
Setelah berbincang dengan Kartik, ibu, Radit, dan Alisa, segera masuk ke dalam taman sekitaran Tugu Monas. Alisa bertanya pada ibunya, "Mam kok si kembar mirip, dengan wajah Kak Radit. apakah mungkin kalau si kembar anaknya Kak Radit?"
Ibu menggelengkan kepala Ia juga bingung, kenapa wajah si kembar sangat mirip dengan Putra sulungnya? tapi ia juga tidak terbawa dengan opini, Apakah kembar anak Radit Emang hanya mirip.
Karena di dunia ini banyak, orang yang tidak mempunyai hubungan darah ataupun keluarga tapi mirip secara fisik. "Entahlah nak ibu juga tidak tahu.'' ujar ibu tersenyum manis.
"Mam, Apa tidak sebaiknya dicoba untuk tes DNA terlebih dahulu. Siapa tahu memang bener mereka cucu-cucu mama, keponakan saya." Ujar Alisa berbisik dan tersenyum manis.
"Jangan mengada-ada deh, kamu. Kamu kan tau sendiri, kalo kaka kamu ada alergi sama cewe. Kakak mu alergi nya tidak kambuh, kalo ada di dekat mama atau kamu." Ujar bu Risa balas berbisik dan tersenyum.
Alisa hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum manis. Radit yang dari tadi memperhatikan ibu dan adik nya berbisik-bisik, hanya menggelangkan kepala nya. Tanpa ada niat, untuk bertanya ada mereka berdua.
"Sudah ayo, segera kita masuk ke dalam untuk melihat museum di dalam tugu Monas." Ajak Radit. Ibu dan adik nya, hanya menganggukan kepala nya saja.
Sesampainya di depan Tugu Monas, mereka segera membeli tiket. untuk masuk ke dalamnya, mereka juga mau naik ke atas untuk melihat pemandangan kota Jakarta dari atas Monas.
Mereka di Monas sekitar 2 jam lamanya, Setelah membeli souvenir mereka pulang ke rumah. Sesampai nya di rumah, mereka mandi, ganti baju dan istirahat. Tapi tidak dengan Radit, iya pergi ke kantor untuk mengambil hasil tes DNA yang kemarin. ia sangat penasaran, dengan hasilnya.
Sesampainya di kantor, Radit segera menuju ke ruangannya. Sebenarnya Ia juga sangat penasaran, kenapa wajah Fariz dan Arezia begitu mirip dengannya sewaktu ia masih kecil. Sedangkan Arezia, dalam versi perempuannya.
Sesampainya di ruangan Radit segera membuka brankas, untuk mengambil hasil tes DNA yang kemarin. Iya membuka secara perlahan amplop berlogo rumah sakit, ia mengambil kertas di amplop disebut. dan hasilnya adalah.
Tok...
Tok...
Tok...
__ADS_1
Terdengar suara pintu di ketuk dari luar, ruangan. "Masuk." teriak Radit dari dalam ruangan.
"Dit kamu ke kantor sih, kan Papa bilang suruh istirahat. Kenapa, tidak menurut." ujar Pak Johan dengan sedikit kesal karena anak sulungnya tidak menurutinya.
"Maaf Pah aku cuma mau ambil hasil tes DNA ini, aku Hanya penasaran dengan hasil tes tersebut. Apa emang benar, mereka anak saya atau hanya mirip saja." ujar Radit dengan tersenyum manis.
"Terus bagaimana hasilnya, apakah mereka anak kamu atau bukan?" tanya papa Johan dengan cemas.
"Aku belum tahu Pah, Hasilnya nih baru mau dibuka." jawab Radit dengan menunjukkan kertas hasil tes DNA yang masih terlipat rapi.
"Ya sudah sekarang kamu buka hasil tes tersebut, dan kamu bacakan. Agar kita semua tahu, Apa hasilnya." ujar Papa Johan tersenyum.
Radit menganggukan kepalanya, kemudian Ia membuka perlahan kertas hasil tes DNA tersebut.
"Dit, bagaimana hasil nya. Apakah cocok dengan DNA kamu?" Tanya pak Johan penasaran.
"Pah, hasil nya 99% cocok, dengan DNA Radit pah." Ujar Radit, shock campur senang. Karena menemukan wanita yang dulu pernah di nodai nya.
"Berarti benar firasat ku, kalau Tika adalah pemilik liontin bulan dan matahari ini." Ucap Radit dalam hati.
"Dit... Dit... Radit." panggil Pak Johan sambil menyentuh bahu Radit.
Radit yang di sentuh bahunya pun menegang tidak lama ia sudah bisa mengendalikan diri nya dan tersenyum. "Iya Ada apa, pah. Bikin kaget saja." Ujar Radit sedikit kesal.
"Lagian kamu di ajak bicara diam saja, ya papa sentuh lah bahu mu. Memang sedang melamunin apa sih, sampai di panggil berapa kali tidak di jawab." Ujar Sewot pak Johan.
"Iya maf pah, Jangan marah yah. Aku hanya bersyukur wanita itu telah di temukan, sekarang aku sudah tidak hidup dalam penyesalan lagi." Ujar Radit tersenyum.
__ADS_1
Setelah tau hasil tes DNA antara si kembar dan diri nya, Radit segera mencari tau tentang si kembar dan juga ibu nya. Namun sangat sulit, mencari tentang mereka.
Yang didapatkan hanya, nama ibu nya Kartika Arofah atau Katrina Alfarez. Dan kedua anaknya yang laki-laki bernama Yusuf Ratik Alfarez dan yang perempuan bernama Yustika putria Alfarez. Tidak ada informasi lainnya, tentang mereka seperti alamat rumah.
Namun Radit tidak kehilangan akal, ia ingat kalo bibi Rita tau di mana rumah si kembar. Radit tidak buang-buang waktu, ia segera tancap gas ke rumah bi Rita untuk menanyakan rumah si kembar.
Sesampai nya di sana Radit masuk ke rumah bibi Rita, Namun Radit tidak bertemu dengan beliau. Radit hanya bertemu, paman Reno di rumah.
...************************...
Sementara Baby Farez dan Baby Arezia, sudah mengetahui kalau Radit adalah Ayah mereka. Namun mereka diam saja, mereka tidak mau membuat ibu nya sedih. Karena mereka, menanyakan di mana keberadaan ayah nya.
Si kembar hanya mencari informasi tentang ayah mereka secara diam-diam, ia ingin tau ayah mereka seperti apa. Apakah tampan atau jelek, apakah kaya atau orang yang tidak mampu.
Setelah mendapat kan informasi tentang ayah nya, mereka tersenyum lebar. "Jadi bagaimana dek? Apa kita bilang sama Mami, kalo kita sudah tau siapa ayah kita." Ujar baby Farez tersenyum senang karna mereka juga mempunyai Ayah.
"Tidak usah kak, kita tunggu saja sampai Ayah menemui kita." Ujar baby Arezia.
"Baik lah, kalau begitu." Ujar baby Farez tersenyum namun di tanggapi tatapan dingin oleh saudara kembar nya.
Mereka kembali ke aktifitas nya masing-masing. Baby Farez dengan laptop nya, sedang baby Arezia dengan berkas nya. Sekarang baru pukul 7 malam, mungkin sebentar lagi ibu mereka masuk kamar dan menyuruh untuk makan malam bersama.
Dan benar saja, setelah baby Arezia menyembunyikan berkas-berkas yang sudah di pelajari tadi. Ibu mereka masuk dan menyuruh mereka untuk makan malam, ibu mereka sudah masak makanan kesukaan kalian.
Mereka menurut, mereka segera keluar kamar untuk makan malam. Setelah itu mereka di suruh tidur, karena sudah malam.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga suka dengan alur kisah ini.
Mohon dukungan nya untuk karya ini dengan cara like, komen, saran dan Kritik. Juga gifh berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis untuk Autor biar semakin semangat berkarya.