Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 46. Membebaskan Hewan Suci


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 46


"Kamu kembali ke penginapan dan istirahat. Aku dan Kiril yang akan membereskan sisanya," kata Aksel.


"Tidak. Aku akan tetap ikut bersama kalian. Kita akan berjuang bersama-sama," balas Kelly dengan tatapan memohon


Aksel tidak mau kalau sampai kekasihnya terluka. Apalagi saat ini dia sendiri juga dalam keadaan lelah.


"Aku mohon, Kelly. Kembali ke penginapan dan tunggu aku di sana. Karena nanti aku pasti akan membutuhkan dirimu," ucap laki-laki berwajah tampan meski dalam keadaan kucel.


Kelly sudah akan membantah ucapan kekasihnya. Namun, baru saja dia membuka mulutnya, langsung dibungkam oleh ciuman mesra dari Aksel. Wanita itu pun terbuai oleh sentuhan lembut di bibirnya.


"Jangan membantah!" tegas Aksel kali ini. Kelly pun mengangguk seakan dihipnotis oleh pujaan hatinya.

__ADS_1


"Aku akan menunggu kamu di penginapan," kata Kelly dengan mata berkaca-kaca.


"Berhati-hatilah. Jangan buka pintu kamar apa pun yang terjadi. Kecuali jika dia mengatakan kode rahasia kita dengan benar," lanjut Aksel dan Kelly pun mengangguk.


Ada perasaan gamang dan resah dalam perasaan Kelly saat meninggalkan kekasihnya. Dia dan Aksel sudah membuat kode rahasia mereka berdua. Jadi, tidak akan ada yang bisa membohongi diri mereka.


Sementara itu di tempat lain, Rico dan Kiril mencari sumber kekuatan yang bisa digunakan untuk mengendalikan pada hewan suci. Maka, mereka berdua mencari batu permata sihir yang sering disebut sebagai pusat kekuatan.


"Kiril, menurut kamu, sumber kekuatan para hewan suci itu bisa di dapat dari apalagi selain dari batu permata?" tanya Rico.


"Mana pemilik hewan suci dan makanan yang mengandung banyak energi bagi para hewan suci," jawab Kiril


"Jangan-jangan di kota ini ada orang yang punya kekuatan mana besar dan membiarkan kekuatan miliknya menjadi sumber energi bagi para hewan suci," lanjut Kiril.


"Yap, bisa saja itu terjadi. Karena aku terus memikirkan hal ini sejak tadi. Kenapa ada hewan suci yang tidak pakai kalung, tetapi mempunyai kekuatan besar untuk melawan kita," ucap Rico yang kini juga merasa kelelahan.


Matahari sebentar lagi akan terbit, mereka harus segera kembali ke penginapan. Padahal masih ada dua tempat lagi yang belum mereka bebaskan.

__ADS_1


Akan beresiko besar jika ketahuan oleh pihak pemerintah kerajaan, maka mereka pun harus kembali tepat waktu. Mungkin saja hewan suci di kedua tempat itu bisa mereka selamatkan di lain waktu.


***


Tubuh Rico dan teman-temannya terasa remuk. Bahkan mereka semua tidur seperti orang mati. Semuanya melewatkan jam sarapan dan makan siang.


Keributan yang terjadi di tengah kota pun mereka tidak tahu, karena tidak mendengar kegaduhan itu. Pada prajurit mendatangi semua tempat yang diduga sebagai tempat bersembunyi para pemberontak. Mereka juga mendatangi penginapan dan bangunan-bangunan kosong.


"Katanya banyak hewan suci menghilang, sampai-sampai Tuan Geovani murka," kata salah seorang pengunjung restoran.


Rico dan Miron yang baru saja bangun dan mencari makan untuk mengisi perutnya yang kosong mendengar berita yang sedang terjadi saat ini. Keduanya saling beradu pandang, ingin tertawa takut ketahuan. Pura-pura tidak tahu, terlihat jelas dari ekspresi wajah dan pancaran mata mereka yang berbinar karena bahagia.


"Geledah semua kamar di penginapan ini!" Geovani tiba-tiba saja datang ke tempat Rico dan kawan-kawannya menginap.


"Gawat! Kelly, Aksel, dan Kiril masih tidur." bisik Rico kepada Miron.


***

__ADS_1


Apakah teman-teman Rico akan ketahuan identitas aslinya? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.


__ADS_2