
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 30
Para prajurit marinir itu mengeluarkan simbol sihir untuk menyerang Rico dan Kiril. Untungnya level sihir mereka sekarang sudah pada tahap yang lebih tinggi, sehingga bisa menahan banyak serangan dari musuh.
Sementara itu Kelly dan Miron berpasangan membantu hewan-hewan suci yang sedang berusaha kabur dari pelabuhan. Meski mereka mendapat serangan dari para prajurit yang datang belakangan.
"Sebenarnya seberapa banyak prajurit yang berada di pelabuhan ini? Kenapa mereka tidak ada habisnya pada datang dan memberikan bala bantuan ke sini," tanya Kelly sambil membentuk simbol sihir pelindung. Untuk melindungi mereka dari serangan pihak musuh.
"Tentu saja banyak sekali prajurit di pelabuhan ini, karena tempat ini merupakan salah satu pintu gerbang untuk menjaga negeri ini dari serangan negeri lain yang datang lewat laut," jawab Miron yang sedang memusatkan perhatiannya untuk memberikan perlawanan pada prajurit marinir.
__ADS_1
Baik Kelly maupun Miron tapi suka bertarung dengan para prajurit pemilik hewan suci secara langsung bukan menyerang lewat hewan sucinya. Makan mereka juga berusaha untuk tidak menyerang hewan suci para prajurit itu.
"Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa mereka mempunyai banyak sekali hewan suci. Bahkan seorang prajurit memiliki lebih dari sepuluh hewan suci. Apa mereka mempunyai mana yang jumlahnya begitu besar di dalam tubuhnya?" tanya Kelly.
"Tidak. Mereka, hewan suci itu bertarung tidak menggunakan mana dari pemiliknya. Tetapi dari batu mana yang ada pada kalung di leher mereka," jawab laki-laki yang merupakan penyihir hebat.
"Pantas saja. Aku curiga, bagaimana mungkin seorang manusia bisa mengendalikan banyak sekali hewan suci, kecuali jika orang itu memiliki mana yang besar seperti Rico," ujar sang gadis.
Sebenarnya kekuatan para marinir itu biasa saja. Hanya saja hewan suci yang mereka miliki sangat kuat dan bisa memberikan serangan yang sangat besar kepada lawannya. Belum lagi batu mana yang tergantung di leher mereka, selain memiliki mana yang kuat batu itu juga bisa menjadi sebuah bom sihir yang bisa membuat para hewan suci itu mati.
Rico dan Kiril berduet lagi gabung kekuatan untuk menyerang para marinir yang terus berdatangan ke sana. Keduanya sudah banyak mengalahkan musuh dan para hewan suci itu dibantu kabur oleh Kouga untuk meninggalkan pelabuhan dan kembali ke hutan Sora.
"Ayo, kalian cepat lari! Peri sedang menunggu kalian di sana. Kini kondisi tubuh dia sudah pulih dan siap melindungi kalian kembali," ujar Kouga yang masih dalam wujud serigala kecil.
__ADS_1
Para hewan suci itu pun berlari dengan penuh semangat menjauh dari kota pelabuhan. Mereka tidak mau lagi menjadi alat yang digunakan untuk bertempur oleh para prajurit marinir.
Kouga pun kembali lagi masuk ke kota pelabuhan untuk menyelamatkan hewan suci lainnya. Sudah dua kelompok yang berhasil dia keluarkan dari kota pelabuhan itu. Kini kelompok ketiga yang harus dia bantu keluar dari sana.
Akan tetapi saat Kouga berhasil kembali masuk ke sana, keadaan kota pelabuhan sudah semakin kacau. Bahkan dia kesulitan menemukan Rico dan yang lainnya.
"Aku harus bisa merasakan mana milik mereka berempat," ucap Kouga sambil berusaha memusatkan pikiran untuk mencari keberadaan Rico lewat mana-nya.
Serigala kecil itu berlari ke arah timur, di mana dia bisa merasakan mana Rico. Namun, ketika dia sedang berlari di perempatan jalan, tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang menggenggam tubuhnya lewat pelukan yang kuat. Kouga pun berusaha melepaskan diri, tetapi tidak bisa.
"Akhirnya, aku bisa mendapatkan anjing kecil yang lucu sesuai pesanan Putri Duke dari kerajaan Amor," ucap salah seorang prajurit yang berhasil menangkap Kouga memasangkan kalung di lehernya.
***
__ADS_1
Apakah Rico akan sadar kalau Kouga sudah tertangkap oleh tangan musuh? Bagaimana nasib hewan suci itu? Tunggu kelanjutannya, ya!