Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 42 Si Kembar Sakit


__ADS_3

Pagi hari nya, Baby Farez dan baby Arezia merengek tidak enak badan, dan ternyata mereka sedang demam. "Mami aku tidak sekolah ya, kepala aku pusing sekali." Adu baby Farez manja.


"Mami, kepala aku juga pusing sekali." Ujar Baby Arezia.


Kartik segera memegang dahi kedua anak nya, dan sangat ternyata sudah sangat hangat. "Ya sudah kalian istirahat di rumah, nanti mami telpon guru kalian untuk meminta izin." Ujar Kartik sedikit khawatir.


Sebenar nya, si kembar sudah merasa tidak enak badan sudah hampir 4 hari. Jadi beberapa jam suhu badan nya naik, dan beberapa jam kemudian suhu nya sudah turun.


Jadi, sakit ini mereka tidak begitu merasakan nya. Baru hari ini mereka rasakan kepala nya begitu pusing dan mereka juga kedinginan sampai badan nya bergetar. Oleh karena itu, mereka mau di periksakan ke Dokter di rumah sakit.


Setelah itu, mereka merebahkan diri di kasur kembali. Setelah meminta izin pada guru, Kartik kembali menghampiri anak-anak nya di kamar. Sesampai nya di kamar, si kembar sudah memejamkan mata untuk tidur. Setelah tadi, mereka makan dan minum obat.


Sebenar nya hari ini, Kartik ada rapat penting di kantor nya. Ia menelpon paman Reno, untuk menggantikan nya sementara.


"Halo Asalamu'alaikum, Paman. Kartik boleh minta tolong tidak?" Tanya Kartik.


"Ya walaikum salam, Nak. Minta tolong apa sayang?" Tanya balik paman Reno.


"Ini paman sekarang ada rapat penting, bisa tidak paman menggantikan ku sementara di sana?" Tanya Kartik sendu.


"Baik lah, paman akan mengganti kan mu sementara. Tapi ada apa, tidak biasa nya kamu begini?" Tanya Paman penasaran.


"Ini paman, si kembar Sakit. Aku harus menemani nya di rumah, kasihan kalo mereka di tinggal sendiri." Ujar Kartik menjelaskan.


"Ya sudah, kamu tidak usah ngurusi kantor dulu. Lebih baik kamu fokus pada anak-anak sampai ia sembuh." Ujar Paman Reno.


Baik lah, paman. Terima kasih bantian nya paman. Ujar Kartik tersenyum lembut.


"Baik lah paman akan berangkat ke kantor sekarang, nanti kamu kabari paman. Kabar selanjut nya anak-anak, nanti pulang kantor paman akan menjenguk si kembar." Ujar Paman Reno memberitau.


Telpon berakhir, Kartik kembali ke kamar anak nya untuk mengecek keadaan nya. Setelah di cek ternyata suhu badan si kembar semakin meningkat, Kartik segera memanggil para pengawal.

__ADS_1


"Ka... Kaka Dewa, Ka Mawar tolong kemari. Tolong saya, tolong bawa anak-anak ke rumah sakit." Teriak Kartik lantang agar di dengar oleh mereka.


Beberapa pengawal yang mendengar teriakan Kartik segera menghampiri nya, mereka ingin tau kenapa sang Nyonya berteriak-teriak. Sesampai nya di kamar nona muda nya, mereka mengetuk pintu tersebut.


Tok...


Tok...


Tok...


"Permisi Nyah, ada yang bisa kami bantu?" tanya pengawal 1.


Kartik yang mendengar ada suara dari luar kamar segera membuka pintu kamar tersebut. "Iya ka, tolong bantu saya menggendong si kembar. Mereka sedang demam dan harus di bawa ke rumah sakit, untuk di periksa oleh Dokter." Ujar Kartik khawatir.


"Baik Nya." Ujar Pengawal bernama Rendi. Ia dan pengawal wanita, masuk ke kamar dan menggendong si kembar. Sedang beberapa pengawal membereskan pakaian si kembar, untuk di bawa ke rumah sakit.


Sesampai nya di rumah sakit, mereka segera mendapat kan penanganan dari Dokter. Si kembar di diagnosa kena DBD (Deman Berdarah Dangue), mereka harus di rawat beberapa hari kedepan.


...******************...


Sementara Radit juga seperti merasakan sedikit tidak enak badan. Ia merengek pada ibu nya. "Mam, aku sakit." Ujar Radit mengadu.


Ibu Risa menaut kan alis nya, ia pandang kembali raut wajah anak nya. "Sakit apa? Tidak biasa nya, kamu merengek begitu pada mama?" Tanya bu Risa sidikit lucu.


"Mam, begitu sama aku." Ucap nya manyun. Bu Risa tertawa tertahan, ekspresi wajah nya sangat menggemaskan sekali menurut bu Risa.


"Ya sudah kalo kamu sakit, ayo kita periksa ke rumah sakit." Ajak bu Risa. Sambil mengulurkan tangan nya untuk di gandeng.


"Tidak mau, Mam. Jangan ke rumah sakit yah, mending mama kerokin aku saja." Ujar Radit memohon.


Radit memang, kalo sakit tidak pernah mau ke Dokter. Ia masih trauma dengan Rumah sakit, karena di rumah sakit itu ia hampir kehilangan nyawa nya. Radit pernah hampir terbunuh di rumah sakit, karena ada nya persaingan bisnis.

__ADS_1


Ada saingan bisnis nya yang tidak suka, dengan kejayaan perusahaan nya. Mereka menyewa pembunuh bayaran, mereka menyamar sebagai perawat dan suster di rumah sakit.


Beruntung saat itu Dokter dan perawat yang asli datang, Dokter segera menanyakan siapa mereka. Dokter, itu tidak mengenali perawat dan suster itu. Dokter segera memeriksa ku, dan ternyata ada sedikit racun dalam tubuh ku. Dokter segera menyuntikan obat penangkal racun.


Bu Risa menganggukan kepala nya. "Ahh... Iya yah, mama baru ingat malah." ujar Bu Risa.


"Ya sudah kamu di kerik saja yah, tapi kalo dalam 2 hari kamu belum sembuh. Kamu segera periksa ke Dokter atau ke rumah sakit." Ujar bu Risa.


"Baik lah." Pasrah Radit. Sedang bu Risa, mengulum senyum. Setelah di kerik, Radit makan dan minum obat. Setelah itu ia istirahat di ranjang nya, kurang lebih sekitar 3 jam.


Dan selama 3 jam itu banyak panggilan tak terjawab dari ayah Johan, Kartik dan sekertaris nya. Jumlah panggilan tak terjawab sebanyak 90 kali dari aplikasi hijau, dan ada 30 kali dari panggilan seluler.


Di Aplikasi hijau juga terdapat banyak pesan dari Ayah Johan, paman Reno, bibi Rita dan juga dari Kartik. Jumlah nya sekitar 50 pesan di Aplikasi hijau dan 20 pesan di telpon seluler.


Memang kalo sedang istirahat Radit selalu memakai mode getar atau senyap, supaya bunyi itu tidak mengganggu istirahat nya. Setelah 3 jam istirahat ia merasa lebih baik sekarang, namun ia tidak langsung membuka handpone nya. Ia malah turun ke lantai bawah, untuk mencari maid.


Radit berlalu ke dapur, ia akan meminta maid di dapur untuk membuat kan makanan. Sesampai nya di dapur, hanya ada beberapa maid yang sedang istirahat. Radit segera, meminta tolong di buat kan makanan.


"Permisi mengganggu waktu istirahat nya, bu. Saya boleh minta tolong, buat kan makanan tidak?" Tanya Radit sopan pada maid di dapur.


"Boleh, mau di buat kan apa Tuan muda?" Tanya maid paling tua, bisa di bilang kepala pelayan.


"Em tolong buat kan, nasi goreng dengan telor dadar pake daun bawang." Ujar Radit tersenyum tulus.


"Baik tuan, mohon di tunggu sebentar." Ujar kepala pelayan.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungan nya, untuk karya receh ini. Semoga para membaca suka dengan alur cerita nya.


Mohon dukungan nya untuk Karya ini dengan cara like, komen, saran, kritik, shere, dan gifh berupa bunga bermekaran dan secangkir kopi manis.

__ADS_1


__ADS_2