Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 50. Menyerang Istana (1)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 50


Kedatangan Aksel dan yang lainnya di sambut dengan gembira. Ternyata di ruang bawah tanah toko buku itu ada banyak ruang dan salah satunya adalah tempat berkumpulnya para pejuang atau yang diberi predikat sebagai pemberontak oleh Raja Didio.


"Putra Mahkota kami sudah mengumpulkan orang-orang yang bersedia melakukan penyerangan ke istana," ucap laki-laki berbadan besar.


"Bagus, Michael!" Aksel menepuk pundak yang merupakan jendral pilihannya.


Rico dan teman-temannya mendengarkan penjelasan dari Aksel alasan dia menyembunyikan identitas asli dirinya adalah untuk mencari orang-orang yang benar-benar mau berjuang bersama dirinya untuk melawan Raja Didio.


Aksel adalah satu-satunya keluarga Raja terdahulu yang masih hidup dan diselamatkan oleh wakil jendral perang yang merupakan ayah dari Michael. Lalu, dia dibesarkan dan dididik oleh penyihir istana. Setelah berusia 15 tahun, dia memulai pergerakannya dan mencari orang-orang yang masih setia kepada keluarga kerajaan terdahulu.


Rico dan yang lainnya ikut bersimpatik atas kisah hidup Aksel yang berliku dan penuh dengan perjuangan. Mereka pun memutuskan bergabung dengan pasukan pejuang Eleanor.

__ADS_1


"Malam ini kita akan menyerang istana secara serentak di delapan pintu gerbang," ucap Michael dan orang-orang di sana mengangguk mengerti.


"Aku, Rico, dan Kiril akan menyerang secara langsung ke istana dengan menggunakan sihir milikku," ucap Miron.


Saat dia kecil dulu sering datang ke istana dan bertemu dengan Raja sebelumnya atau ayah Aksel. Jadi, dia tahu isi istana di gedung utama. 


Sementara itu, Aksel dan Kelly akan menyerang istana di sisi Barat. Biasanya di sana adalah tempat tinggal Perdana Menteri Vidar. Putra mahkota sangat benci pada laki-laki yang sudah membunuh ibunya. Dia ingin menghabisi orang yang sudah memisahkan dirinya dengan orang-orang yang dicintai olehnya.


***


Pasukan pejuang Eleanor berjumlah 200 orang dibagi 8 kelompok dan melakukan serangan secara serentak setelah di beri tanda oleh Michael. Di waktu yang bersamaan Rico dan yang lainnya melakukan teleportasi dengan kekuatan Miron. Dalam sekejap mereka sudah berada di dalam sebuah ruangan yang luas dan megah.


"Aku dan Kelly akan pergi ke istana bagian Barat," kata Aksel dan pergi dengan menggunakan sihir menghilangkan dirinya atau sihir yang membuat orang-orang tidak bisa melihat dirinya dan Kelly.


Keadaan di setiap gerbang kini sedang terjadi pertempuran dan banyak prajurit yang sedang tidur untuk beristirahat menjadi korban karena keadaan mereka belum siap dalam menerima serangan lawan. Setelah pertempuran terjadi sekitar 15 menit baru terdengar tanda bahaya di setiap pintu gerbang dan itu sangat terlambat diketahui oleh Raja Didio dan Perdana Menteri Vidar. Kedua orang itu saat ini sedang berhadapan dengan lawan masing-masing.


Miron berhadapan dengan Raja Didio. Jendral Perang Fang yang kebetulan berada di istana ikut dalam pertempuran itu, berhadapan dengan Kiril. Lalu, Rico melawan para prajurit yang berada di istana utama. Mana yang dia miliki tidak akan membuat dirinya mudah kelelahan meski melawan ribuan prajurit. Apalagi dia bertarung dengan Kouga dan Enma. 

__ADS_1


"Kouga! Enma! Kita kalahkan mereka semua," seru Rico dan di sambut dengan penuh semangat oleh kedua makhluk suci itu.


"Siap!"


Rico menyerang dengan cepat bersama kedua hewan suci miliknya. Lawan mereka dapat dikalahkan dengan mudah karena kondisi lawan dalam tidak keadaan siap menerima serangan darinya. Pemuda itu memiliki banyak mana dan level sihir yang tinggi, jadi tidak mengalami kesulitan dalam mengalahkan para prajurit yang level sihirnya masih di bawah.


"Kouga ... Enma! Jangan biarkan ada yang lolos. Kita harus membersihkan semua pengikut Raja Didio. Kita habisi mereka semua!" perintah Rico sesuai kesepakatan para pejuang kebebasan negeri Eleanor.


Miron yang menghadapi Raja Didio mengalami kesulitan karena kekuatan level sihir raja itu satu tingkat di atasnya. Ditambah hewan suci legendaris yang langka itu juga punya kekuatan yang sangat besar. Bangunan istana utama sudah tidak berbentuk karena hancur oleh pertarungan mereka yang sangat dahsyat. Mantra sihir dan ilmu sihir saling beradu di antara mereka.


"Aku harus cari celah yang bisa membuat Raja Didio kewalahan," gumam Miron.


"Kamu pikir bisa mengalahkan aku. Kekuatan kamu tidak ada apa-apa bagi diriku," ucap Raja Didio dengan sombong. Padahal dalam hatinya dia merasa tertekan oleh kekuatan Miron.


***


Apakah Miron dan Rico bisa mengalahkan Raja Didio? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.



__ADS_2