
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 33
Rico dan teman-temannya didampingi Aksel mendatangi sebuah gudang garam yang berada tidak jauh dari pelabuhan sebelah barat. Tempat biasanya hewan suci yang akan dilelang itu disimpan. Jaraknya sekitar 3 km dari pelabuhan tempat bongkar pasang barang yang menjadi tempat pertempuran tadi siang
Malam ini kebetulan sedang bulan purnama dan membuat air laut menjadi pasang. Suara deburan ombak yang menghantam karang mengiringi langkah kaki mereka yang berlari secara mengendap-endap.
Kelima orang itu menggunakan pakaian serba hitam untuk menyamarkan keberadaan diri dari pandangan musuh. Terlihat ada beberapa prajurit marinir yang sedang berjaga-jaga di kawasan pelabuhan sebelah barat.
Ternyata gudang garam itu sangat luas dan banyak ruangnya. Bagunan itu terdiri dari ruang gudang yang berjajar memanjangkan saling berhadapan. Satu ruangan gudang itu berukuran sangat besar sekitar 10 x 20 meter.
"Apa benar Kouga di sekap di tempat seperti ini?" tanya Rico karena dia tidak bisa merasakan energi mana keberadaan hewan sucinya itu.
"Biasanya mereka akan menyimpan para hewan suci di sini. Agar keesokan hari mudah bagi mereka untuk mengeluarkan saat terjadi jual beli kembali di pelabuhan," jawab Aksel.
__ADS_1
"Aku tidak bisa merasakan mana keberadaan para hewan suci itu di sekitar sini," kata Kelly.
"Itu karena di sini ada beberapa batu permata penetral mana, agar keberadaan para hewan suci itu tidak diketahui oleh orang lain," lanjut laki-laki berwajah sangat tampan itu dan membuat Kelly sering melirik diam-diam ke arahnya.
"Batu permata itu seperti apa bentuknya?" tanya Rico, karena dia baru tahu ada batu yang bisa menetralkan mana.
"Sebenarnya jika dibandingkan penetral mana batu itu lebih tepatnya adalah menyembunyikan mana, karena mana setiap makhluk hidup tidak akan bisa dihilangkan, kecuali jika dia mati baru mana-nya akan menghilang," jelas Kiril.
"Batu permata itu terpasang di setiap pintu," ucap Aksel sambil menunjuk ke arah pintu yang terpasang patung kepala singa yang di kedua matanya terdapat batu permata berwarna merah.
"Kalau begitu bagaimana caranya kita tahu di mana keberadaan para hewan suci itu jika bangunannya seluas ini dengan ruangan yang sangat banyak?" tanya Rico.
Aksel pun mengajak mereka ke ruangan yang berada di tengah-tengah bangunan gudang itu. Terlihat ada cahaya samar-samar di celah bawah pintunya. Lalu, pemuda itu pun menempelkan telinganya ke daun pintu.
"Di ruangan ini terdapat banyak hewan suci di darat," bisik Aksel.
Mendengar hal itu Rico merasa senang, karena ada kemungkinan kalau Kouga berada di ruangan ini. Dia pun ikut menempelkan telinganya ke daun pintu, lalu memanggil nama kau gak beberapa kali dengan cara berbisik.
__ADS_1
"Kouga apa kamu ada di dalam?" tanya Rico.
"Ada penjaga datang!"
Kiril menarik Rico untuk bersembunyi dan Aksel menarik Kelly juga melakukan hal yang sama, sedangkan Miron melompat ke langit-langit. Untungnya ada banyak kotak Boks tempat penyimpanan garam di depan gudang itu.
"Kita harus begadang untuk menjaga para hewan suci ini," gerutu seorang laki-laki berseragam marinir.
"Aku lebih memilih melakukan penggeledahan ke semua rumah warga dan penginapan-penginapan untuk mencari pemberontak," timpal seorang lainnya.
"Iya. Dengan begitu kita bisa mengasah kemampuan bertarung dengan hewan suci milik kita," ujar laki-laki berbadan yang lebih tinggi.
"Tunggu, aku merasakan adanya hawa keberadaan orang lain di sekitar sini," ucap seorang lagi sambil memusatkan kekuatannya untuk merasakan.
***
Akankah Rico dan teman-temannya ketahuan oleh mereka? Apa Rico bisa mendapatkan Kouga kembali? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1