Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 53 Kesiangan


__ADS_3

Pagi hari nya Kartik, Radit dan kedua anak nya baru pulang dari pantai. Sedang yang lain nya, sudah pulang ke rumah masing-masing dari semalam. Mereka pulang sekitar pukul 6 pagi, setelah melihat matahari terbit di tepi pantai.


Radit mengantarkan, Kartik dan anak-anak pulang ke rumah nya. Sedang baju-baju kemarin, mereka tinggal di rumah orang tua Radit. Mungkin sore nanti, akan Kartik ambil baju-baju itu.


Sesampainya di rumah, Kartik segera menuju kamar nya. Begitu juga dengan anak-anak nya, mereka bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Para maid juga sudah masak makanan yang sederhana, berupa nasi goreng dan telur mata sapi.


Selesai sarapan, Kartik mengantar kan anak-anak ke sekolah. Setelah itu ia berangkat ke kantor nya, hari ini ada rapat penting dengan PT. TIRTA KENCANA CORP. Mereka akan membahas perpanjangan kerja sama, antara 2 perusahaan besar.


Pertemuan itu, di adakan di restoran dekat kantor Kartik. Itu berlangsung, sekitar 2 jam lama nya. Dari pukul 10 pagi, sampai pukul 12 siang. Selesai makan siang, Kartik pamit untuk undur diri terlebih dulu. Ia masih ada pertemuan, sekitar pukul 2 siang.


Sesampai nya di kantor, Kartik di hadapkan dengan dokumen yang menggunung di meja nya. Ia mengerjakan beberapa berkas, sampai sekertaris nya memperingatkan kalo sebentar lagi pertemuan akan segera di mulai.


Kartik segera, merapikan berkas yang tadi di kerjakan nya. Pertemuan memang, di adakan di ruang rapat di perusahaan ini. Jadi Kartik masih sedikit punya waktu, untuk merapikan penampilan nya.


Setelah rapi Kartik segera menuju ruang rapat, dan itu bertepatan dengan datang nya relasi bisnis tersebut. Mereka saling berjabat tangan dan masuk keruangan. Tidak menunggu lama, rapat segera di mulai. Dan ternyata, rapat berjalam sangat alot.


Sudah hampir 2 jam, rapat masih saja belum selesai. Kartik sudah sangat kesal, dengan kesepakatan yang tak kunjung selesai. Akhir nya di putuskan rapat akan di teruskan minggu depan, masih dengan agenda yang sama.


Sekarang jam sudah menunjukan pukul 6 sore, hampir seluruh karyawan sudah pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Kartik, ia sedang bersiap untuk pulang ke rumah nya.


Sesampai nya di rumah Kartik segera membersihkan diri nya. Setelah rapi ia pergi ke dapur, untuk melihat masakan sudah siap atau belum?. Setelah dari dapur ternyata makanan sudah siap, Kartik pergi ke kamar si kembar.


Tok...


Tok...


"Sayang, kita makan yuk sudah malam nih." Ajal Kartik pada kedua anak kembar nya.

__ADS_1


Si kembar yang mendengar pintu di ketuk dan suara ibu nya, mereka segera membuka pintu kamar nya. "Ya Mam, ada apa?" Tanya baby Arezia tersenyum lembut.


"Kita makan yuk, udah malam nih. Mami sudah lapar sekali." Ujar Kartik sambil memegang perut nya.


Baby Farez dan baby Arezia saling pandang. Tidak lama kemudian, mereka menganggukan kepala dan tersenyum. "Ayo mih, kita juga sudah lapar." Sambut baby Arezia tersenyum manis.


Mereka berjalan ke ruang makan, dan duduk di sana. Kartik segera, mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk kedua anak nya. Setelah itu ia mengambil makanan, untuk diri nya sendiri.


"Sebelum makan, berdoa dulu yah sayang. Ayo baby Farez pimpin doa makan untuk kita semua." Ujar Kartik tersenyum.


"Baik, mam." ujar Baby Fares.


Selesai berdoa, mereka segera memakan makanan nya. Setelah makan, si kembar kembali ke kamar masing-masing. Begitu juga dengan Kartik, ia masuk ke ruang kerja nya.


Sesampainya di ruang kerja, Kartik segera duduk dan membuka berkas-berkas yang tadi di bawa nya pulang. Sekitar pukul 11 malam, Kartik menghentikan kegiatan nya. Perut nya terasa lapar kembali, ia beranjak ke dapur untuk membuat susu hangat dan beberapa lembar roti tawar dengan selai coklat.


Selesai makan dan minum susu hangat, Kartik segera masuk ke kamar nya. Namun sebelum itu ia menghampiri kamar anak-anak nya, ia ingin mencium kening mereka sebagai tanda sayang nya.


Setelah menyelesaikan ritual nya, Kartik segera istirahat. Ia khawatir, bangun terlamat di esok hari. Pagi hari nya, alarm jam sudah berbunyi sedari 1 jam yang lalu. Namun Kartik masih terlelap, mungkin efek kecapaian kerja.


Beruntung si kembar, biasa terbangun di pagi hari. Mereka segera bersiap, untuk pergi kesekolah. Sekitar pukul 06.30 pagi, Kartik baru terbangun dari tidur nya. Ia terkejut dan buru-buru keluar dari kamar nya, ia segera bergegas ke kamar anak nya.


Sesampai nya di sana, Kartik mendapati kamar sudah kosong. Tidak lama kemudian, seorang maid lewat di depan Kartik. Ia segera memanggil, maid tersebut. "Bi Sri, anak-anak di mana? Kok, di kamar nya tidak ada?" Tanya Kartik sedikit khawatir.


"Anak-anak sudah berangkat kesekolah 5 menit yang lalu, Nyah." Ujar Bi Sri tersenyum.


"Baik lah, terima kasih info nya bi. Mereka berangkat sama siapa, Bi?" Tanya Kartik kembali.

__ADS_1


"Tadi di jemput Tuan Radit, Nyonyah." Ujar bi Sri.


"Ya sudah, Bi. Kamu kembali lanjutan pekerjaan nya, saya mau balik ke kamar dulu." Pamit Kartik dan hanya di balas anggukan oleh Bi Sri seraya tersenyum.


Setelah pamit dengan bi Sri, Kartik berjalan menuju ke kamar nya. Ia harus segera pergi ke kantor, sedari tadi Sekertaris nya sudah di menelpon nya. Saat ini handpone Kartik dalam mode senyap, jadi ia tidak mendengar bunyi telpon atau pun bunyi pesan yang masuk.


Sesampai nya di kantor, Kartik segera menuju ke ruangan nya. Di sana sudah banyak berkas, dan dalam minggu ini harus selesai. Sebelum menyelesaikan pekerjaan nya Kartik meminta tolong kepada Sekertaris nya, untuk membuat teh manis panas.


Sekitar 15 menit, teh panas baru di antarkan oleh Ofice girl (OG ). "Silahkan Bu, minum nya." Ujar OG bernama Rina.


"Terima kasih, Bu Rina." Ujar Kartik tersenyum.


"Sama-sama, Bu." Ujar Bu Rina balas tersenyum.


Setelah kepergian Bu Rina, Kartik kembali fokus dengan pekerjaan nya. Saat jam makan siang, Radit sengaja mengunjungi Kartik. Ia akan mengajak nya makan siang bersama, di sebuah restoran dekat kantor Kartik.


Kartik yang tidak tau kedatangan Radit, ia sedikit terkejut. "Mas, ada apa kamu kesini?" tanya Kartik tersenyum kikuk.


"Aku mau ngajak kamu makan siang bersama, ada yang harus saya bicarakan dengan mu?" Ujar Radit tegas.


"Mau bicara apa? Udah di sini saja, aku sedang malas keluar kantor." Ujar Kartik cemberut.


"Tidak bisa di bicarakan sembarangan tempat, ayo lah sebentar saja." Bujuk Radit.


Kartik menghela nafas dan menganggukan kepala nya. "Ayo tapi jangan lama-lama, pekerjaan saya masih menggunung." Ujar Kartik sewot.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini, semoga pembaca semua suka dengan alur cerita ini.


Mohon dukungan nya untuk karya ini dengan cara like, komen, shere, saran, kritik, vote dan gith berupa bunga bermekaran, iklan, dan secangkir kopi manis.


__ADS_2