
Sekitar pukul 5 sore, pak johan baru keluar dari ruangan nya. Perjalanan dari kantor ke rumah bu Rita, sekitar 35 menit. Sesampainya di sana, Pak Johan ingin menemui Bu Rita dan Pak Reno kakak iparnya. Namun mereka tidak berada di rumah, mereka sedang keluar untuk berbelanja bulanan.
Maid mengatakan, pak Reno dan Bu Rita akan segera pulang. Setelah menunggu sekitar 10 menit terdengar mobil terpakir, maid segera membukakan pintu untuk majikan nya.
"Maf pak, bu ada tamu untuk anda. Beliau, sedang ada di ruang tamu." ujar maid bernama Alvi.
Pak Reno hanya menganggukan kepala nya, sedang bu Rita bertanya pada maid tersebut. "Vi, tamu nya sudah di bikinin minum sama di bawakan cemilan?" Tanya bu Rita. Alvi hanya menganggukan kepala nya sembari berkata "Sudah bu."
"Ya sudah saya masuk yah, dan terima kasih." ujar bu Rita ramah. Sedang maid tersebut hanya tersenyum ramah pada majikan nya. Sesampai nya di ruang tamu, pak Reno dan bu Rita sedikit terkejut. Tidak biasanya, ipar nya datang ke ke rumah nya.
"Asalamu'alaikum." Ucap pak Reno dan bu Rita bersamaan.
Pak Johan yang sedang menunduk, tiba-tiba menegakan kepala nya. ia menoleh kebelakang, seraya membalas salam. "Walaikumsalam." ujar Pak Johan tersenyum.
"Eh... Ada, De Johan. Datang sama siapa?" Tanya Bu Rita tersenyum.
"Iya Mba, aku datang sendiri. Ingin berbincang saja dengan Mas dan Mba." Ucap Pak Johan tersenyum.
"Oh... Silah kan duduk, Dek. Apa ada yang penting yang perlu di sampai kan kepada kami, Dek." Tanya Bu Rita tersenyum tulus.
"Iya, Mba. Aku mau minta alamat si kembar, apa boleh minta sama kalian?" Tanya pak Johan masih dengan senyum nya.
"Alamat si kembar, untuk apa kamu minta alamat mereka?" Tanya bu Rita sedikit curiga.
__ADS_1
"Aku ingin mengundang mereka, di acara ulang tahun pernikahan ku 1 bulan lagi." Ujar Pak Johan sedikit memohon.
"Oh benarkah, kamu ingin mengundang mereka? Mereka masih kecil, dan tidak tau tentang bisnis." Cibir bu Rita tersenyum tipis.
"Benar Mba, aku ingin menberi surprise pada Risa dengan kehadiran mereka berdua. Dan lagi, akan ada pengumuman yang menyangkut mereka." Ujar pak Johan tersenyum.
"Apa maksud kamu? Tentang pengumuman yang menyangkut mereka berdua. Kamu tidak sedang merencanakan niat jahat kan, kepada mereka." Ujar Bu Rita sedikit emosi pada adik ipar nya.
"Ah... Tidak mba, aku tidak ada maksud apa-apa." Ujar pak Johan tersenyum kikuk. Mereka berbincang hampir 1 jam lama nya, sampai terdengar bunyi suara dering handpone dari dalam saku jas pak Johan.
Namun belum sempat pak Johan mengangkat telpon tersebut, dering telpon sudah berhenti. Setelah mendapat kan alamat rumah si kembar, pak Johan segera pulang. Karena hari sudah mulai malam, dan dari tadi bu Risa sudah menelpon dan mengirim pesan pada pak Johan. Namun pak Johan, tidak mengangkat atau membalas pesan.
Sesampai nya di rumah pak Johan, segera di introgasi oleh istri nya. Ia mencurigai pak Johan, punya wanita lain selain diri nya. Namun pak Johan hanya beralasan, ia pergi rapat dengan relasi bisnis yang dari Australia.
Pak johan juga sudah mengkode pada bu Rita dan Pak Reno, supaya tidak memberitaukan surprize ini pada sang adik. Pak Johan juga sudah memberitau kan pada kakak ipar nya kalo si kembar anak Radit, tadi nya mereka marah.
Pak johan minta doa pada kakak ipar nya, semoga yang di usahakan lancar semua.
...********************...
Sementara Kartik ia masih saja bingung dan juga takut, kalo anak-anak akan di ambil oleh Ayah kandung nya. Dia sampai sakit, karena memikirkan hal tersebut. Baby Farez dan Baby Arezia, sangat khawatir dengan keadaan sang ibu.
Mereka sampai memanggil Dokter, supaya memeriksa ibu nya yang sudah hampir 2 hari sakit. Pak Reno dan bi Rita juga berada di rumah Kartik, mereka juga ikut khawatir dengan keadaan Kartik orang yang telah di anggap putrinya sendiri.
__ADS_1
Tadi nya anak-anak tidak mau masuk sekolah mereka ingin tetap bersama ibu nya, namun Kartik berusaha membujuk nya dan berhasil. Mereka mau berangkat ke sekolah, tapi dengan di antar kakek Reno.
Setelah mereka pergi bibi Rita mencoba menanyakan apa yang terjadi, kenapa sampai sakit begini. Namun Kartik hanya menangis tersedu-sedu, dan itu membuat bibi Kartik bingung dan bibi Rita hanya bisa memeluk nya. Setelah Kartik berhenti menangis, bi Rita kembali bertanya.
"Kenapa kamu menangis sayang? Apa yang terjadi, tolong jangan menangis aku bingung menghadapi orang yang menangis?" Tanya bibi Rita tersenyum lembut.
Kartik hanya menghela nafas berat, kemudian ia menceritakan pertemuan nya dengan Raditya kusuma 3 hari yang lalu. "Bi, aku takut si kembar di ambil Ayah kandung nya." Ujar Kartik sendu.
"Memang kamu sudah tau, siapa Ayah dari Farez dan Arezia?" Tanya ibu Rita hati-hati. Kartik menganggukan kepala nya, dan memeluk bu Rita sambil menangis tersedu.
"Kamu yakin, kalo orang itu adalah ayah biologis dari si kembar. Apa dia punya bukti, untuk memperkuat perkataan nya." Tanya Bu Rita.
"Dia yang nemuin kalung liontin bulan dan matahari, peninggalan mama aku. Dia juga sudah melakukan tes DNA, antara si kembar dan dia sendiri dan kecocokan mencapai 99%." Ujar Kartik dengan pandangan kosong.
"Terus rencana kamu apa? Untuk menghadapi nya, apa kamu akan menyerahkan mereka berdua begitu saja?" Tanya Bu Rita tersenyum lembut, ia mencoba menguat kan Kartik.
"Aku belum tau, Bi. Beliau hanya ingin, di perkenalkan sebagai ayah kandung nya. Ia hanya memberi waktu 3 minggu kedepan, aku bingung bagaimana menjelaskan kepada mereka." Ujar Kartik sendu.
Bu Rita menganggukan kepala nya, ia mengerti dengan ketakutan yang di miliki oleh Kartik. Ia juga bingung, harus kasih saran apa pada Kartik. Setelah sarapan dan minum obat, Kartik di suruh untuk istirahat. Agar cepat pulih seperti sedia kala, karena banyak yang harus di pikirkan oleh nya.
Siang hari nya anak-anak sudah pulang dari sekolahan nya, bu Rita sudah menyediakan makanan untuk makan siang bersama. Kartik juga sudah di antarkan makan siang nya, untuk sementara ia tidak di boleh kan makan nasi. Jadi ia hanya di beri bubur saja, dengan beberapa toping di atas nya
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, untuk karya receh ini. Semoga teman-teman suka dengan alur cerita ini.
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan cara like, comment, saran, kritik, dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis untuk Authornya biar lebih rajin lagi update-nya.