Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 47 Membiasakan Diri


__ADS_3

Sore hari nya, Radit menjemput si kembar di rumah sakit. Sebenar nya Kartik sudah melarang nya, untuk tidak menjemput mereka di rumah sakit. Dari dalam diri Kartik ada sedikit ketakutan, kalo si kembar akan dekat dengan Ayah biologis nya.


Tapi Akhir nya Kartik hanya bisa menghela nafas, karena Radit kekeh akan menjemput mereka. Di dalam telpon, Radit memberi sedikit ancaman pada Kartik.


Ancaman itu ialah jika hari ini ia tidak di izinkan, untuk menjemput nya di rumah sakit. Maka Radit akan membawa anak-anak pergi jauh, dari jangkauan ibu nya. Dan juga ia akan memberitaukan yang sebenar nya, bahwa Radit adalah ayah kandung mereka.


Dan sebenar nya, Kartik masih belum siap untuk berbagi kasih sayang si kembar. Biar kan orang berkata Kartik egois, tapi begitu lah kenyataan nya. Sesampai nya di rumah Kartik segera menggendong baby Arezia,sedang Radit menggendong baby Farez.


Memang postur tubuh Farez lebih besar, di bandingkan dengan Arezia yang badan nya lebih kecil. Mereka masuk kedalam rumah, dan menuju kamar si kembar. Setelah meletakan baby Farez dan baby Arezia di Ranjang, mereka berdua keluar dari kamar anak-anak.


"Kamu mau minum, Mas. Biar aku yang ambilkan nya." Tawar Kartik tersenyum.


"Boleh, tolong buat kan teh manis hangat yah." Ucap Radit balas tersenyum. Kartik segera beranjak ke dapur, untuk membuatkan teh manis hangat dan juga beberapa cemilan yang ada di lemari pendingin.


Sekitar 10 menit Kartik keluar dengan seorang maid yang membawa nampan berisi 2 gelas teh manis, dan beberapa cemilan di dalam toples. "Silahkan Mas, di minum dulu teh nya nanti keburu dingin." Ujar Kartik ramah.


"Terima kasih, saya minum yah." Ujar Radit tak kalah ramah. Kartik hanya menganggukan kepala nya.


30 menit kemudian, Radit pamit pulang karena hari sudah mulai malam. "Tik, aku pamit pulang yah. Kamu hati-hati jaga anak-anak, jangan kecapean." Nasehat Radit.


"Iya Mas, terima kasih nasehat nya." Ujar Kartik tersenyum tulus.


Setelah Radit pulang, Kartik hanya menghela nafas. Ia memanggil salah satu maid, untuk membereskan meja depan. Setelah itu Kartik menuju kamar nya untuk istirahat, ia lelah berhari-hari harus menjaga anak-anak nya, tidur nya tidak teratur sama sekali.


Sekitar pukul 8 malam, Si kembar terbangun dan memanggil ibu nya. "Ma.. Ma.." Panggil baby Fares lirih.

__ADS_1


Pengawal yang pendengar suara tuan muda nya, segera menghampiri nya. "Ada yang bisa di bantu, baby?" Tanya pengawal bernama joko sambil tersenyum ramah.


"Iya Om, aku haus dan lapar bisa ambilkan aku makan dan minum?" Tanya baby Farez dengan polos nya.


"Baik lah baby, kamu tunggu sebentar. Nanti aku suruh Maid, bawakan makanan dan minuman untuk kamu." Ujar Om Joko.


"Baik om, saya tunggu. Terima kasih yah." Ujar Baby Farez. Om Joko, hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum manis.


Tidak lama kemudian, Kartik datang ke kamar anak nya. Tapi sebelum itu, ia terlebih dahulu bertemu denga Joko yang jalan terburu-buru. "Ka, ada apa jalan nya terburu-buru gitu?" Tanya Kartik tersenyum.


"Eh ini Nyonya, tuan muda sedang haus dan lapar dia ingin makan dan minum. Saya akan kedapur, untuk meminta tolong maid menyiapkan makanan dan minuman." Ujar Joko menunduk.


"Oh ya sudah, saya ke kamar anak-anak yah." Ucap Kartik. Sesampainya di kamar, Kartik segera memeluk anak-anak nya.


Tidak lama kemudian Joko dan seorang maid datang membawa bubur dan air putih untuk baby Farez dan Arezia.


Tok...


Tok...


"Permisi Nyah, ini makanan untuk anak-anak." Ujar Maid yang mengantar makanan.


"Iya bu, silahkan masuk." Ujar Kartik tersenyum.


Setelah Maid dan pak Joko keluar kamar, Kartik segera menyuapi anak-anak nya. Setelah selesai menyuapi anak-anak nya, Kartik memberi obat yang dari Dokter tadi. Setelah itu, ia kembali ke kamar nya. Ia kembali merebahkan badan nya, di ranjang nya.

__ADS_1


Pagi hari nya...


Seperti biasa nya ia akan sibuk di dapur, untuk memasak makanan. Selesai memasak Kartik segera mengambil kan makanan, untuk anak-anak mereka harus segera minum obat. Untuk sementara, si kembar belum boleh masuk sekolah.


Mereka masih izin beberapa hari lagi, paling tidak sampai obat dari Dokter itu habis. 3 hari telah berlalu, obat dari Dokter juga sudah habis. Tapi si kembar masih di suruh cek up lagi, ke rumah sakit.


Mereka di rumah sakit selama hampir 3 jam, Radit juga berusaha meluangkan waktu nya untuk menemani si kembar. Semua hasil cek up, menunjukan semua baik-baik saja. Setelah itu, Radit mengantar Kartik dan anak-anak pulang.


Saat perjalanan pulang Anak-anak mengelu lapar, mereka mampir di sebuah restoran untuk makan malam terlebih dahulu. Si kembar memesan makanan kesukaan nya, begitu juga dengan Radit dan Kartik.


Selesai makan malam, mereka segera pulang kerumah. Karena kekenyangan Anak-anak jadi mengantuk, tidak lama si kembar pulas dalam tidur nya. Saat di jalan Radit kembali menanyakan Kapan kira nya Kartik akan memberi tau anak-anak tentang diri nya.


Namun jawaban Kartik masih sama, ia meminta waktu untuk membicarakan nya dengan si kembar. Ia juga berkata jujur, belum sanggup melihat kasih sayang si kembar akan di bagi kan ke orang lain. Walau ia, ayah kandung nya sendiri.


Radit hanya bisa menghela nafas nya, ternyata masih sulit untuk nya menerima ku. Walau aku selalu berusaha mendekatkan diri pada mereka, tapi Radit harus bisa bersabar untuk itu semua. Ia akan menunggu, sampai mereka membuka hati nya untuk ku.


Namun ada yang tidak mereka ketahui, bahwa baby Arezia mendengar semua yang di katakan oleh om Radit dan juga mami nya. Obrolan selesai, saat mobil berhenti tepat di depan rumah Kartik. Tidak lama baby Farez dan baby Arezia, sudah di gendong oleh para pengawal.


Sesudah itu, Radit segera melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Sekitar 20 menit, ia sampai di apartemen nya. Malam ini ia akan menginap di sana, karena tadi ia meninggal kan pekerjaannya begitu saja. Jadi sebagai ganti nya ia harus lembur, untuk mengejar dead line esok pagi.


Ia lembur di apartemen sampai pukul 12 malam. Selesai lembur, ia segera membersihkan diri dan mengistirahatkan badan nya yang telah lelah.


Pagi hati nya, Radit di bangun kan dengan suara dering telpon. Yang tidak ada henti nya sebelum di angkat. Dan ternyata, yang menelpon itu adalah sang adik Alisa.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini, semoga pembaca semua suka dengan alur nya.


Mohon dukungan nya untuk Karya receh ini dengan cara like, komen, saran, kritik, vote dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.


__ADS_2