Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 20 Bertemu Orang Tua Radit.


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, si kembar mengajak berjalan-jalan ke Mall. Mereka ingin membeli perlengkapan sekolah, karena mulai minggu depan mereka sudah mulai sekolah. Mereka masuk, ke sekolah internasional yang berjarak 5 kilo meter. Mereka baru masuk kelas 1 sd, masuk sekolah pukul 7 pagi.


Di Mall, mereka juga membeli mainan. Dan mereka juga pergi ke time zone yang kemarin mereka kunjungi, bersama bibi Rita. setelah capai bermain, mereka makan di sebuah restoran masakan padang.


Mereka makan dengan menggabung kan beberapa meja menjadi satu meja panjang, ada sekitar 4 pengawal 2 laki-laki dan 2 perempuan. Untuk menyamar kan penampilan mereka agar tidak terlalu mencolok, mereka mengenakan pakaian santai.


Beruntung tidak banyak pengunjung di sana, namun ternyata keluarga bu Risa pun sedang makan di sana. Tidak sengaja si kembar mereka melihat Bu Risa, karena merasa kenal mereka berdua, ah salah lebih tepat nya baby Farez yang menyapa nya.


"Mih, aku kesana sebentar yah. Itu ada adik Nenek Rita, Farez ingin menyapa nya." Ujar Farez tetsenyum manis.


"Memang kalian kenal sama beliau? Bukan salah orang kan." Ujar kartik dengan senyum pula.


"Benar Mam, kami tidak salah mengenali orang. Kita ketemu kan, baru beberapa hari yang lalu." Ujar Farez yakin. Kartik menganggukan kepala nya.


"Boleh kesana, tapi sama om dan tante pengawal yah!" Ujar Kartik tegas tak mau di bantah. Mereka pun menganggukan kepala nya.


"Ka mawar dan Ka Dewo, tolong ikuti mereka yah." Ujar Kartik meminta tolong.

__ADS_1


"Siap laksanakan, Nyonya." Saut kedua nya. Kartik Manyun di panggil nyonya. karena dari pertama punya pengawal, Kartik ngga mau di panggil Nyonya.


Dewo dan Mawar mengikuti mengikuti Baby Farez dan Arezia, untuk menyapa Nenek Risa. "Nenek Risa, Apa kabar?" Sapa Baby Farez, sambil mengulur kan tangan nya. Bu Risa yang merasa nama nya, di panggil menoleh kan pandangan.


"Eh baby kembar, kesini sama siapa?" Tanya Bu Risa, sambil menyambut uluran tangan dari baby Farez. Sedang Baby Arezia hanya diam saja tapi dia ikut menyalami bu Risa dan keluarga nya.


"Kita sama Mami Aku, Nek. Tuh orang nya di sana." Tunjuk baby Farez pada Kartik. Kartik yang di tunjuk pun, melambai kan tangan dan tersenyum manis.


Radit yang melihat si kembar dan Mami nya pun, terlihat sangat kaget. Dia seperti pernah mengenal nya, tapi entah kapan dia pun lupa. Radit masih memperhatikan Kartik dari jauh, setelah memperhatikan si kembar. Sekarang dia ingat, kedua anak ini sangat mirip dengan nya waktu kecil untuk Baby Farez. Sedang untuk baby Arezia, sangat mirip dengan nya hanya saja versi cewe.


Kartik yang merasa di perhatikan menoleh tersenyum, dan menganggukan kepala nya. Tidak lama, bu Risa melambaikan tangan dan menyuruh Kartik untuk mendekat pada nya.


Kartik menghampiri anak-anak nya, di meja bu Risa dan keluarga nya. "Ada apa, bu? Ada yang bisa, di bantu?" Tanya Kartik tersenyum. Sedang Radit, semakin mengenali Kartik. Dia teringat sama gadis, yang tidak sengaja di renggut kehormatan nya.


'Mungkin kah dia orang nya, kalau benar ia berarti anak itu adalah...?' Ucap nya dalam hati. Secara tidak sengaja kalung berliontin bulan matahari yang di pake Radit, keluar dari balik kemeja nya. Kartik yang melihat nya pun menjadi penasaran.


'Mungkin kah laki-laki itu yang pernah merenggut kehormatan ku secara tidak sengaja?' Tanya nya dalam hati. tapi pemikiran itu, segera di tepis oleh Kartik sendiri. 'Ah kamu mikir apa sih, kalung begitu kan banyak sekarang di jual di pasaran.' Monolog dalam hati Kartik.

__ADS_1


"Ayo sini gabung nak Tika." Ajak Bu Risa. Sambil tersenyum manis.


"Tidak usah Bu, nanti merepot kan." Tolak Karyik secara halus.


"Tidak, tidak merepot kan ko. Si kembar kan juga sudah di anggap cucu oleh Kaka saya. Berarti sama juga keluarga saya, iya ngga pah." Ucap bu Risa mencari dukungan. Sedang suami bu Risa, masih memperhati kan si kembar. Beliau masih tidak percaya bisa melihat wajah yang sangat mirip, dengan Radit putra kesayangan nya.


'Ini bukan mirip namun seperti kembar, aku harus menyelidiki nya.' Ujar Ayah Radit dalam hati.


Bersambung...


Akan kah Ayah Radit, mendapat informasi mengenai si kembar?


Tunggu di bab-bab berikut nya.


Tetima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.


Mampir juga di karya lain nya milik Autor Receh ini.

__ADS_1


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.


__ADS_2