
Sesampai nya di butik, di dalam sudah agak sepi. Hanya tinggal sepasang calon pengantin saja, Kartik masuk dan menemui disaener yang bertanggung jawab.
"Permisi ka, bisa bertemu dengan ibu Tita apriliani?" Tanya Kartik tersenyum ramah.
"Bisa Ka, mohon di tunggu sebentar yah." Ujar pelayan butik tersebut. Kartik menganggukan kepala nya, tanda mengerti.
"Baik lah, saya tunggu. Terima kasih, ka." Ujar Kartik tersenyum ramah.
"Sama-sama Ka." Balas pelayan tersebut.
Tidak lama kemudian ibu Tita datang bersama asisten nya, untuk menemui Kartik di ruang tunggu.
"Permisi, benar dengan ibu Kartik." Sapa ibu Tita disainer sarta pemilik butik Tita.
"Iya benar saya Kartik, bu. Ini dengan, ibu Tita?" Tanya Kartik tersenyum ramah.
"Benar saya, Tita pemilik butik ini. Ayo, mari kita ke kamar pas sekarang. Biar tau, bagian mana saja yang harus di perbaiki." Ujar ibu Tita pemilik butik.
Kartik mengikuti bu Tita ke kamar pas yang masih kosong, sedang asisten bu Tita sudah memepersiapkan baju yang akan di kenakan oleh Kartik. Mereka masuk bersama-sama keruang ganti, untuk membantu memakaikan gaun tersebut.
Kartik mengenakan gaun tersebut, dan terlihat sangat cantik sekali. Ibu Tita dan asisten nya, sangat takjup dengan kecantikan yang terpancar dalam diri kartik. Gaun tersebut, sangat pas dan tidak ada yang perlu di perbaiki lagi. Baik bu Tita maupun Kartik, sangat puas dengan hasil tersebut.
Setelah dari butik, Kartik balik lagi ke cafe yang tadi. Bibi Rita dan si kembar masih menunggu Kartik, mereka akan pulang ke rumah bersama. Rumah Kartik dan paman Reno, rumah nya 1 arah jadi bisa sekalian mengantarkan nya.
Sesampai nya di rumah paman Reno, bibi Rita segera turun dari mobil Kartik. "Sayang mampir main dulu, yuk." Ajak bibi Rita sambil tersenyum.
"Terima kasih bi, lain kali saja. Ini sudah malam, kasihan anak-anak sudah ngantuk." Ujar Kartik tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah, kalo begitu kalian hati-hati di jalan yah." Ujar bibi Rita melambaikan tangan. Kartik menganggukan kepala nya dan membalas melambaikan tangan nya.
Setelah bibi Rita masuk Rumah, Kartik segera tancap gas untuk pulang kerumah nya. Waktu sudah menunjukan pukul 8.30 malam, sekarang jam nya tidur untuk si kembar.
Sesampai nya di rumah, si kembar sudah tertidur di bangku belakang. Pengawal wanita yang menggendong baby Arezia, dan pengawal pria yang menggendong baby Farez. Mereka meletakan si kembar, di kamar mereka berdua.
Mereka juga di gantiin baju sekalian oleh pengawal yang menggendong mereka. Sedang Kartik pergi ke kamar nya, untuk mandi dan ganti baju setelah itu ia istirahat.
...********************...
Sedang Radit dari gedung, tempat pertemuan para pengusaha dan juga tempat demo anti virus. Dia melajukan mobil nya ke kantor, karena sebentar lagi akan ada pertemuan dengan CEO dari PT Dirgantara Corp.
Mereka akan membicarakan, kelanjutan kontrak kerjasama yang sudah mereka jalin. Pertemuan akan di laku kan, di sebuah restoran jepang di jalan X sekitar pukul 12 siang.
Tapi sebelum berangkat ke pertemuan dengan pak Elang Pamungkas(CEO Dirgantara corp), Radit terlebih dahulu menyelesaikan berkas yang menumpuk di atas meja. Radit mempelajari, beberapa berkas yang janggal menurut nya.
Tidak lama kemudian asisten Radit mengetuk pintu, untuk mengingat kan acara pertemuan dengan PT Dirgantara corp. Radit hanya menganggukan kepala nya, dan segera memberes kan berkas di meja nya.
"Selamat siang, dan selamat datang pak Elang." Ujar Radit sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Selamat siang juga, pak Radit." Ujar Elang sambil menyambut uluran tangan Radit.
"Ayo silah kan duduk, Pak." Ujar Asisten Radit mempersilahkan.
"Baik terima kasih sebelumnya." ujar asisten Elang Pamungkas.
"Baiklah sebelum rapat in dimulai lebih baik kita makan siang lebih dahulu." ujar asisten Radit tersenyum ramah .
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu silakan Anda memesan duluan." ujar asisten Elang Pamungkas balas tersenyum tak kalah ramah pula.
Setelah makan siang bersama, mereka membicarakan tentang perpanjangan kontrak kerjasama. Setelah 1 jam mereka membicarakan kontrak kerjasama, akhirnya diputuskan bahwa kerjasama akan diperpanjang untuk satu tahun kedepan.
Karena menurut mereka, kerjasama ini sangat menguntungkan untuk kedua belah pihak. Sekitar pukul 02.00 siang pertemuan selesai Radit dan asistennya kembali ke kantornya. Sedangkan untuk pak Elang dan asistennya, mereka akan ke pertemuan yang selanjutnya.
Radit sangat puas dengan pertemuan kali ini Karena sejujurnya, membuat agenda pertemuan dengan CEO Dirgantara corp sangat lah sulit. Di ruangan nya, Radit menyelesaikan berkas yang tersisa tadi.
Sekitar pukul 04.00 sore, semua berkas sudah selesai diperiksa. Setelah itu Radit pulang ke rumahnya, tepat di tengah jalan mobil radit dibegal. Beruntung banyak warga yang menolongnya, dan secara tidak sengaja Elang Pamungkas, CEO Dirgantara Corp lewat jalan yang dilewati oleh Radit.
Beruntung Radit, tidak mengalami luka yang parah. Karena tadi diselamatkan oleh para pengawal, yang mengawalnya secara diam-diam. Pengawal itu dikirim, oleh ayahnya Pak Johan.
Selang 1 jam, Pak Johan baru di beri kabar oleh pengawal nya. Bahwa anaknya Radit kena begal, sekarang Radit berada di rumah sakit dengan pengawal yang terluka. Mereka berdua ditempatkan di ruang VIP, agar memudahkan dokter untuk memeriksanya.
Sesampainya di rumah sakit Pak Johan segera menghampiri ruang VIP, untuk menjenguk anak dan pengawalnya. Pak Johan sangat berterima kasih kepada pengawal tersebut, karena dia telah menyelamatkan nyawa anaknya.
"Arif terima kasih kau telah menyelamatkan anak saya." ujar Pak Johan dengan tersenyum.
"Sama-sama Pak ini memang sudah tugas saya." ujar Arif (pengawal Radit) tersenyum tipis.
Tidak lama kemudian ibu dan adik Radit juga menjenguknya Di ruang VIP, Paman Reno dan Bibi Rita juga datang ke situ untuk menjenguk keponakannya.
Tidak lama kemudian, Dokter datang untuk memeriksa Radit dan pengawal nya. Dokter berkata keadaan Radit baik-baik saja, hanya ada beberapa luka sayatan di tangan. Sedangkan untuk pengawalnya dia harus istirahat total selama satu bulan, karena ada luka yang cukup dalam dan harus ditangani secara intensif.
Dokter menyarankan agar Radit bisa istirahat total selama 3 hari, sedangkan untuk pengawalnya iya harus berada di rumah sakit paling tidak 2 minggu. Kalau keadaan semakin baik, mungkin Arif bisa pulang lebih cepat dari perkiraan Dokter. Tapi kalau keadaan makin memburuk mungkin lebih dari 2 minggu di rumah sakit.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga para pembaca suka dengan alur cerita nya.
Mohon dukungan nya untuk karya ini.