
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 44
Orang-orang sudah banyak yang berkumpul di alun-alun kota. Mereka membaca dan melihat poster berukuran besar yang menampilkan beberapa orang yang dianggap sebagai penjahat oleh pihak kerajaan. Di sana juga tertulis keterangan tentang ciri-ciri fisik dan hewan suci yang dimiliki oleh sang penjahat.
"Wah, rupanya ada seorang wanita tangguh yang berani melawan pihak kerajaan," ucap salah seorang yang berdiri di depan papan pengumuman.
Celotehan para penduduk kota yang kagum akan keberanian orang-orang yang ada di poster itu langsung terdiam saat ada seorang komandan berdiri di sana.
"Kepada seluruh warga kota Metropolis, siapapun di antara kalian jika melihat orang-orang ini, wajib melaporkan. Jika, kalian sengaja menyembunyikan atau pura-pura tidak tahu, maka hukuman gantung menanti kalian. Paham!" teriak laki-laki berseragam parajurit.
Warga kota yang berkumpul pun terlihat sangat kesal dan menatap penuh kebencian pada laki-laki yang berdiri di depan.
Rico dan teman-temannya berhasil menyelinap ke bagian depan barisan. Betapa terkejutnya mereka saat melihat wajahnya terpampang jelas di poster yang berukuran besar. Langsung saja mereka menutupi muka dengan menggunakan hoodie atau kain penutup sebagian wajah. Lalu, mereka pun diam-diam pergi dari kerumunan itu.
Mereka berjalan cepat ke arah sebuah gang yang tidak ada orang. Mereka sementara waktu harus bersembunyi dulu demi keselamatan semuanya.
"Bagaimana ini?" tanya Rico kepada yang lainnya. Dia yakin pasti wajah asing akan sangat mudah dikenali oleh kebanyakan orang.
"Kita gunakan sihir mengubah wajah," ucap Kiril memberikan sebuah ide.
"Ya, itu satu-satunya agar kita bisa keluar dari kota ini," lanjut Miron sambil menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Aku tidak bisa sihir itu," ucap Rico jujur.
"Akan aku ajari mantranya. Kamu pasti cepat bisa," balas Miron. Dia selama ini menjadi guru dan rekan Rico dalam mempelajari dan mendalami ilmu sihir di negeri Eleanor.
Aksel berbisik kepada Kelly, takut kalau kekasihnya itu tidak bisa sihir mengubah wajah. Ternyata wanita itu juga tidak bisa sihir itu. Maka, pemuda itu pun menawarkan diri untuk mengajarinya.
Kini Rico belajar dengan Miron sedangkan Kelly diajari oleh Aksel. Sementara itu, Kiril yang sudah mengganti wajahnya dengan yang lain, pergi mencari penginapan untuk mereka tidur malam nanti.
Rico dan Kelly tidak langsung bisa mengubah wajah mereka. Ada saja bagian asli yang tidak ikut berubah. Atau mereka berubah hanya beberapa detik saja dan akan kembali ke wujud aslinya.
"Padahal sihir mengubah wajah lebih mudah dibandingkan dengan sihir mengubah wujud," ucap Miron pada kedua orang yang masih belum menguasai ilmu sihir itu.
Rico juga kesal karena sihir ini terasa sulit baginya. Padahal selama ini dia belajar ilmu sihir mengeluarkan kekuatan api, air, petir, atau apa pun itu, semua bisa dia kuasai dengan cepat. Namun, kali ini tidak.
"Yey, aku bisa bertahan lebih dari lima menit!" seru Kelly girang. Wanita itu langsung memeluk tubuh sang kekasih.
Rico pun kembali memusatkan mana dan mantra sihir. Dia harus bisa mengontrol sebanyak apa mana yang dibutuhkan untuk mengubah wajahnya. Jika, kekurangan maka wajah hanya sebagian yang bisa diubah. Begitu juga, jika mana terlalu banyak, maka akan kebanyakan bagian di wajah. Tadi juga mulut Rico jadi dua. Atau matanya jadi empat.
"Bagus, pertahankan selama yang kamu bisa," ujar Miron.
Setelah seharian Rico mempelajari ilmu mengubah wajah, akhirnya dia bisa mempertahankan wajah barunya selama yang dia mau. Mereka pun pergi ke penginapan yang sudah di sewa oleh Kiril. Mereka harus makan untuk mengisi energi yang habis untuk latihan sihir tadi.
Saat mereka makan, orang-orang yang ada di sana sedang membicarakan para pemberontak yang menjadi buronan. Banyak warga kota yang berharap kalau kota Metropolis tidak disinggahi oleh Rico dan kawan-kawannya.
"Aku tidak mau jadi penghianat bagi calon pahlawan negeri ini. Aku berharap mereka akan menjatuhkan kekuasaan Raja Kiril," ucap laki-laki berbadan tegap.
__ADS_1
"Apa kalian tahu tentang ramalan seorang anak laki-laki yang akan memberikan kemenangan di negeri ini?" tanya laki-laki tua renta.
"Itu hanya dongeng semata," balas pemuda yang duduk di meja sampingnya.
"Kamu salah anak muda. Ramalan itu ada dan saat ini orang dengan kekuatan tangan dewa akan membebaskan negeri ini dari kesengsaraan," timpal kakek-kakek tua.
Rico dan yang lainnya hanya diam menyimak obrolan orang-orang yang ada di sana. Mereka juga berharap kalau Raja Didio bisa segera dikalahkan.
Ketika mereka sedang menikmati maka malam, tiba-tiba saja datang segerombolan prajurit ke sana. Tentu saja ini membuat orang-orang yang sedang menikmati masa tenang dan beristirahat, dibuat panik.
"Kami mendengar kalau ada kelompok pemberontak di sini!" teriak salah seorang prajurit.
***
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Yuk, merapat yang suka cerita Action Romantis.
Angkasa, Bintang, dan Langit adalah anak yang dilahirkan Cantika. Karena kejadian satu malam dengan pria asing, saat dirinya pergi dinas ke Bali untuk menggantikan atasannya, membuat dia hamil diluar nikah.
Dia tidak tahu kalau ayah dari anak - anaknya adalah ALEXANDER GREEN ANDERSSON seorang CEO GALAXY, perusahaan terkenal di Amerika.
Alex adalah seorang CEO yang selalu menjaga diri dari wanita. Karena trauma masa kecilnya. Pertemuannya dengan Cantika membuat dirinya mengenal apa itu cinta.
Perjuangannya mendapatkan cinta Cantika tidak mudah, dengan bantuan si Trio Kancil, dirinya berusaha mendapatkan cinta dari Cantika yang telah memiliki seorang kekasih.
Cantika mendapati kenyataan kalau orang tuanya meninggal karena dibunuh, bukan karena kecelakaan. Usahanya untuk mengetahui masa lalu sang Ayah yang misteri, melibatkan dirinya dan si Trio Kancil pada bahaya.
__ADS_1
Bersama dengan Alex, Cantika ingin meungkapkan kebenaran apa yang terjadi pada keluarganya.