
Setelah mengerjakan pekerjaan rumah, baby Farez dan baby Arezia menuju ke ruang makan. Kartik sudah menunggu, anak-anak nya dari tadi.
"Mam.." Panggil si kembar sambil tersenyum.
Kartik yang mendengar sang anak memanggil menoleh kan kepala nya, dan tersenyum manis. "Sini sayang duduk, mom sudah masak banyak untuk kalian." ujar Kartik tersenyum.
"Wah benar, makanan kesukaan Aku. Terima kasih ya Mom." Ucap Fares sedikit berteriak. Kartik dan Baby Arezia hanya menggelengkan kepala nya.
"Bang tidak usah lebay deh. Kayak tidak pernah, di masakin makanan begini." Ujar baby Arezia ketus. Sedang Baby Farez hanya tersenyum.
"Sudah-sudah ayo makan, nanti keburu dingin makanan nya." ujar Kartik melerai perdebatan anak-anak nya.
"Baik, Mom. Maaf kan kita yah." Ujar si kembar menunduk. Mereka segera memakan, makanan nya sampai habis tak bersisa. Selesai makan, mereka kembali ke kamar masing-masing.
Kartik, kembali ke meja kerja nya yang berada di dekat kamar nya. Sedang si kembar berada di kamar nya, mereka sedang mengotak ngatik laptop nya. Mereka sedang memantau berita, tentang virus yang mereka ciptakan.
Baby Farez sangat puas, ia akan menjual kembali anti virus yang di buat nya. Kemungkinan anti virus itu akan siap, dalam waktu beberapa minggu ke depan. Baby Arezia sedang memeriksa beberapa fail, yang di kirim melalui email.
Setelah selesai memeriksa fail, baby Arezia istirahat malam begiti juga dengan baby Farez. Pagi hari nya seperti biasa nya mereka bersiap-siap, untuk sarapan dan berangkat ke sekolah. Mereka di antar kan oleh Mamih nya, dan di tunggui oleh 2 orang pengawal.
Setelah mengantar si kembar, Kartik segera ke kantor nya. Kartik banyak sekali kerjaan, setelah beberapa minggu yang lalu telah menempati kursi CEO.
...********************...
Sementara Radit sekarang, sedang berada di rumah sakit. Hasil tes DNA, antara dirinya dan si kembar sudah keluar hasil nya. Namun Radit tidak hanya ingin mengambil hasil Tes tersebut, tapi juga ingin menjenguk teman nya yang sedang sakit.
Sesudah mengambil hasil tes, Radit tidak langsung membuka nya. Namun menyimpan nya terlebih dahulu dan akan di buka di depan orang tua nya.
Hari ini Alisa kusuma (adik Radit) sedang dalam perjalanan pulang ke indonesia, setelah selama beberapa tahun mengenyam pendidikan di negara Singapura. Radit akan menjemput nya, di bandara soekarno Hatta. Pesawat akan sampai di bandara, sekitar pukul 2 siang.
__ADS_1
Dan Radit sampai di bandara, sekitar pukul 12.30 siang. Ia segera menuju cafe, sekitar bandara untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah selesai makan siang, Radit menuju ke terminal kedatangan internasional.
Setelah menunggu selama 1 jam, akhir nya Alisa bisa menjumpai kaka nya yang telah lama tidak bertemu. "Kaka.. Kaka Radit." Panggil Alisa dari jauh.
Radit yang mendengar seseorang memanggil nya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari sumber suara itu. Setelah menemukan Alisa, Radit tersenyum dan memeluk sang adik.
"Kamu apa kabar, de? Lama kamu tidak pulang, papa dan mama kangen sama kamu." Ucap Radit tersenyum.
"Aku baik kak, iya maf kalo aku jarang pulang. Sama aku juga kangen kalian semua." Jawab Alisa dengan senyum yang mengembang.
"Ya sudah ayo kita pulang, mama sudah masak makanan kesukaan kamu." Ajak Radit sambil menggandeng adik semata wayang nya.
"Ayo, aku juga sudah kangen sama masakan mama." Ucap Alisa dengan mata berbinar.
Sesampai nya di rumah, bu Risa menyambut anak perempuan nya dengan mata berkaca-kaca. Alisa yang melihat mama nya bersedih, langsung memeluk nya dengan erat.
"Iya sayang, mama juga kangen banget sama kamu. Ayo masuk kita makan, mama sudah masak makanan kesukaan kamu." Ujar bu Risa dengan binar bahagia.
"Mam, aku mau di suapi dong makan nya." Ujar Alisa dengan rengek manja. Bu Risa hanya menggelengkan kepala nya, tapi tak urung juga menyuapi nya juga.
Setelah mengantar kan adik semata wayang nya, Radit segera berangkat lagi ke kantor nya. Pekerjaan nya masih banyak, karena tadi di tinggal beberapa jam. Tidak lama kemudian pintu di ketuk dari luar.
Tok...
Tok..
"Masuk." teriak Radit dari dalam ruangan nya.
"Permisi pak Radit, pukul 3 nanti ada rapat dengan PT Arga Winangun. Di cafe Asmara." Ujar sang asisten yang bernama Hendri.
__ADS_1
"Baik, nanti tolong temani saya ya Hen." Ujar Radit dengan wajah datar nya.
"Baik pak, kalo begitu saya permisi pak." Ujar Hendri sambil membuka pintu ruangan pak Radit.
Setelah kepergian Hendri, Radit menghela nafas. "Ini saja belum selesai, sudah harus pergi ketemu klien." gumam Radit.
Pukul 2.30 Radit dan asisten nya, pergi ke cafe Asmara. Pertemuan berada di ruang VVIP, mereka sampai 5 menit sebelum perwakilan dari PT Arga winangun. Di cafe tersebut, mereka membicarakan tentang kontrak kerja sama untuk proyek yang akan di tangani.
Pertemuan berakhir pada pukul 5 sore, Radit dan Hendri pulang kembali ke kantor nya. Pekerjaan mereka masih menumpuk, mungkin mereka akan lembur hari ini. Sebenar nya pekerjaan Hendri sudah hampir selesai, cuma ia kasihan melihat atasan nya kerja sendirian.
Pekerjaan Radit selesai, pada pukul 9.30 malam. Ia bergegas pulang ke apartemen nya, kalo harus pulang ke mansion harus putar balik lebih jauh lagi.
...********************...
Sepulang sekolah, Si kembar minta mampir ke kantor mami nya. Namun tidak di perboleh kan oleh para pengawal, karena hari sudah siang. Mereka harus istirahat siang, biar fres wajah nya dan juga biar tidak rewal nanti nya.
Kartik memang mewanti-wanti anak-anak, untuk selalu tidur siang. Tapi kadang si kembar tidak tidur siang, mereka hanya mengunci pintu kamar nya. Supaya tidak ketauan, sama sang mami.
Baby Arezia selama ini bekerja di balik layar, Begitu juga dengan Baby Farez. Di kamar mereka, hanya bermain komputer dan tanpa sepengetahuan mami nya. Sekitar pukul 2 siang mereka sudah terlelap, dan akan bangun sekitar pukul 4.30 sore.
Sedang Kartik setelah makan siang di kantin, ia kembali ke meja kerja nya dan menyelesaikan pekerjaan nya. Sore hari nya Kartik pulang kerumah nya, ia sudah kangen sekali dengan anak-anak nya.
Sesampai nya di rumah, Kartik mendapati rumah yang sepi. Karik masuk ke kamar nya, untuk bersih-bersih. Setelah itu Kartik menuju ke kamar anak nya, dan mendapati mereka sedang tertidur dengan pulas nya.
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga para pembaca suka dengan alur cerita nya. Mohon kritik dan saran nya.
Mohon tinggal kan jejak di karya ini.
__ADS_1