
Setelah sampai rumah, para pengawal yang mengikuti si kembar istirahat. Sedang 2 bocah itu malah bangun dan membuka laptop nya, mereka mencari data tentang ayah mereka.
Dengan sedikit petunjuk tentang liontin bulan matahari, mereka mencoba untuk mengetahui wajah Ayah mereka. Saat hampir ketemu, nenek Rita menghampiri mereka berdua untuk berganti baju.
"Sayang ganti baju dulu habis itu ikut nenek kerumah Omah Risa." Ujar Nenek Rita.
"Baik Nek, apa mami sudah tau. Kalo kita akan kerumah omah Risa." Ujar Baby Farez.
"Udah, nanti mami akan menyusul kesana menjemput kalian." Ujar Nenek Rita tersenyum. Sedang baby Farez dan baby Arezia menganggukan kepala nya.
"Baik lah, kita ganti baju dulu yah." Ujar Si kembar. Setelah berganti baju, mereka pergi kerumah Bu Risa. Ada beberapa pengawal yang mengikuti si kembar dia antara nya Om Dewo, tante Mawar, tante Melati dan Om Yusuf.
Sore hari nya, Kartik baru membuka handpone nya. Disitu terdapat, beberapa pesan dan panggilan tak terjawab. Kartik membuka satu per satu pesan dan panggilan tak terjawab itu.
"Ada apa nih bibi Rita, menghubungi dan mengirim pesan pada ku." ucap nya dalam hati. Kartik membuka pesan dari bibi Rita, bahwa si kembar di tempat bu Risa. Kalo sudah pulang kantor, suruh menjemput nya.
Kartik sudah mendapat alamat rumah bu Rita, dia segera berangkat ke sana untuk menjemput kedua buah hati nya. Nanti keburu malam, karna kalau sudah jam 8 malam mereka berdua suka sudah pada menguap karena ngantuk.
Sesampai nya di Rumah bu Risa, Kartik di sambut oleh si kembar yang sedang memakan cemilan nya. "Sayang, nenek mana?" Tanya Kartik pada dua anak kembar nya.
"Ada di dalam Mam, mungkin sedang menyiap kan makan malam?" Ujar baby Farez sambil mencium punggung tangan Mami nya, dan di ikuti oleh saudari nya.
__ADS_1
"Ya sudah Mam, masuk dulu yah." Ujar Kartik taresenyum. Kartik, berlalu ke dalam rumah bu Risa. Di depan pintu, Kartik mengetuk pintu rumah tersebut.
Tok...
Tok...
Tok...
"Asalamu'alaikum." salam Kartik pada orang yang di dalam rumah.
"Walaikum salam." jawab orang yang ada di dalam yang ternyata adalah pak Johan ayah Radit.
"Permisi Om, apa ada bibi Rita di dalam." Ujar Kartik tersenyum sambil mencium punggung tangan om Johan.
"Baik Om permisi, saya masuk yah." ujar Kartik Ramah. Pak Johan, menganggukan kepala nya dan tersenyum.
Kartik masuk ke dalam rumah yang bagai kan istana, dia berjalan dengan anggun dan elegan walau masih memakai pakaian kerja. Saat berjalan masuk Kartik melewati ruang tengah, di situ banyak orang sedang bercengkrama. Di antara nya ada bibi Rita, bu Risa, Farhan dan Fahri juga banya lagi yang lain nya yang tidak Ayu kenal.
"Asalamu'alaikum semua." Ujar Kartik memberi salam kepada semua yang berada di sana.
"Walaikum salam." jawab kompak semua orang yang sedang berada di situ.
__ADS_1
"Sini ka duduk, kenalin ini keluarga kami." Ujar Farhan tersenyum.
"Salam kenal semua nama saya Kartika." Ujar Kartik tersenyum tipis. Mereka semua menganggukan kepala nya dan tersenyum, mereka juga menjabat tangan Kartik tanda berkenalan.
Tiba saat nya Kartik dan Radit yang berjabatan tangan, tiba-tiba jantung mereka berdebar 2x lipat lebih cepat. "Kenapa jantung ini berdebar begitu cepat, apa saya terkena penyakit jantung yah. Kayak nya saya harus segera ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan jantung saya." Ucap Radit dalam hati nya.
Begitu juga dengan Kartik, saat berjabat tangan dengan Radit ada sesuatu yang tidak bisa di ungkap dengan kata-kata. Setelah berkenalan, Kartik di suruh gabung untuk berbincang bersama. Tidak lama kemudian si kembar pun masuk, ikut bergabung untuk mendengar kan obrolan orang dewasa.
"Nak Kartik, nanti ikut makan malam bersama yah." Ujar Bu Risa sambil tersenyum manis.
"Tidak usah bu, nanti merepot kan anak saya banyak bu." Tolak halus Kartik.
"Tidak ada penolakan harus ikut yah, kamu kan sudah menganggap kak Rita layak nya orang tua kamu sendiri. Jadi jangan menolak yah, ibu mohon sama kamu." Ujar bu Risa sedikit memaksa Kartik.
"Baik lah, kalo memang tidak merepot kan." Ujar Kartik pasrah.
"Tentu tidak lah, Nak." Ujar bu Risa tersenyum lebar.
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karyai ini. Semoga suka yah dengan karya ini.
__ADS_1
Mohon tinggal kan jejak di karya ini.