Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 23 Flas Back


__ADS_3

Kehidupan paman Anton dan bibi Lia semakin terpuruk, apa lagi semenjak perusahaan yang di serahin ke orang percayaan nya melakukan korupsi. Hutang paman Anton sangat banyak dan di mana-mana. Apa lagi dulu sejak kepergian Kartik.


Flas back 6 tahun lalu...


Setelah Dina menemukan tespack di kamar mandi, dia segera melaporkan kepada sang Ayah.


"Ayah aku nemuin tespack di kamar mandi, dan terakhir yang masuk Adalah Tika." Ujar Dina mengompori Ayah nya.


"Tespack..??? Apa itu?" Tanya Paman Anton bingung.


"Tespack itu alat tes kehamilan, Yah. Itu alat yang bisa mengetahui kehamilan dari awal, tanpa harus memeriksakan ke Dokter." Ujar Dina menjelaskan.


Oh baik lah, nanti sore kita tanya Tika sepulang Kerja. Ujar Paman Anton santai.


Pah, kayak nya rencana kita berhasil. Untuk membuat Kartika, menjalani cinta 1 malam dengan pria asing. Nyata nya, itu anak hamil. Ucap Dina tersenyum.

__ADS_1


Paman Anton, juga tersenyum. "Itu artinya 1 langkah lebih maju untuk bisa mengusir nya dari rumah ini. Dan ini 1 langkah lebih maju, untuk menguasai harta nya." Ujar paman Anton tersenyum licik.


Setelah itu Dina pergi ke kamar nya, di jalan ia bertemu adik nya Dini.


"Din... Dini.." panggil Kakak nya. Dini yang merasa nama nya di panggil pun menoleh kan kepala nya.


"Apa sih, ka. Aku lagi kebelet tau, mau buang air besar. Kalo mau ngobrol, nanti saja yah." Ujar Dini sambil berjalan cepat menuju kamar mandi.


"Yeh, baru mau ngasih tau berita besar malah dia ke kamar mandi." Ujar Dina sewot.


Sore hari nya Kartik, tidak langsung pulang. Ia sampai rumah, sudah pukul 9 malam. Sesampai nya di rumah, Kartik langsung di sidang. Dan malam itu juga Kartik di usir dari rumah itu, dengan dalih bikin malu keluarga karena hamil di luar nikah.


Semua pembelaan Kartika, tidak di dengar oleh paman Anton. Mereka juga menuduh Kartika wanita tidak benar yang suka menjakakan tubuh nya, pada pria hidung belang. Kartik yang merasa tidak melakukan itu, membela diri nya sendiri dan berakhir dengan pengusiran Kartik dari Rumah itu.


Setelah kepergian Kartik, mereka sekeluarga tersenyum senang. Karena sekarang tidak ada penghalang, untuk mendapat kan semua harta nya. Mereka semua pergi, untuk bersenang-senang.

__ADS_1


Dina dan Dini mereka pergi ke diskotik, untuk bertemu dengan pacar nya masing-masing. Sedang Ayah dan ibu mereka pergi ke tempat judi, untuk mencoba peruntungan. Mereka sempat menang berapa kali, tapi yang tidak di ketahui oleh mereka.


Itu adalah tehnik marketing, tempat judi yang di kunjungi oleh nya. Jadi para penjudi yang baru, beberapa kali berkunjung mereka akan menang. Tapi setelah itu, mereka akan kalah terus menerus. Itu yang sekarang mereka rasakan, menang beberapa kali dan kalah berlanjutan.


Satu per satu barang yang ada, sudah di gadaikan untuk jaminan judi nya. Tanpa sepengetahuan Dina dan Dini, rumah yang mereka tempati di gadai kan, untuk membayar hutang. Yang ada di pikiran Paman Anton dan bibi Lia saat itu, bagaimana cara nya mereka bisa ikut dalam perjudian itu.


Suatu saat Dina dan Dini di culik oleh orang yang tidak di kenal, tanpa pikir panjang paman Anton meminjam uang untuk menebus mereka ber dua pada bos tempat perjudian. Tapi jaminan nya, mereka berdua harus melayani bos tersebut selama seminggu.


Paman Anton juga di kasih uang dalam jumlah tertentu, oleh bos perjudian. Mereka yang sudah kecanduan judi, tidak berpikir lebih panjang lagi.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini. Semoga sahabat semua suka dengan kisah halu saya.


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini dengan cara like, komen, saran, kritik, shere, bunga bermekaran atau hanya sekedar iklan.

__ADS_1


__ADS_2