
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 39
"Cari orang-orang yang sudah berbuat kerusakan di markas angkatan laut!" teriak seorang laki-laki berbadan seperti raksasa.
"Siap Admiral Demitri!" balas para prajurit marinir berteriak dengan kencang.
Para hewan suci milik mereka pun mencari orang-orang yang sudah melakukan kekacauan di tempat Laksamana Dora tadi dini hari. Hewan suci tipe pelacak di sebar untuk mencari keberadaan orang-orang yang datang ke markas dan masih tertinggal baunya di sana.
Orang-orang kota pelabuhan dibuat panik oleh serbuan hewan suci dan para prajurit. Mereka tidak berdaya menghadapi penguasa di sana. Kota Pelabuhan itu merupakan pintu gerbang perekonomian di kerajaan Eleanor. Maka, banyak para pedagang, pembisnis, dan pencari warga yang menjadi pekerja tinggal di sana.
"Di sini tidak ada siapa-siapa. Hanya kami yang tinggal di sini!" teriak warga yang protes.
"Jangan melawan. Biarkan kami bekerja mencari para pemberontak itu!" teriak salah seorang prajurit sambil mendorong tubuh laki-laki tua.
Banyak perlakuan yang semena-mena dari para prajurit kepada warga yang melakukan protes atau melawan. Keadaan kota menjadi kacau karena para hewan suci kesulitan menemukan bau orang-orang yang datang ke markas angkatan laut. Sebab, orang-orang itu sekeliling kota untuk menyamarkan bau mereka.
***
Rico dan teman-temannya baru selesai makan. Mereka bangun hampir siang hari. Tentu saja mereka tidak tahu keadaan di luar kedai.
Miron beberapa kali melirik ke arah Kelly dan Aksel. Dia melihat kedua orang itu saling menatap dan melempar senyum.
'Apa mereka sedang memberikan kode rahasia?' (Miron)
'Aku akan minta diajarkan sihir pada Miron, hari ini.' (Kiril)
'Aku harus meningkatkan lagi level ilmu sihir aku. Untungnya ada Miron dan Kiril yang akan bisa membantu. Aku harus kuat agar bisa melindungi teman-temanku.' (Rico)
__ADS_1
'Apa ini? Jangan-jangan Aksel sudah mengutarakan isi hatinya sama anak gadis itu?' (Angel)
"Angel! Angel!" Seseorang berteriak memanggil pemilik kedai.
"Ada apa?" tanya Angel sambil membuka pintu kayu.
"Gawat. Keadaan pusat kota kini kacau. Para prajurit menggeledah semua tempat. Mereka mencari pemberontak yang sudah menghancurkan markas angkatan laut," jawab laki-laki yang berpenampilan lusuh dengan napas yang memburu.
"Apa?" Bola mata Angel membulat.
Rico dan teman-temannya yang mendengar pembicaraan mereka langsung bersiaga. Mereka tidak akan melibatkan warga biasa dalam pertarungan ini.
"Kita datangi mereka di pelabuhan. Tempat itu lumayan luas untuk arena bertarung," kata Rico.
"Ya, kamu benar. Kita berangkat sekarang," lanjut Aksel kepada beberapa temannya.
Mereka semua pun langsung pergi ke bagian pelabuhan. Mereka datang menjadi dua kelompok. Kelompok yang dipimpin oleh Aksel. Lalu, satu lagi kelompok yang dipimpin oleh Rico. Mereka datang dari dua arah yang berbeda.
Kelompok Aksel yang pertama kali melakukan serangan kepada pihak marinir. Setelah para prajurit lainnya berdatangan, baru kelompok Rico datang memberikan serangan mendadak.
"Kelly, suruh Turtle untuk menyemburkan air agar debu ini hilang!" pinta Rico sambil menutup hidung dan matanya sebelah
"Miron bantu aku turunkan hujan!" Kali ini Kelly yang bicara.
Rico menepuk jidatnya, "Kenapa aku tidak kepikiran itu tadi."
"Baiklah." Miron pun merapalkan mantra dan muncul simbol sihir di langit. Hujan deras pun langsung turun dan kepulan asap debu langsung hilang.
"Serang!" teriak Aksel kepada teman-teman kelompok pemberontak.
Mereka langsung menyerang prajurit marinir. Mantra sihir kembali saling beradu lebih sengit dan merusak hampir semua bangunan yang ada di sana.
__ADS_1
Rico meminta teman-temannya untuk melakukan serangan di sisi dermaga. Dia tahu kalau kekuatan mereka sangat besar dan punya daya hancur yang kuat. Pemuda itu tidak mau jika sampai ada temannya yang melukai kelompok Aksel meski tidak sengaja.
"Mau lari ke mana pun kalian pasti akan kami kejar!" teriak salah seorang prajurit yang mengejar Rico dengan menggunakan hewan suci miliknya yang berwujud seekor burung nuri.
"Kalau begitu, ajak seluruh teman-teman kamu untuk mengejar kami!" teriak Rico yang duduk di atas tubuh Kouga, bersama Kiril, Miron, dan Kelly.
Para prajurit pun semakin banyak yang mengejar Rico. Mereka tidak berhenti melakukan serangan kepada Kouga.
"Sekarang giliran kami yang akan melakukan serangan balik," ucap Rico.
Pemuda itu dan teman-temannya mengeluarkan hewan suci milik mereka. Rico mengeluarkan Enma, Miron mengeluarkan Hilda, Kiril memanggil Kyu, dan Kelly dengan Garuda.
"Kalian tidak akan bisa kabur dariku." Seorang laki-laki berbadan raksasa berdiri di dermaga.
"Admiral Dimitri!" seru para prajurit marinir senang.
"Apa? Jadi, dia adalah Admiral yang paling ditakuti itu," ucap Rico tidak menyangka.
***
Bagaimana pertarungan Rico dan teman-temannya melawan Admiral Dimitri? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
Ayu gadis belia yang suka rebahan dan menonton anime sambil ngemil. Kurangnya gerak membuat tubuh Ayu menjadi gendut. Karena tubuhnya yang besar dia dijuluki "Baby Hui". Saat menghadiri pesta ulang tahun Aries–orang yang disukainya, Ayu dipermalukan di sana, sehingga berjanji akan membalas dendam kepada semua orang yang suka membully dan menghinanya.
Dengan bantuan dan dukungan dari Aprilio, hanya dalam waktu dua Minggu berat badan Ayu turun dari 80kg menjadi 45kg. Penampilan Ayu pun berubah menjadi cantik, langsing dan singset. Membuatnya menjadi incaran para kaum Adam.
Leo salah satu Pangeran Kampus menjadi panik karena kini banyak laki-laki yang suka kepada Ayu. Maka dia pun berbagai cara untuk mendapatkan cinta Ayu.
Setelah berhasil membalas kepada orang yang sudah membully dan menghinanya dahulu, kini Ayu memutuskan untuk mencari cinta sejatinya. Dia dilema harus memilih antara Aries si cinta pertamanya, Leo si Pengagum Rahasia, atau Aprilio yang selalu bersamanya sejak kecil di saat suka maupun duka.
__ADS_1
Pilihan Ayu ternyata membuatnya harus banyak melakukan perjuangan dan pengorbanan. Siapakah yang dipilih oleh Ayu?