Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 27 Tes DNA


__ADS_3

Kartik sangat bahagia, bisa berjalan-jalan di area Kota tua apa lagi di temani oleh sahabat dan anak-anak nya. Seharian mereka di sana, hampir semua sudut mereka jelajahi, mereka makan siang di cafe batavia.


Mereka juga memasuki meseum fatahilah, museum Fatahilah memiliki galeri koleksi di antara nya:




Salah satu koleksi meriam yangbada di Museum Fatahilah.




Replika prasasti Tugu.




Replika prasasti Ciaruteun.




Replika Padrao sunda kelapa.




Pot Keramik Jepang dari abad ke 17.

__ADS_1




Mural yang belum selesai oleh hari jadi Sumodidjojo.




Lempengan batu bergambar kapal VOC di dinding museum sejarah Jakarta.




Sumber dari google (mohon koreksi jika ada yang salah).


Baby Farez dan Arezia sangat antusias, dengan semua yang ada di dalam dan sekitar museum. Mereka sangat penasaran, dengan sejarah museum Fatahilah. Setelah lelah menjelajaih museum, mereka meminta untuk pulang. Tapi sebelum pulang, mereka menyempatkan membeli oleh-oleh yang ada di sekitar museum.


-- Ada setelan kaus bertulis kan Kota Tua.


-- Ada topi khas noni belanda.


-- Ada miniatur Monas.


-- Dan lain sebagai nya.


Sumber google (mohon koreksi jika ada yang salah).


Kartik banyak membeli kaus bertuliskan Kota tua dan juga beberapa topi khas noni belanda. Kartik membeli 1 lusin kaus, untuk di bagikan pada para pengawal yang berjumlah 12 orang. Dia juga membeli beberapa untuk bibi Rita dan paman Reno, juga untuk diri nya dan juga si kembar.


Mereka semua kelelahan, bahkam Dian sudah pulang sedari tadi. Sesampai nya di rumah, Kartik menyerahkan kaus yang tadi di beli untuk di bagi ke semua pengawal. Para Pengawal mengucapkan "terima kasih, sama Kartik."

__ADS_1


Sedang Kartik, hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum. Setelah kepergian Kartik pengawal baru membuka percakapan nya. "Bang, ini ngga papa kita terima pemberian nyonya Kartik?" Tanya pengawal baru sedikit was-was.


"Tidak papa, ambil saja. Ini sudah biasa ko kalo habis pergi nyonya pasti beliin sesuatu, untuk semua yang ada di rumah termasuk kita." Ujar pengawal senior.


"Benar kah bang? Nyonya begitu baik, pada semua bawahan nya seperti kita." Ujar pengawal junior, tidak percaya dengan apa yang di dengar nya barusan.


Hampir semua pengawal senior, menganggukan kepala nya. Karena ini benar ada nya, bukan di buat-buat. Wajar pengawal baru bertanya, dia baru 2 hari bekerja dengan bu Kartik. Pada saat jam makan juga, sedang bertugas jadi belum tau semua nya.


...***********************...


Sedang Radit di kantor masih memikir kan, wanita yang dulu pernah ia tiduri secara tidak sengaja. Tiba-tiba pak Johan masuk ke ruangan Radit, tanpa memberitau terlebih dahulu seperti biasa nya.


"Dit, kamu sudah dapat info belum tentang si kembar. Kenapa mereka begitu mirip sama kamu, sewaktu kecil?" Tanya Pak Johan.


"Belum Yah. Aku buntu mencari info, tentang mereka." Ujar Radit putus asa.


"Oh iya kemaren Ayah sempat mengngambil, beberapa helai rambut mereka. Kamu bisa tidak ke rumah sakit, untuk tes DNA dengan rambut kamu." Ujar pak Johan.


"Baik lah, yah. Ini untuk menjawab penasaran kita, kenapa mereka begitu mirip dengan aku waktu kecil." Ujar Radit kembali semangat.


"Semoga memang benar si kembar, memang ada hubungan darah dengan keuarga kita. Ayah sudah terlanjur jatuh cinta dengan kedua anak kembar itu." Ujar Pak Johan begitu antusias.


Radit menganggukan kepala nya dan segera pamit, untuk kerumah sakit untuk melakukan tes tersebut. "Yah, aku pergi dulu ya ke rumah sakit. Nanti keburu sore dan tutup." Ujar Radit memberitau.


Pak Johan menganggukan kepala nya, dan pergi keruangan nya. Radit memacu mobil nya dengan kecepatan sedang, jalan menuju rumah sakit juga tidak begitu macet. Sesampai nya di rumah sakit, Radit menuju resepsion untuk mendaftar.


Setelah itu Radit di beri formulir untuk di isi, dan di kembalikan lagi ke suster. Radit juga menyerah kan, beberapa helai rambut si kembar dan rambut nya. Radit pulang setelah di beri tau kan, kapan hasil nya nya keluar.


Radit tidak pulang ke rumah, namun kembali ke kantor. Dia akan mengerjakan berkas, pekerjaan nya yang masih menumpuk di meja.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk Karya Autor yang receh ini. Semoga pembaca suka jalan cerita nya.

__ADS_1


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.


__ADS_2