Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 51 Menginap


__ADS_3

Alisa yang baru pulang, ia merasa sedikit terkejut karena rumah tiba-tiba rame. Dari ruang tamu, terdengar celotehan anak-anak yang sedang bersenda gurau. Ia terus berjalan ke ruang keluarga, disana csemua tengah berkumpul. Ada ayah, ibu, kaka nya, ada tiga orang asing yang belum Alisa kenal.


"Asalamu'alaikum." Salam Alisa sambil tersenyum.


"Walaikum salam." Jawab serentak orang yang duduk di ruang keluarga.


"Sayang baru pulang, sini mama kenalin sama mereka." Ujar bu Risa melambaikan tangan pada anak perempuan nya.


Alisa segera menghampiri ibu nya, yang tadi sedang bercengkrama dengan Kartik. "Iya Mam, memang mereka siapa?" Tanya Alisa penasaran.


"Mereka adalah calon anggota keluarga kita, ini Kartik dan mereka anak-anak kakak mu." Ujar Ibu Risa sedikit menjelaskan.


"Jadi dia, calon kakak iparku." Ucap Alisa sambil membolakan mata nya. Ibu Risa hanya menganggukan kepala nya. Sedang Kartik, hanya tersenyum kikuk.


"Kenapa, jadi begini." Pikir Kartik.


"Sudah jangan banyak berpikir, nikmati saja semua nya." Ujar ibu Risa sambil tersenyum. Kartik hanya menghela nafas, sedang Radit hanya tersenyum saja.


Malam semakin malam, semua orang pergi ke kamar masing-masing begitu juga dengan Kartik dan anak-anak nya. Saat tengah malam si kembar kehausan, mereka bangun dan menghampiri kamar sang ibu.


Tok...


Tok...


Mom, kami haus. Tolong anterin kami ambil air minum, di dapur. Ujar baby Farez dan baby Arezia bersamaan.


Kartik yang seperti mendengar pintu yang di ketuk, segera membuka mata nya. Ia segera menghampiri pintu yang masih, saja di ketuk dan membuka nya. "Ada apa sayang, kalian malam-malam ke sini?" Tanya Kartik tersenyum.


"Mam kami haus, tolong anterkan kami ke dapur untuk mengambil minum." Ucap baby Farez sedikit memohon.


"Tidak usah ke dapur, tadi mamy membawa air minum. Ayo sini, masuk ke kamar." Ajak Kartik tersenyum. Mereka masuk ke kamar sang ibu, di lihat nya di atas lemari samping tempat tidur 1 teko penuh air putih. Dan mereka meminum air putih tersebut, masing-masing 1 gelas.

__ADS_1


"Mam, kami boleh tidak tidur sini?" Tanya si kembar hampir bersamaan.


Boleh, tapi kenapa ingin tidur di sini bersama mamy? Tanya Kartik penasaran.


"Dari tadi kami tidak bisa tidur, Mam. Mungkin karena tempat yang baru, jadi kami susah memejamkan mata. Padahal kita sudah berdoa, sudah mengitung domba, dan sudah menghafal ayat-ayat Alloh. Namun hasil nya sama tidak bisa tidur dan akhir nya kami kehausan." Ujar Baby Farez panjang lebar dan itu di setujui oleh saudari kembar nya.


Kartik, menganggukan kepala nya. Baik lah, kalian boleh tidur di sini. Tapi langsung tidur ya, karena hari sudah mulai larut. Dan saat Kartik melihat jam di dinding nya, sudah menunjukan pukul 11 malam. Ia juga ikut merebahkan tubuh nya, di samping putri cantik nya.


Kartik bertekat bangun pagi, untuk menyiapkan sarapan. Untuk keluarga ini, ia tidak mau berhutang budi pada siapa pun. Tidak terasa pagi hari telah tiba, ia segera menuju dapur untuk membuat sarapan. Namun Kartik tidak di perboleh kan, untuk memasuki dapur rumah ini.


"Maaf kan kami sekali lagi, Nyonya. Ini atas perintah tuan muda, kami tidak berani membantah nya." Ujar Maid Kepala yang bernama Suti. Ia sangat tidak enak hati pada calon nyonya rumah ini.


"Baik lah, terima kasih yah bu." Ucap Kartik tersenyum.


Kartik yang tidak di perbolehkan berada di dapur, ia kembali ke kamar nya. Ia akan membangunkan anak-anak nya, untuk mandi dan berganti baju.


"Sayang bangun yuk, sudah siang. Kalian, harus mandi dan ganti baju." Ujar Kartik sambil membangun kan kedua anak nya.


Kartik hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum, tidak lama kemudian dari luar Radit mengetuk pintu kamar Kartik.


Tok...


Tok...


"Tik, anak-anak ada di situ tidak? Di kamar nya tidak ada." Ujar Radit sedikit panik.


Ceklek.. (Suara pintu yang di buka).


"Ada apa Mas, kenapa kamu panik?" Tanya Kartik jadi ikutan panik.


"Anak-anak, tidar sama kamu tidak? Di kamar, mereka tidak ada?" Tanya Radit masih saja panik yang sangat ketara di mata Kartik.

__ADS_1


Kartik menghela nafas. "Mereka ada di dalam masih tertidur, semalam mereka kehausan di kamar mereka tidak ada air minum. Mereka membangunkan ku untuk mengantar ke dapur, tapi tidak ku antar karna di kamar ku ada air minum. Setelah itu mereka bilang tidak bisa tidur, dan meminta tidur di sini." Ujar Kartik menjelaskan.


"Syukur lah kalo mereka di sini, saya takut mereka pergi kemana pagi-pagi sudah tidak ada di kamar nya. Tolong cepat bangunkan mereka untuk sarapan" Ujar Radit sedikit lega.


"Iya, ini juga sedang saya bangun kan." Ujar Kartik meninggalkan Radit di depan pintu. Sekitar 30 menit mereka sudah rapi dan siap untuk pergi ke meja makan untuk sarapan bersama penghuni rumah tersebut.


Sesampai nya di meja makan, mereka bertiga sudah di tunggu. Kartik dan si kembar, di sambut dengan senyum mengembang. "Ayo sini duduk, dekat omah." Ujar bu Risa melambaikan tangan pada kedua cucu nya.


Sedang baby Farez dan baby Arezia hanya saling memandang, mereka bingung di antara menghampiri atau tidak. Kemudian mereka memandang sang ibu, untuk meminta jawaban apa yang harus di lakukan nya.


Kartik yang di pandang sedemikian rupa oleh sang anak, hanya menghela nafas. Ia menganggukan kepala nya, yang arti nya memberi izin untuk mendekati sang Omah. Sang Omah sangat gembira, karena cucu nya mau duduk di sebelah nya.


'Aku tau ini semua akan terjadi, tapi rasa nya aku masih tidak bisa merelakan nya.' Gumam Kartik. Ia sekarang duduk di sebelah Alisa, sedang Radit duduk sebelah sang Ayah.


Mereka memakan sarapan nya dengan lahap, pagi ini para maid memasak nasi goreng, ayam goreng, telor mata sapi. Mereka juga menyediakan roti tawar, selai dan keju.


"Jadi hari ini, apa yang akan kalian lakukan?" Ujar ayah Johan membuka suara.


"Rencana nya sih, kita akan ke pantai. Tapi ini belum, aku bicara kan dengan Mamy nya anak-anak." Ujar Radit sambil melirik Kartik.


Sedang Kartik yang di lirik hanya mengacuhkan nya, ia asik dengan makanan nya. Begitu juga dengan si kembar, mereka juga asyik dengan makanan nya.


"Anak-anak, kalian mau tidak jalan-jalan ke pantai hari ini?" Tanya Radit.


Lagi dan lagi mereka memandang ibu nya, sedang sang ibu pura-pura tidak memperhatikan mereka.


"Kami berdua terserah Mami, kalo mami ikut kami ikut." Ujar Baby Farez melimpahkan keputusan pada sang ibu.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungannya untuk hari raya ini, semoga pembaca semua suka dengan alur cerita ini.

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya ini dengan cara like, comment, share, vote, saran, kritik, dan give berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.


__ADS_2