
Akhir nya dengan sedikit pemaksaan kepada Kartik, Radit berhasil membawa nya ke subuah restoran dekat kantor Kartik. Di sana orang suruhan Radit sudah mempersiapkan semua, untuk acara lamaran dadakan.
Sesampainya di sana Kartik masih saja cemberut, dan itu terlihat menggemaskan sekali di mata Radit. "Udah sih Tik, masih manyun saja. Senyum kenapa, kalo senyum kamu terlihat sangat cantik tau." Ujar Radit membujuk.
Kartik yang merasa masih kesal, ia hanya mendengus dan mengeluarkan gummy smaile nya. "Udah, di mana meja nya?" Tanya Kartik masih sedikit kesal.
"Kamu lurus belok kanan, di situ tempat nya. Aku mau ke toilet dulu yah, kamu pesen makan duluan saja." Ujar Radit tersenyum.
Kartik hanya menganggukan kepala, dan pergi meninggalkan Radit yang tadi pamit ke Toilet.
Beberapa jam sebelum nya...
Dari sekitar pukul 8 pagi, Radit sudah sampai di restoran yang akan di gunakan untuk makan siang dengan Kartik. Ia akan segera melamar Kartik di restoran tersebut. Setelah memberi arahan kepada asisten nya, supaya menyiap kan sebuah dekorasi yang indah.
Radit ingin memberi kejutan pada Kartik, di dalam restoran privat ada tulisan "WILL YOU, MARRY ME?"
Radit sudah tidak sabar, untuk tinggal bersama si kembar dan ibu nya. Ia berharap Kartik mau menerima nya, untuk menjadi suami sekaligus Ayah untuk baby Farez dan baby Arezia.
Setelah memberi intruksi pada bawahan nya, Radit kembali ke kantor nya. Pekerjaan nya juga masih menggunung, banyak kotrak kerjasama yang harus di periksa ulang. Sekitar pukul 11 siang, Radit menelpon asisten nya untuk menanyakan sudah selesai belum persiapan nya.
Setelah memencet tombol memanggil, tidak lama penggilan pun tersambung. "Bagaimana apa sudah selesai, apa yang saya perintah kan?" Tanya Radit dingin.
"Semua sudah beres, Tuan. Hanya tinggal, menunggu anda datang." Ujar sang Asisten sedikit gemetaran. Padahal ia menghadapi bos nya tiap hari, namun kalo beliau sedang mode begitu masih saja gemetaran.
"Baik, terima kasih." Ucap Radit singkat.
__ADS_1
Ia juga mematikan telpon nya secara sepihak, dan sang Asisten hanya bisa menghela nafas. Memang begitulah si bos nya, kalo kemauan nya sudah terlaksana.
Di masa sekarang...
Radit sebenar nya tidak ke toilet, ia hanya mau menjaga jarak saja. Jadi nanti kalo Kartik membuka pintu dan masuk ke dalam, ia langsung di hadap kan dengan tulisan WILL YOU MARRY ME?. Sedang Radit di belakang Kartik, sudah mempersiapkan sebuah cin-cin berlian bermata biru yang sangat indah.
Dan di ruangan sebelah sudah berkumpul ayah Johan, ibu Risa, ibu Rita, paman Reno dan yang paling penting ada si kembar. Dari beberapa hari yang lalu, semua keluarga sudah di beritau kalo Radit akan melamar Kartik. Semua keluarga setuju, karena memang Kartik anak yang baik.
Saat Kartik membuka pintu ruangan, Kartik begitu terkejut dengan pemandangan di depan nya. Ia melihat sebuah dekorasi yang indah, dengan tulisan yang besar sekali. Tulisan itu adalah "Will You Marry Me? Mama Kembar."
Kartik sampai menutup mulut nya, saking tidak percaya nya. Tidak lama kemudian ada yang menepuk bahu Kartik, seketika ia menoleh dan mendapati Radit telah tersenyum sambil menyodorkan sebuah cin-cin yang indah.
"Tik, maf aku tidak pandai berkata-kata. Tapi yang pasti aku sangat menyayangi mu dan anak-anak, terlepas mereka anak kandung ku atau pun bukan. Jadi untuk pertama dan terakhir kalinya, apa kamu bersedia menjadi istri ku?" Ucap Radit panjang lebar.
Kartik yang mendapat kejutan, sedemikian rupa sangat shock. Ia tidak mampu berkata-kata, ia hanya sanggup menganggukan kepala nya. Radit yang melihat reaksi Kartik hanya tersenyum, ia segera memakaikan cincin tersebut di jari manis Kartik.
"Kalian, ada di sini dari kapan?" Tanya Kartik begitu penasaran.
Semua tersenyum, kemudian baby Farez mewakili menjawab pertanyaan sang ibu. "Kami sudah dari tadi di sini, sebelum mami datang." Ujar Farez menanggapi dengan tersenyum.
"Iya sayang kami sedari tadi sudah berada di sini." Ujar bu Risa menimpali.
Kartik yang mendengar itu, menjadi salah tingkah. Ia segera menarik nafas dalam dan menghembuskan nya, itu ia lakukan untuk menenangkan hati nya.
Setelah itu mereka berkumpul bersama, untuk makan siang. Semua anggota keluarga merasa gembira, dan saat itu juga di tentukan hari pernikahan dan juga resepsi. Mereka sepakat, untuk melaksanakan ijab qobul 1 bulan dari sekarang. Sedang untuk acara resepsi akan di adakan, 3 bulan dari sekarang.
__ADS_1
Begitu kira-kira keputusan yang di ambil ke dua belah pihak, sebenar nya Kartik sedikit keberatan dengan keputusan tersebut. Ia merasa, keputusan ini masih terlalu cepat. Selesai makan, mereka pulang ketempat masing-masing.
Begitu juga dengan Kartik ia kembali ke kantor nya, ia akan menyelesaikan pekerjaan nya. Sedang baby Farez dan Arezia, mereka akan ikut ke rumah bibi Rita.
Tidak terasa sore hari pun tiba, Kartik sudah membereskan dokumen-dokumen yang tadi ia pelajari. Sore ini Radit akan menjemput Kartik di kantor nya, sebagai tanggung jawab nya terhadap calon istri.
Radit telah menunggu Kartik di lobi, sudah dari 10 menit yang lalu. Tidak lama kemudian, Kartik keluar dari lif. Ia berjalan menghampiri Radit yamg sedang duduk sambil menunggu nya.
"Mas, maf aku lama. Sudah lama nunggu nya?" Tanya Kartik tersenyum kikuk.
"Tidak apa-apa, baru 10 menitan lah aku menunggu mu." Ujar Radit tersenyum.
Kartik menganggukan kepala nya, tanda mengerti. Kemudian Radit beranjak dari tempat duduk nya, ia menggandeng mesra calon istri nya. Sesampai nya di mobil, Radit segera membukakan pintu penumpang untuk Kartik.
"Silah kan masuk, tuan putri." Ujar Radit sambil tersenyum.
"Terima kasih, Mas." Ujar Kartik tersenyum bahagia.
Radit hanya membalas dengan anggukan kepala nya dan tersenyum, ia segera masuk ke dalam mobil. Ia melajukan mobil nya, dengan kecepatan sedang. 30 menit kemudian, mereka sampai di rumah bi Rita. Kartik harus, menjemput si kembar.
Sesampainya di rumah bi Rita, Kartik segera masuk dan mengajak mereka pulang ke rumah.
Bersambung...
Maf teman-teman pembaca semua mungkin novel ini akan segera di tamat kan. Mohon maaf, jika ada kata yang kurang berkenan.
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini, semoga pembaca semua suka dengan alur cerita nya.
Mohon dukungan nya dengan cara like, komen, shere, saran, kritik, vote dan gif dengan memberi iklan, sekuntum bunga bermekaran, dan secangkir kopi manis.