Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 33 Anti Virus


__ADS_3

Hari ini adalah hari peluncuran anti virus yang di buat oleh baby Farez, dan akan di pasar kan oleh perusahaan milik baby Arezia. Mereka berkolaborasi, untuk memajukan perusahaan yang mereka kelola.


Pagi hari Kartik tengah sibuk menyiap kan sarapan, untuk anak-anak nya. Setelah menyiap kan sarapan, Kartik pergi ke kamar nya untuk membersihkan kan diri nya dan berganti baju.


Setelah rapi dengan pakaian kantor nya, Kartik segera menuju ke ruang makan. Di situ sudah ada baby Farez dan baby Arezia, yang sudah menunggu sedari tadi. Mereka sarapan bersama, dan berangkat ke sekolah dengan di temani pengawal.


Selesai sarapan Kartik akan menghadiri peluncuran anti virus. Snail virus saat ini begitu di takuti oleh para pengusaha, virus tersebut berjalan lama tanpa terdeteksi oleh sistim anti virus yang lain nya.


Para pengusaha berkumpul dalam 1 gedung yang sama, tempat di mana acara peluncuran anti Snail virus di laksanakan. Acara akan di laksanakan pukul 9 pagi, namun sudah dari pukul 8 pagi gedung tersebut sudah ramai. Hari ini hari jumat, si kembar akan pulang sekolah pukul 9.30 pagi.


Mereka juga akan ada di gedung itu, namun di balik layar. Di berbagai sudut gedung, sudah banyak di pasang cctv. Pengawal yang mengawal si kembar juga tidak tau, kalau si kembar berada di luar rumah.


Yang mereka tau si kembar sedang berada di kamar nya, karena kebiasan si kembar kalau di rumah pasti berada di kamar nya. Mereka sangat betah di kamar, mereka baru keluar rumah kalau ibu nya sedang berada di rumah.


Hampir semua pengusaha memesan anti virus tersebut, tidak terkecuali. Walau merogoh kocek yang begitu dalam, namun tidak masalah asal kan perusahaan mereka aman dari virus tersebut.


Kartik juga memesan, untuk perusahaan nya yang di jepang. Setelah memesan anti virus, Kartik tidak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki. Kartik yang merasa menabrak seseorang, reflek meminta maaf kepada orang tersebut.


Sedang orang yang di tabrak oleh Kartik, hanya diam mematung. Kartik yang sedang terburu-buru, meninggal kan orang tersebut begitu saja. Setelah kepergian Kartik orang itu baru tersadar, dan mencari keberadaan orang yang di tabrak tadi.


Laki-laki itu adalah CEO dari PT Dirgantara Corp, Ia bernama Elang pamungkas. Dia CEO yang tidak tersentuh, sikap nya sangat dingin sedingin Esbatu. Sejak kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua nya, dan dia di temukan orang yang baik namun juga kejam.


Elang di didik sangat keras oleh penolong nya, sebut saja pak Gio pamungkas seorang Mafia yang kejam.

__ADS_1


Sementara itu baby Farez dan baby Arezia sudah kembali kerumah mereka, dan itu tanpa sepentahuan para pengawal. Mereka sangat puas, karena banyak sekali yang memesan anti virus itu.


mereka sudah berhasil masuk ke rumah, tidak lama kemudian pintu kamar terbuka. Dari dalam selimut, mereka bernafas lega karena tiba pada waktu nya. Nenek Rita segera membangun kan merela berdua.


"Baby bangun yuk, kita makan siang dulu. Nenek sudah masak, makanan kesukaan kalian." Ujar nenek Rita sambil menggoyangkan lengan baby Farez dab baby Arezia.


Mereka pura-pura baru bangun dari tidur nya, mereka menguap dan meregang kan otot-otot nya. "Nenek kapan datang kemari? Aku kangen tau sama nenek?" Ucap baby Farez manja dan di angguki oleh baby Arezia.


"Maaf yah sayang, nenek sekarang sedang sibuk mempersiap kan pernikahan om Farhan." Ujar Nenek tersenyum.


"Memang, kapan om Farhan akan menikah?" Tanya Farez penasaran.


"Seminggu lagi, ayo sekarang kita pergi. Kamu sama kembaran mu, harus ikut fiting baju untuk perwakilan mempelai pria." ajak bibi Rita sambil tersenyum.


"Nek, nanti kalo mami nyariin kita gimana?" Tanya Baby Farez.


Mereka menganggukan kepala nya tanda mengerti, setelah itu mereka mencuci muka dan ganti baju. Barubturun kemeja makan untuk makan siang, setelah itu baru berangkat ke butik untuk fiting baju anak.


Bibi Rita juga sudah menyiap kan sebuah gaun yang cantik, yang akan di kenakan oleh Kartik nanti. Bibi Rita dan paman Reno sudah menganggap Kartik anak perempuan nya, ia juga menganggap si kembar sebagai cucu nya.


Sesampai nya di butik baby Farez dan arezia di suruh mencoba baju, yang telah di siap kan oleh pihak butik. Mereka sangat cocok dengan baju tersebut. Sampai-sampai pihak butik meminta si kembar, untuk jadi menjadi brand ambasador butik tersebut.


Tapi mereka menolak secara halus, untuk menjadi brand ambasador. Mereka memberi alasan, masih harus fokus pada sekolahan. Dan pihak butik dapat memahami nya, tapi mereka masih berharap kalau si kembar berubah pikiran.

__ADS_1


Mereka di butik sampai sore hari, karena bukan cuma mereka saja yang fiting baju. Namun, banyak pasangan pengantin yang lain nya juga. Setelah dari butik mereka mampir ke cafe seberang butik, mereka di sana menunggu Kartik datang dari kantor.


Sekitar pukul 5 sore, Kartik baru menyusul ke cafe tersebut. Sesampai nya di cafe, mata Kartik berkeliling mencari si kembar dan bibi Rita. Baby Farez yang melihat ibu nya, pun pelambaikan tangan nya sebagai tanda kalau mereka berada di sini.


Kartik yang melihat anak laki-laki nya melambaikan tangan, ia segera menghampiri nya. "Sayang, sudah lama di sini. Mami, nyariin loh dari tadi." Ujar Kartik tersenyum.


"Mam, ko lama sih. Aku kangen tau sama Mami." Ujar baby Farez tersenyum.


"Ayo sini buruan duduk, kita makan dulu baru pulang kerumah." ajak Bibi Rita tersenyum tulus. Kartik menganggukan kepala nya dan segera mengambil tempat duduk di dekat bibi Rita.


Bi, kapan acara pernikahan kak Fahri di laksanakan? Tanya Kartik tersenyum.


"Kalo tidak halangan, akan di ada kan 1 minggu lagi. Nanti kamu pake gaun yang warna nya sama, dengan keluarga kami yah. Saya sudah pesan kan dari jauh hari, nanti tinggal ngepasin saja." Ujar Bi Rita.


"Baik, Bi. Kapan aku bisa ngepasin gaun itu bi?" Tanya Kartik tersenyum tulus.


"Hari ini juga bisa, kalo cuma mau ngepasin saja. Oh iya tadi si kembar, di tawarin jadi brand ambasador butik di depan itu. Tapi mereka menolak nya, dengan alasan sekolah." Ujar Bi Rita memberi tau kan info tadi.


Kartik, hanya menanggapi dengan menganggukan kepala nya. "Ya sudah, bi. Aku mau ngepasin gaun nya sekarang saja, biar tidak bolak-balik." ujar Kartik tersenyum.


Selesai menyelesaikan makan nya, Kartik, bibi, dan si kembar bergegas kembali ke butik.


Bersembung....

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga sahabat suka sama jalan cerita nya.


Mohon dukungan nya untuk karya ini...


__ADS_2