
Setelah 3 hari Kartika pulih dari sakitnya, iya memberi pesan untuk Radit. Kartik membuat janji dengan Radit, untuk menemuinya esok siang hari saat jam makan siang. Iya ingin membicarakan tentang, bagaimana kedepannya si kembar dan dia sendiri.
Jujur Iya sangat takut kehilangan anak-anaknya, beberapa hari ini Tika sangat sedih. Iya kepikiran, Bagaimana hidupnya tanpa anak-anak nya. Radit yang mendapatkan pesan dari Tika hatinya berbunga-bunga, ia sampai senyum-senyum sendiri.
Sampai ia tidak sadar akan kelakuannya yang tengah diperhatikan oleh sang adik. Alisa Yang penasaran kenapa Kakaknya senyum-senyum sendiri, menghampirinya. "Kak kenapa kamu senyum-senyum sendiri, Apa ada kabar bahagia?" tanya Alisa kepada Radit.
"Ah tidak, ada apa-apa ko. Memang, kenapa kalo aku senyum-senyum." Tanya Radit tersenyum.
"Ya penasaran saja jarang-jarang loh seorang Raditya kusuma, senyum-senyum tidak jelas begini." Ujar Alisa tersenyum usil.
"Ih, apaan sih dek. Emang nggak boleh kakak senyum-senyum." ujar Radit sambil tersenyum.
"Ya boleh sih, tapi kan jarang-jarang begitu Raditya Kusuma senyum-senyum nggak jelas." Ujar Alisa usil.
Radit, hanya memutar bola mata nya malas. Radit pergi meninggal kan Alisa di ruang tamu, ia menuju ke kamar nya. Di sana ia hanya rebahan saja, sampai terdengar ketukan pintu dari luar kamar.
Tok...
Tok...
Tok...
"Dit, apa kamu di dalam kamar?" Tanya orang yang mengetuk pintu.
Radit yang sedang asik tersenyum, tidak mengindahan ketukan di pintu kamar. Sampai terdengar dering ponsel dari handpon nya, ia baru tersentak kaget dan mendengar bunyi ketukan pintu.
__ADS_1
Radit berjalan ke pintu dan membuka nya, di depan nya sudah ada sang adik yang tersenyum. "Ada apa de ketuk-ketuk kamar, aku. Masih penasaran, aku senyum-senyum kenapa?" Tanya Radit usil.
Sedang yang di tanya, hanya menampilkan deretan gigi nya yang rapih. "Ah... Tidak, Kak. Itu Ayah manggil suruh makan malam dulu baru tidur." Alasan Alisa padahal yang sebenar nya ia penasaran dengan kakak nya.
"Iya nanti kaka turun untuk makan malam, toh sekarang juga belum jam nya makan malam kan. Kakak masih ngerjain, kerjaan kantor." Ujar Radit memberitau adik nya.
Alisa menganggukan kepala dan berlalu dari kamar kakak nya. Alisa menuju kamar nya sendiri, ia ingin mandi dan ganti baju. Selang 30 menit, Alisa baru keluar dari kamar nya ia segera turun ke ruang makan. Di sana sudah ada ayah, ibu dan Kaka nya.
Selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga. Memang begitu rutinitas nya, mereka berkumpul untuk menceritakan keseharian mereka. Sekitar pukul 10 malam, mereka semua masuk ke kamar masing-masing.
Ayah dan ibu yang lebih dulu masuk ke kamar nya, mereka akan melaksanakan ke wajiban suami istri. Karena malam ini, malam jum'at kata orang-orang Sunah Rosul. Tidak lama di susul oleh Radit dan terakhir oleh Alisa. kamar meteka bersebelahan, mereka menaiki tangga bersama-sama.
Sedang Kartik dan anak-anak, baru saja selesai makan makan malam. Setelah itu mereka, berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang bersama. Tiba-tiba Kartik berbicara serius sama ke dua anak nya.
"Kak, de." Panggil Kartik pada kedua anak nya.
Kartik menghela nafas berat, dan berucap. "Apa reaksi kalian, kalo kalian bertemu Ayah kandung kalian. Apa kalian akan meninggalkan mamy, dan ikut bersama dengan auah kalian?" Tanya Kartik sendu.
Mereka berdua saling pandang dan menggelengkan kepala, untuk meyakinkan ibu nya. "Mami tenang saja, kami berdua akan tetap memilih momi. Dari pada orang yang baru di kenal." Ujar baby Farez dan di angguki oleh baby Arezia.
Kartik yang mendengar penuturan mereka seketika ia menangis dan sesenggukan. Kartik segera, memeluk ke dua anak nya dan mencium seluruh wajah nya. "Terima kasih sayang selalu memilih mami." Ujar Kartik tersenyum tulus.
Baby Farez da Arezia menganggukan kepala nya dan membalas pelukan ibu nya. "Sama-sama, Mam." Jawab Baby Arezia sambil mencium sang ibu. Mereka berbincang sampai pukul 9 malam.
Setelah itu mereka di suruh tidur, karena hari sudah malam. "Sayang kalian tidur sama sama mami yah, malam ini." Ujar Kartik memohon.
__ADS_1
"Mereka berdua, menganggukan kepala nya tanda setuju. Baik lah, ayo kita ke kamar mami." Ujar baby Farez, mereka berjalan bersama menuju ke kamar sang mami.
Sesampai nya di kamar, mereka merebahkan diri nya di ranjang. Di sebelah kanan ada baby Farez, sedang di sebelah kiri ada baby Arezia. Di kamar itu mereka berdua segera terlelap, sedang Kartik kembali menetes kan air mata.
Sangat berbanding terbalik, dengan Radit yang bahagia akan bertemu Kartik esok hari. Semalaman Kartik, hanya memandang wajah putra dan putri kembar nya. Sebenar nya mereka tau kalo sang ibu memandang mereka, karena kepekaan mereka sangat tinggi.
Pagi hari nya, Kartik sudah selesai masak dengan di bantu beberapa maid. Hari ini Kartik memasak opor ayam, tahu, tempe, sambel, sama capcai. Setelah menyiap semua makanan di atas meja, Kartik kembali ke kamar nya untuk membangun kan si kembar.
"Sayang bangun yuk, sudah siang kalian harus sekolah." Ujar Kartik tersenyum.
Sedang si kembar yang di bangunkan, hanya menggerakan badan nya dan tertidur kembali. Kartik hanya bisa menggeleng kan kepala nya, melihat tingkah sang anak. Jam sudah menunjukan pukul 6.30 pagi, mereka berdua akhir nya bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka.
Setelah dari kamar mandi, mereka berdua segera menuju kamar masing-masing untuk mandi dan berganti seragam sekolah. Setelah rapi, mereka segera keruang makan untuk sarapan. Selesai sarapan, si kembar pamit pergi kesekolah dengan di antar pengawal.
Mereka berdua mencium tangan sang ibu, dan berpamitan kesekolah. "Mam, kami berangkat sekolah yah. Sudah mami, jangan sedih lagi. Kami, akan tetap bersama mami sampai kapan pun." Ujar baby Farez sambil memeluk ibu nya.
"Iya mam, benar apa yang di katakan ka Farez. Kita akan ada di sisi mami, sampe kapan pun." Ujar Arezia sedikit tersenyum untuk menenangkan ibu nya.
"Terima kasih, sayang. Mami sayang kalian berdua selama nya." Ucap Kartik tersenyum tulus.
Setelah si kembar berangkat sekolah, Kartik kembali ke kamar nya. Ia harus segera pergi ke kantor nya, hari ini ada rapat penting dengan kolega bisnis nya. Rapat berlangsung selama 2 jam, dan telah mencapai kesepakatan.
Siang hari nya Kartik pergi, untuk makan siang bersama Radit di restoran. Mereka makan di restoran, terakhir ketemu beberapa hari yang lalu.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungannya, untuk karya receh ini. Semoga para pembaca semua suka dengan alur ceritanya.
Mohon dukungannya untuk karya Raja ini dengan cara like, comment, share vote, saran, kritik dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis untuk Autor.