Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 49 Terungkap.


__ADS_3

Pagi hari nya, Radit di bangun kan oleh alarm handpone yang ia setel. Ia, segera mandi dan ganti baju. Setelah itu ia keluar kamar dan bertemu, dengan orang yang sedang membersihkan ruangan nya.


"Pak, saya boleh minta tolong belikan sarapan di bawah?" Ujar Radit tersenyum tipis.


"Bisa pak, mau sarapan apa?" Tanya balik petugas kebersihan kantor(OB)


"Aku mau sarapan bubur Ayam, sama sate telur puyuh nya 4 dan sate usus nya 4, bubur nya 2 bungkus yah." Ujar Radit tersenyum tulus.


"Baik pak, saya keluar dulu untyk membeli pesanan bapak." Ujar bapak OB tersenyum tulus.


Radit menganggukan kepala nya dan tersenyum tipis. Sedang bapak pembersih ruangan Radit, segera turun melalui lifh untuk membeli bubur ayam yang di pesan tadi. Sekitar 20 menit bapak OB, baru kembali dengan membawa bubur ayam yang di pesan oleh Radit.


Sesampai nya di depan ruangan Radit, bapak OB segera mengetuk pintu tersebut.


Tok..


Tok..


Tok..


"Permisi, pak." Ujar bapak OB


"Silahkan masuk." Ujar Radit mempersilahkan.


"Ini pak, pesanan nya." Ucap bapak OB.


"Iya pak sini, tolong bawa ke sini." Ujar Radit tersenyum.


Bapak OB tersebut, menghampiri Radit di meja nya. Ia, meletakan bubur tersebut di atas meja. Setelah itu, bapak OB segera pergi supaya tidak mengganggu. Tapi sebelum pergi, Radit memanggil nya.


"Pak ini yang 1 bungkus, untuk bapak sarapan pagi." ujar Radit dengan tersenyum tulus.

__ADS_1


"Wah terima kasih pak, jadi merepotkan." Ujar bapak OB tersenyum tak kalah tulus.


"Sama-sama, Pak. Bapak sarapan dulu, baru lanjut kerja lagi." Ujar Radit tersenyum.


Setelah OB itu pergi, Radit segera memakan sarapan nya. Sekitar 15 menit semua makanan, sudah berpindah ke perut Radit.


Sementara Kartik dari bangun tidur tadi, ia merasakan sedikit tidak enak badan. Untuk pencegahan supaya tidak makin parah, Kartik segera meminum obat. Karena akan lebih merepotkan kalo ia yang sakit, perusahaan tidak ada yang mengurus, anak-anak nya juga tidak ada yang mengurus.


Setelah menyiapkan sarapan untuk anak-anak nya, Kartik segera ke kamar nya untuk mandi dan ganti baju. Setelah selesai mandi dan ganti baju, Kartik menuju ke kamar si kembar. Sesampai nya di sana, baby Farez dan Arezia sudah rapi. Mereka sudah mandi dan berganti baju dengan seragam sekolah.


Mereka turun tangga bersama, menuju meja makan. Sesampai nya di meja makan, makanan sudah terhidang di meja makan. Mereka memakan sarapan nya dengan lahap, setelah sarapan Kartik mengantar anak-anak nya ke sekolah.


Hari ini, si kembar akan menjalani ulangan semester. Jadi selama seminggu full anak-anak di anjurkan, untuk belajar dengan tekun.


1 bulan hampir berlalu, sejak pertemuan Radit dan Kartik terakhir kali. Malam ini Kartik akan menjelaskan semua nya, pada anak kembar nya. Bahwa Radit adalah ayah kandung nya, yang selama ini ingin mereka temui.


Ada perasaan bersalah di diri Kartik, ia sangat menyesali kenapa dulu langsung pergi begitu saja tanpa melihat wajah nya. Tapi sudah lah, menyesal juga tidak ada arti nya. Semua sudah terjadi, dan tak mungkin bisa terulang kembali.


"Boleh Mom, ada apa? Mom terlihat gelisah, apa ada yang mengganggu Momi?" Tanya Farez sedikit Khawatir.


Kartik menghela nafas berat. "Sebelum nya, Mom minta maaf pada kalian. Mom sudah menemukan Ayah kalian, mereka ingin kita tinggal di rumah nya. Apa kalian bersedia?" Tanya Kartik sendu.


"Memang siapa Ayah kami, Mom. Apa kami kenal dengan orang itu." Tanya Baby Arezia sedikit gusar.


"Ayah kalian adalah orang yang membantu ibu, saat kalian sedang di rumah sakit tempo hari." Ujar Kartik tambah gudah.


"Maksud mom, om Radit papah kita. Papah yang selama ini kami cari?" Tanya baby Farez sedikit shock. Kartik hanya sanggup menganggukan kepala nya.


"Apa ada bukti nya, kalo kita ini anak om Radit." Tanya Baby Farez penasaran.


"Ada sayang, ayah kalian mempunyai hasil tes DNA. Antara kalian dan ayah kalian." Ujar Kartik jujur.

__ADS_1


"Apa boleh, kami menemui nya besok sepulang sekolah Mom?" Ujar Baby Arezia memohon.


"Boleh nanti mama atur pertemuan kalian denga ayah kandung kalian." Ujar Kartik sendu.


"Mam, jangan sedih. Nanti kalo om Radit suruh miliha antara mama atau dia, kami pasti pilih Mami dari pada ia." Ujar baby Arezia menenangkan sang mama.


Kartik sangat terharu mendengar kata panjang, dari anak perempuan nya yang memang sangat irit bicara. "Terima kadih sayang, mam sayang kalian." ujar Kartik sambil memeluk kedua buah hati nya.


Hati Kartik terasa lega, setelah mengungkapkan perasaan nya pada anak kembar nya. Ia hanya bisa berharap, mereka mau menerima segala keputusan Radit nanti. Setelah berbincang dengan anak-anak nya, Kartik segera menghubungi Radit perihal nya permintaan anak-anak.


"Halo Mas, ini aku. Bisa, bicara sebentar." Ujar Kartik kikuk.


"Iya ada apa, Tik. Apa ada yang penting yang harus di bicarakan, sehingga malam-malam begini kamu menelpon ku?" Tanya Radit serius.


"Iya, ini mengenai anak-anak. mereka ingin bertemu kamu secara khusus, apa kamu bisa?" Tanya Kartik dengan perasaan campur aduk.


"Tentu aku bisa meluang kan waktu, kalo untuk mereka. Mau, kapan dan di mana?" Tanya Radit begitu antusias.


"Bagaimana kalo besok siang, saat makan siang. Di restoran, dekat sekolahan mereka?" Tanya Kartik kembali.


"Baiklah nanti kamu shere loc, dimana tempat nya." Ujar Radit tersenyum. Ia sangat gembira, akhirnya anak-anak nya mau menemui nya secara ayah dan anak.


Pagi hari nya seperti biasa Kartik sibuk menyiapkan sarapan untuk kedua buah hati nya dengan di bantu beberapa maid. Selesai memasak seperti biasa, Kartik pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri nya. Sedang para maid yang membawa masakan nya, ke ruang makan.


Selesai sarapan mereka berangkat bersama, saat di perjalanan Kartik membuka suara nya. "Kak, De. Mom semalam sudah bicara sama om Radit, ia setuju menemui kalian di restoran dekat sekolahan. Saat jam makan siang." Ujar Kartik sedikit sendu.


"Baik lah, nanti kita temuin Om Radit. Di restoran dekat sekolahan." Ujar baby Farez tersenyum menenangkan, seakan dari senyum nya mengatakan ia baik-baik saja.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk Karya ini, semoga pembaca semua suka dengan alur cerita mya.

__ADS_1


Mohon dukungan nya untuk karya receh ini, dengan cara like, komen, saran, Kritik, shere, vote dan gif dengan cara memberikan iklan, bunga bermekaran dan secangkir kopi manis.


__ADS_2