Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 38 Makan Siang


__ADS_3

Acara resepsi telah berlalu, dari 2 jam yang lalu. Namun Kartik, belum bisa memejam kan mata nya sama sekali. Ia masih kepikiran, dengan perkataan Radit nya tadi. "Apakah benar dia yang dulu tidur dengan ku? Ah, aku saja lupa dengan wajah nya. Tapi dari pada aku penasaran lebih baik aku temuin saja, beliau." Gumam Kartik.


Hari sudah larut malam, lama-kelamaan mata Kartik menjadi berat dan akhir nya tertidur dengan sendiri nya. Sementara di tempat Radit, ia juga belum bisa memejamkan mata nya sama sekali. Ia masih, senyum sendiri melihat ekspresi wajah Kartik tadi. Dan itu sangat menggemaskan, di mata Radit.


Pagi hari nya, hampir semua keluarga sudah cek out termasuk Kartik. Ia keluar hotel lebih cepat, karena akan ada rapat penting dengan perusahaan milik Leo. Juga, karena si kembar harus berangkat ke sekolah pagi-pagi. Di sekolah sedang di adakan lomba-lomba seperti lomba cerdas cermat, lomba sepak bola dan lain sebagainya.


Semua perlombaan di ada kan perkelas, si kembar juga di tunjuk guru nya untuk mengikuti perlombaan tersebut. Lomba yang di ikuti ialah lomba cerdas cermat, memang di kelas mereka cukup pandai di antara murid yang lain.


Sebenar nya mereka sudah menolak, untuk mengikuti perlombaan tersebut. Namun guru nya memohon kepada mereka, untuk mengikuti nya. Karena kasihan akhir nya mereka bersedia ikut lomba. Guru nya sangat bahagia, sehingga memeluk mereka berdua. Guru tersebut juga mengucap kan "terima kasih."


Siang hari nya...


Radit dan Kartik, jadi ketemu di restoran yang di janjikan. Radit sampai di sana lebih dahulu, di bandingkan dengan Kartik. Sebelum berbincang, mereka makan siang terlebih dahulu. Setelah makan siang, Radit menyerahkan kalung berliontin bulan dan matahari.


Kartik mengambil liontin tersebut, ia sedikit terkejut. Karena memang liontin itu milik nya, jelas di belakang liontin tersebut terdapat huruf K. Kartik masih diam saja, Radit memandang kartik dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.


Tidak lama kemudian Radit juga mengeluarkan hasil tes DNA, antara dirinya dan si kembar dan di situ dituliskan kecocokan antara keduanya mencapai 99%. Arti nya memang benar, kalo Radit memang ayah biologis nya si kembar.


Kartik tidak bisa memikirkan apa-apa sekarang, perasaan takut menggrayangi perasaan nya. Ia ketakutan, kalau anak-anaknya akan diambil oleh Radit. "Sekarang bagaimana apa masih kurang barang bukti nya?" tanya Radit tersenyum licik.


Kartik menghela nafas pelan, "terus apa mau kamu sekarang?" tanya Kartik was-was.


"Mau aku, kamu kenalin aku sebagai ayah mereka. Dan biar kan semua orang tau, kalo mereka anak aku!" Tegas Radit.


"Maf kalo itu, aku belum bisa katakan pada mereka sekarang. Aku harus jelasin nya pelan-pelan, agar mereka mengerti." Ujar Kartik meminta pengertian.

__ADS_1


Radit berpikir sejenak, kemudian ia mengangguk kan kepala nya seraya berkata. "Baik lah, tapi jangan lama-lama kamu mengatakan nya."


Kartik, menghela nafas lega. Jam sudah menunjukan pukul 1 siang, Kartik segera pamit untuk kembali ke kantor nya. Sesampai nya di kantor, Kartik segera masuk ke ruangan nya. Dia sudah tidak fokus dengan pekerjaan nya, Kartik tidak bisa membayangkan kalo sampai di pisah kan dengan anak-anak nya.


Sore hari nya Kartik pulang ke rumah nya, sesampai nya di rumah, Kartik segera mencari anak-anak nya. setelah ketemu, Kartik segera memeluk mereka dengan erat. "Mam, kenapa tumben baru pulang meluk aku?" Tanya baby Farez bingung dengan tingkah ibu nya.


"Ah... Tidak apa-apa, mami cuma ingin peluk kalian saja." Ujar Kartik sendu.


Mereka berdua menganggukan kepala nya, dan tersenyum pada ibu nya. Setelah itu Kartik kembali ke kamar nya, untuk mandi dan ganti baju. Selesai mandi Kartik merebahkan tubuh nya, ia merasa lelah pikiran.


...********************...


Sementara Radit, setelah bertemu Kartik. Ia jadi sering senyum sendiri, sampai Karyawan di kantor nya bingung sendiri dengan kelakuan bos nya. Banyak bisik-bisik di sana, "itu si bos kenapa yah? dari tadi di perhatiin senyum mulu." bisik karyawan 1.


"Mungkin ia sedang bahagia." Bisik karyawan 2 balas nya. Mereka menganggukan kepala nya. Sedang yang di gosipi hanya cuek, tak memerduli kan orang lain.


Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk." teriak Radit dari dalam ruangan.


Pak Johan, memasuki ruangan Radit dan memanggil nya. "Dit.. Raditya." panggil pak Johan.

__ADS_1


Radit yang di panggil nama nya menoleh, ke Ayah nya. "Ya, Yah ada apa?" Tanya Radit singkat.


"Kamu makan siang sama siapa? Tadi jam makan siang, ayah cari tidak ada?" Tanya Ayah Johan penasaran.


"Oh... Aku habis makan siang dengan calon mantu Ayah. Tolong doa kan ya, Yah. Semoga wanita itu, mau menikah dengan Radit. Nanti Ayah bukan cuma dapat mantu, tapi juga cucu." Ujar Radit memberitau.


"Apa maksud kamu? Ayah tidak mengerti dengan perkataan kamu?" tanya Pak Johan, penasaran dengan perkataan sang anak.


"Maksud nya tadi, aku habis makan siang dengan ibu nya si kembar yah." Ujar Radit tersenyum manis di depan Ayah nya. Senyum yang jarang, di tampilkan oleh Radit kepada orang lain.


"Memang wanita itu mau jadi istri kamu?" Tanya Ayah Johan menggoda anak nya.


"Pasti mau lah, Yah. Orang aku ganteng begini, masa iya dia tidak mau." Ucap Radit percaya diri.


Ayah Johan, hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum. Ia bahagia Radit sudah mau, mengekspresikan diri nya sedikit demi sedikit.


"Memang kamu, sudah bilang akan menikahi nya?" Tanya Ayah johan penasaran. Radit hanya menggelengkan kepala nya, dan berucap. Belum, aku belum mengatakan nya, Yah.


"Aku cuma bilang, untuk di perkenal kan dengan si kembar sebagai Ayah kandung nya! Namun ia meminta waktu, untuk menjelaskan semua nya pada si kembar." Ujar Radit tersenyum tipis.


"Ya sudah, kamu yang sabar yah. Memang butuh waktu untuk menyesuaikan semua nya. Kalo kamu memaksakan semua nya, bukan tidak mungkin si kembar akan menolak kamu." Ucap pak Johan menasehati anak nya.


Radit hanya menganggukan kepala nya, tanda mengerti ucapan sang Ayah. Perbincangan selesai, pak Johan kembali ke ruangan nya. Sesampai nya di ruangan nya, pak Johan segera menyelesaikan pekerjaan nya. Supaya pulang lebih cepat, ia ingin mampir ke rumah kakak ipar nya.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungannya, untuk karya receh ini. Semoga sahabat semua menyukai alur ceritanya.


Mohon dukungan yang untuk karya receh ini dengan cara like, comment, share, saran, kritik, dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis untuk Autor biar lebih semangat lagi nulisnya terima kasih


__ADS_2