk kesekian kalinya.


"Jadi, di dunia ini ada sekolah sihir juga, ya?" tanya Rico yang baru tahu. Dia selama ini mengira kalau sekolah sihir itu tidak ada, karena selama ini dia belum pernah melihat ada gedung sekolah.


***


Bagaimana kisah kelanjutan Rico dan teman-temannya untuk menjatuhkan kekuasaan Raja Didio? Apakah akan berhasil dengan mudah karena berkumpulnya orang-orang hebat di kelompok mereka? Tunggu kelanjutannya ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.

__ADS_1



__ADS_2