Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 44 Menginap


__ADS_3

Radit sedikit merasa bersalah pada Kartik, ia sudah berprasangka buruk pada nya. "Maaf yah, aku sudah menuduh mu tidak kasih kabar tentang keadaan si kembar." Ujar Radit penuh penyesalan.


Kartik hanya diam membisu, ia merasa lelah hati dan pikiran. Ia belum istirahat, dari pagi sampai sekarang. "Mas aku lelah, tolong jangan tambah beban pikiran ku." Ucap Kartik lirih.


"Baik lah, ini sudah malam. Lebih baik kamu istirahat, biar aku yang jaga anak-anak." Ujar Radit tersenyum.


Kartik hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja. Kartik istirahat di sofa di dalam ruang VIP. Sedang Radit, ia hanya duduk dan memperhatikan Kartik dan anak-anak tidur. Sekitar pukul 2 dini hari, Radit baru tertidur. Sedang 30 menit kemudian, Kartik baru terbangun dari tidur nya.


Bertepatan dengan Arezia yang terbangun, ia mengeluh haus. "Mam, aku haus." lirih Arezia. Kartik yang mendengar samar-samar seseorang memanggil nya, segera menoleh ke Arezia dan Farez. "Iya sayang sebentar Mam, ambilin." Ujar Kartik tersenyum manis.


Kartik segera bergegas menghampiri sang anak, untuk memberi nya minum. Tidak lama kemudian, baby Farez juga bangun dan mengeluhkan hal yang sama.


Radit yang mendengar orang berbicara, segera terbangun dari tidur nya. Ia mendapati Kartik dan anak-anak, sedang berbincang pelan sekali. "Eh kalian sudah bangun, bagaimana perasaan kalian?" Tanya Radit tersenyum tipis.


"Eh.. Ada om Radit, om sedang apa di sini?" Ucap baby Farez tersenyum.


Radit tersenyum, kemudian menjawab. "Aku sedang menemani Mami kalian, menunggu di sini. Kasihan Mami, dari pagi belum istirahat." Bisik Radit.


Baby Farez hanya cekikikan, setelah mendengar bisikan dari Radit. "Kenapa kalian berbisik, lagi ngegosipi Mamy yah?" tanya Kartik penasaran.


"Ah.. Tidak Mam, mungkin hanya perasaan Mami saja." Ucap Farez tersenyum.


"Beneran, kalian tidak menggosipkan Mami?" Tanya Kartik sekali lagi. Radit dan Farez hanya mengedik kan bahu nya, tanda tidak mau menjawab pertanyaan Kartik.


Kartik hanya menghela nafas, melihat kelakuan ayah dan anak. "Ya sudah, ini masih malam sekarang tidur lagi." Ujar Kartik memberitau.


"Baik lah Mami, kami tidur." Ujar si kembar mereka bahagia, seakan mereka mempunyai keluarga yang utuh.

__ADS_1


Sebelum memejamkan mata nya, baby Arezia berbisik pada Radit. "Om terima kasih, kami seakan mempunyai keluarga lengkap." Bisik Baby Arezia sendu.


Radit yang mendengar perkataan tersebut. Hati nya mencelos, seakan tubuh nya tak bertulang. 'Kasihan sekali anak ini, coba dulu aku tidak meninggalkan ibu nya terlebih dahulu. Mungkin kejadian nya tidak seperti ini.' Ucap nya dalam hati.


Radit menganggukan kepala nya dan tersenyum, kemudian berkata. "Sudah sekarang, kamu bobo lagi yah." Ucap Radit sambil menaikan selimut nya sampai ke dada.


Baby Farez dan Arezia sudah terlelap, sedang Kartik pergi ke kamar mandi. Setelah selesai, Kartik duduk kembali di atas sofa. Sedang Radit, kembali merebahkan diri nya di atas sofa kembali.


Saat ini sudah pukul 4 pagi, perut Kartik sudah keroncongan minta di isi. Beruntung masih ada sisa, beberapa potong martabak yang tadi malam di bawa oleh Radit. Kartik segera memakan nya dan setelah itu, ia beranjak ke kamar mandi lagi untuk mengambil air wudhu.


Azan subuh telah berkumandang, Kartik kembali membangun kan Radit untuk melakukan kewajiban umat muslim. Setelah sholat subuh, mereka sedikit berbincang. Dan tidak berapa lama, anak-anak terbangun. Mereka, mengeluh lapar.


"Mam... Mam... Aku, lapar ingin makan bubur." Ujar baby Farez.


Kartik merasa ada yang memanggil, ia menoleh pada anak-anak nya. "Ya sayang, kamu ingin makan bubur? Biar nanti Mam, cari di depan rumah sakit." Ujar Kartik dengan senyum yang mengembang.


Kartik yang mendengar Radit mengajukan diri untuk mencari bubur, hanya bisa menganggukan kepala nya pasrah. Radit segera beranjak dari tempat duduk nya, berlalu pergi ke luar rumah sakit untuk membeli bubur untuk anak-anak nya.


Hari masih pagi di luar, belum ada yang datang untuk jualan. Namun 10 menit kemudian, tukang bubur Ayam baru datang. Radit, segera menghampiri tukang bubur tersebut.


"Pak pesan bubur ayam nya campur 4 di bungkus, sambel sama kerupuk nya di pisah. Pak minta sate telur puyuh nya 4, sate usus nya juga 4." Ujar Radit tersenyum ramah.


"Baik pak mohon di tunggu sebentar, saya akan menyiapkan nya terlebih dahulu. Silahkan, bapak duduk terlebih dahulu." Ujar tukang bubur tersenyum tak kalah ramah.


Sekitar 15 menit pesanan Radit telah siap untuk di berikan pada Radit. "Permisi pak ini pesanan nya, semua nya jadi 60 ribu." Ucap tukang bubur.


Radit menoleh pada tukang bubur tersebut. "Baik pak, ini uang nya." Ujar Radit tersenyum sambil mengulurkan uang sebanyak 70 ribu.

__ADS_1


Tukang bubur tersebut menyambut uluran tangan Radit dan mengambil uang tersebut. "Ini pak, kembalian nya." Ujar pak tukang bubur sambil mengulurkan uang 10 ribu.


Radit yang sudah melangkah beberapa langkah, pun menoleh saat di panggil tukang bubur tersebut. "Kembalian nya, ambil saja pak." Ujar Radit tersenyum dan segera masuk ke dalam rumah sakit.


Pak tukang bubur mengucap kan syukur. "Alhamdulilah, terima kasih banyak pak." Ujar tukang bubur. Memang ia juga sedang membutuh kan banyak biaya, untuk lahiran anak ke 2 nya.


Sesampai nya di kamar anak-anak, Radit segera memberikan bungkusan bubur itu pada Kartik. "Ini bubur nya, Tik. Maf lama, tadi menunggu tukang bubur nya datang dulu." Ujar Radit sedikit menjelaskan.


"Iya, tidak papa. Terima kasih yah." Ujar Kartik menganggukan kepala dan tersenyum.


Kartik segera mengambil 1 bungkus bubur ayam tersebut, dan menyuapi kedua anak nya secara bergantian. Sekitar 10 menit, mereka baru selesai makan. Setelah memberikan minum, untuk ke dua nya.


Kartik segera memakan bubur nya, karena ia juga telah kelaparan sedari tadi. Selesai makan Kartik beranjak ke kamar mandi, setelah Radit keluar dari kamar mandi. Setelah dari kamar mandi, Radit segera memakan sarapan nya.


Tidak lama kemudian pak johan dan bu Risa datang membawa sarapan, untuk Radit dan Kartik. Sekitar pukul 8 pagi, Radit pamit pulang untuk pergi bekerja.


"Sayang, om pulang dulu yah. Om harus ke kantor, untuk bekerja." ujar Radit berpamitan.


"Om nanti malam jagain kita lagi yah." Ujar Arezia memohon.


"Iya, kalo boleh sama Mami kalian. Nanti om nginap lagi, jagain kalian." Ujar Radit tersenyum lembut.


Mereka menganggukan kepala nya, "Baik lah terima kasih tadi malam, om sudah jagain kami dan Mami." Ujar Farez tersenyum lembut.


Bersambung...


terima kasih atas semua dukungannya, untuk karya ini. semoga para pembaca suka dengan alur ceritanya.

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya ini dengan cara like, comment, share, vote, saran, kritik dan gif dengan cara memberi bunga bermekaran dan secangkir kopi manis.


__ADS_2