
Setelah di kagetkan dengan dering telpon oleh adik nya. Radit segera bangun, ia juga menjawab telpon tersebut. Tentu nya, setelah melihat siapa yang menelpon nya.
"Halo, ada apa pagi buta telpon." Sewot Radit.
"Apa pagi buta, sekarang sudah siang tau Kak." Sewot Alisha.
"Lah memang masih pagi, Dek." Ujar Radit mengeyel.
Ini sudah siang Kaka, liat sekarang jam berapa? Tanya Alisa kesal.
Radit menuruti adik nya, ia melihat jam dan ternyata sekarang sudah pukul 8.30 pagi. Radit segera membolakan mata nya, setelah mengetahui sekarang pukul berapa?.
Radit segera menutup telpon nya, tanpa pamit lagi. Ia segera berlari ke kamar mandi, untuk membersihkan diri nya dan berganti baju. Setelah selesai ia segera pergi menuju kantor nya, karena ia sekarang ada pertemuan penting dengan PT Dirgantara Corp.
Ceo nya bernama Adiputra sucipto orang yang sangat disiplin waktu, ia tidak mentolerir orang yang terlambat dengan alasan apa pun. Beruntung pertemuan, sekitar pukul 10 pagi. Radit sampai kantor sekitar pukul 9.50 pagi, ia istirahat di kantor nya sebentar. Setelah itu, ia keruang rapat yang hanya 2 lantai di bawah ruangan nya.
Sesampai nya di ruangan rapat, tepat pukul 9.57 pagi. Tepat pukul 10 pagi, CEO PT Dirgantara Corp datang. Pertemuan mereka berlangsung, sekitar 2 jam. Setelah makan siang, pak Adiputra baru kembali ke perusahaan nya.
Sedang Kartik juga hari ini akan bekerja, anak-anak juga sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Hari ini pekerjaan Kartik begitu menumpuk, setelah beberapa hari di tinggal ke rumah sakit menjaga anak-anak nya.
Di rumah sakit memang Kartik mengerjakan pekerjaan nya, namun hanya setengah bagian saja. Hampir di pastikan ia akan lembur. Memang saat Kartik menjaga anak-anak di rumah sakit, paman Reno menggantikan nya. Beliau menggantikan ku, hanya untuk pertemuan-pertemuan penting.
Siang hari nya Kartik menemui anak-anak nya, ia ingin mengajak nya untuk makan siang. Mereka akan makan siang bersama, di restoran dekat dengan sekolahan nya. Di restoran mereka pemesan Ayam goreng krispi, udang asam manis, sayur asam dan sambal serta tahu dan tempe.
__ADS_1
Sekitar 15 menit mereka menunggu, akhir nya makanan yang di pesan datang juga. Setelah semua makanan datang, mereka bertiga segera melahap makanan nya. Saat makanan sudah hampir selesai. Ada seorang ibu-ibu yang sedang menarik, seorang anak kecil dengan kasar.
Anak itu meronta minta tolong, untuk di bebas kan namun tidak ada yang menolong nya. Ibu itu beralasan, kalo sang anak sedikit gila. Beruntung anak itu cerdas, ia tau sinyal minta tolong dengan gerakan tangan. Anak itu berkali kali memberi sinyal empat jari di buka dan satu jari di tutup. Dan juga semua jari di genggam, selama beberapa kali.
Namun tidak semua orang ,mengetahui tanda dalam bahaya tersebut. Kartik juga tidak begitu paham, dengan tanda itu. Tapi baby Arezia paham dengan tanda tersebut, ia segera membisiki sang ibu.
"Ma, tolongin anak yang tadi, ia butuh pertolongan. Tapi sepertinya tidak semua orang mengerti tanda itu." Ujar Arezia.
"Memang sekarang, orang nya kemana sayang." Tanya Kartik.
"Mereka seperti nya ke toilet, Mom." Ujar Arezia.
"Baik lah kalian tunggu sebentar di sini, Mom akan coba mengejar nya ke toilet. Doain yah, semoga Mom bisa membantu anak itu." Ujar Kartik.
"Apa kamu bilang, lepaskan? Bisa saja, aku melepaskan mu. tapi sebagai ganti nya, aku akan membawa adik mu untuk aku jual organ tubuh nya." Bisik perempuan itu.
"Jangan bu, aku mohon. Kasihanilah kami, kami hanya anak yatim." Ucap Anak tersebut lirih dengan menundukan kepala nya.
"Baik lah, aku akan melepaskan mu dengan beberapa sarat tentu nya. Tapi sekarang kamu ikut saya, jangan pernah berteriak apa lagi mengundang perhatian orang sekitar." Ucap wanita itu sambil mengintimidasi anak itu
Kartik yang di depan, pintu kamar mandi tidak mendengar apa-apa. Sampai pada akhir nya, pintu di buka oleh perempuan itu. Kartik sampai terlonjak kaget, ia segera menggeser tubuh nya dari depan pintu.
Kartik akhir nya pura-pura bertanya pada perempuan itu, "ada siapa di dalam. Kenapa pintu nya, tidak bisa di buka tadi." Tanya Kartik sambil memperhatikan anak yang di sebelah wanita itu diam-diam.
__ADS_1
Namun Kartik tidak menemukan kejanggalan apa-apa, semua terlihat normal di mata nya. Setelah kepergian mereka Kartik segera masuk ke kamar mandi, untuk melihat ada tidak jejak yang mencurigakan.
Setelah itu, Kartik kembali ke meja nya dan menemui anak-anak nya. Kartik segera duduk dan melanjutkan makannya. "Mom ko lama sih, apa yang terjadi di dalam sana?" Tanya baby Arezia.
"Tidak terjadi apa-apa sayang, mom tidak melihat kejanggalan pada mereka." Ujar Kartik tersenyum.
"Oh mungkin saya salah lihat kali ya, Mom?" Tanya Arezia tersenyum tipis.
Makan siang selesai, Kartik kembali mengantar kan si kembar ke sekolahan nya. Setelah itu Kartik kembali ke kantor nya, karena pekerjaan nya masih menumpuk.
Tidak terasa sore hari telah tiba, Kartik akan lembus sampai pukul 8 malam. Setelah makan malam, si kembar kembali ke kamar nya. Mereka akan mengerjakan pekerjaan masing-masing.
Seperti biasa nya, Arezia akan sibuk dengan tumpukan berkas. Sedang Baby Farez sibuk dengan skema penelitian nya, tentang berbagai virus dan penangkal nya.
Tidak lama kemudian Kartik sudah sampai di rumah nya. Ia segera beranjak ke kamar nya, untuk membersihkan diri dan berganti baju. Baru setelah itu, Kartik akan makan malam terlebih dahulu sebelum ke kamar si kembar.
Sementara si kembar mereka segera membereskan pekerjaan nya, dan di meja mereka di ganti dengan buku-buku pelajaran. Setelah membuka sebentar buku itu, mereka menguap dan beralih ke ranjang masing-masing.
Sekitar 10 menit kemudian, mereka sudah pulas. Kartik memasuki kamar anak-anak nya, ia menci*m kening mereka dengan sayang. Setelah itu Kartik keluar, dan kembali ke kamar nya intuk istirahat. Karena jam sudah menunjukan pukul 10.30 malam, Kartik harus istirahat agar besok tidak kesiangan lagi.
Sedang Radit ia hari ini tidak menghubungi Kartik sama sekali, ia juga sama di hadapkan pekerjaan yang menggunung. Dan tidak ada habis nya, ia malah tidak pulang kerumah nya. Ia akan menginap, di kantor nya.
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini, semoga pembaca semua suka dengan alur cerita nya.
__ADS_1
Mohon dukungan nya untuk karya ini dengan cara like, comen, shere, saran, kritik, vote dan Gif berupa iklan, bunga bermekaran dan secangkir kopi manis.