
Akhir nya, Kartik makan malam di rumah bu Risa. Mereka saling bercanda, seperti layak nya sebuah seluarga. Makan malam yang biasa nya sepi tanpa ada canda tawa, kini mendadak riuh penuh dengan canda tawa.
"Begini kali rasanya kalo sudah punya cucu, rumah menjadi lebih hidup. Banyak canda tawa, dan kegembiraan." Ucap bu Risa dalam hati nya.
Makan malam selesai, Kartik dan Si kembar pamit pulang.
"Om dan tante terima kasih yah, sudah di bolehin makan di sini. Maaf juga, kalo tadi di meja makan jadi rame." Ujar Kartik tidak enak hati.
"Ah tidak apa-apa, justru kami senang. Biasa nya kalo jam makan pagi, siang dan malam selalu sepi. Tadi begitu ramai, suasana jadi lebih hidup." Ujar Bu Risa sambil tersenyum ramah.
"Baby Fares dan baby Arezia, ayo salim dulu sama opah dan omah. Ini sudah malam, kita harus pulang sekarang." Ujar Kartik tersenyum gemas, pada 2 anak kembar nya.
Baby Farez dan baby Arezia menuruti apa yang di minta mami nya, yakni berpamitan pada opa dan omah johan. "Omah, opah kami pamit yah. Nanti, jangan kangen yah sama kita berdua. Ujar Farez sambil menguap lebar karena mengantuk berat, dan itu di angguki oleh Baby Arezia.
Baby Farez di gendong oleh om Dewo sedang Baby Arezia di gendong oleh tante Mawar. Mereka menggunakan 2 mobil, 1 mobil di kendarain oleh para pengawal. Sedang yang satu nya di kendarai Kartik, dan pengawal yang menggendong anak-anak nya.
Sesampai nya di rumah, Kartik membersih kan badan nya dan ganti baju. Anak-anak juga, sudah di gantiin baju tidur oleh pengawal yang menggendong mereka. Kartik juga segera merebah kan diri nya di ranjang, hari ini Kartik merasa kan lelah.
Pagi hari nya baby Farez bangun lebih awal dari biasa nya, dia melaksanakan sholat shubuh terlebih dahulu. Baru setelah itu, Farez ngebangunin Arezia dan mami nya. Setelah sholat Kartik berlalu ke dapur, untuk memasak sarapan untuk nya dan anak-anak.
Setelah memasak Kartik membersihkan diri nya dan berganti baju, baru Kartik kekamar anak-anak untuk mengajak nya sarapan. Mereka berjalan bersama menuju ruang makan, hampir separuh pengawal juga sudah ada di meja untuk makan bersama. Sedang separuh nya, masih berjaga.
Setelah selesai sarapan, Kartik dan anak-anak serta beberapa pengawal mengikuti Kartik pergi untuk berjalan-jalan. Mereka menuju ke sebuah tempat wisata, di kota tua jakarta. Rekomendasi wisata yang ada di kota tua:
__ADS_1
Stasiun kereta api jakarta kota.
Art street kota tua.
Taman Fatahillah.
Cafe Batavia.
__ADS_1
Pelabuhan Sunda Kelapa dan lain nya.
Sumber google (mohon koreksi jika ada yang salah) terima kasih.
Tempat wisata itu tidak terlalu jauh dari rumah. Kartik kemarin sempat mengirim e-mail pada Ka Dian, untuk ketemuan di kota tua dan di sini lah mereka sekarang. "Baby Farez dan Baby Arezia kenalin, ini nama nya tante Dian. Beliau teman mami dulu saat bekerja." Ujar Kartik memperkenalkan.
"Tante, saya Farez dan ini adik saya Arezia." Ujar baby Farez sambil mengulurkan tangan nya sama Dian untuk bersalaman, dan di ikuti oleh baby Arezia.
Dian pun memperkenalkan diri nya, "halo sayang, aku Dian panggil saja tante Dian." Ujar Dian tersenyum, sambil menyambut uluran tangan si kembar.
"Salam kenal juga, tante." Ujar Fariz tersenyum tipis.
"Tik, mereka berdua itu siapa?" bisik Dian sambil menunjuk si kembar.
Kartik tersenyum kemudian menjawab, "Mereka buah hati ku, Ka."
"Apa maksud kamu kapan kamu menikah." Ujar Ka Dian Shock.
"Nanti kalo sedang berdua, aku jelasin Ka. Sekarang lebih baik kita bersenang-senang ka, tidak usah memikir kan yang telah berlalu." Ujar Kartik tersenyum tulus.
"Baik lah kamu benar, lebih baik mikirin yang sekarang. Sudah yuk kita keliling, kalo tidak salah di sebelah sana ada yang jual baju bertuliskan KOTA TUA deh." Ujar Dian tersenyum.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini. Semoga para pembaca suka, dengan karya dari Autor receh ini.
Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.