
Sesampai nya di sekolah, si kembar segera pergi kekelas nya. Tidak lama kemudian, terdengar suara bel masuk berbunyi dengan nyaring nya. Semua murid masuk ke kelas masing-masing, setelah itu pelajaran di mulai.
Tidak terasa beberapa jam telah berlalu, sebentar lagi jam makan siang. Kartik sudah menunggu, anak-anak di depan gerbang sekolah. Tidak berapa lama anak-anak datang, dan langsung memasuki mobil sang ibu.
Tapi sebelum, masuk ke mobil si kembar mencium tangan sang ibu. Setelah memakai sabuk pengaman, Kartik mulai menjalankan mobil nya menuju restoran. Di sana, Radit sudah menunggu tempat mereka janjian.
Sekitar 10 menit kemudian, mereka bertiga sampai di restoran tersebut. Mereka segera memasuki ruang VIP, yang memang sudah di reservasi dari semalam oleh Kartik. Setelah mereka masuk ruangan, seketika suasana menjadi canggung.
Untuk mencair kan suasana, Kartik membuka obrolan terlebih dahulu. "Ayo sebelum berbincang lebih baik kita makan terlebih dahulu." Ujar Kartik memecah keheningan antara Radit dan anak-anak.
Anak-anak, hanya menganggukan kepala nya. Namun mata mereka terus menatap ayah biologis nya, dengan pandangan yang tak biasa. Perasaan mereka campur aduk, antara senang, marah, kecewa, tapi ada kangen, rindu di dalam hati nya.
Setelah memesan makanan mereka mencoba, untuk berbicara dan berbincang dari hal yang sepele. "Baby bagaimana dengan sekolah kalian, apakah teman-teman kalian baik?" Tanya Radit Kikuk, ia bingung harus tanya apa.
"Ayo anak-anak papa nya tanya, di jawab." ujar Kartik mencairkan suasana.
"Sekolah kami baik, pah." Ucap baby Farez canggung. Dan hanya di angguki oleh saudara kembar nya babi Arezia.
Tidak lama kemudian, makanan yang mereka pesan datang. "Silahkan pak, bu. Selamat menikmati." Ujar sang pelayan restoran tersebut, dengan mengembangkan senyuman nya.
"Terima kasih, ka." Ujar Kartik dengan mengembangkan senyum nya.
Mereka memakan makanan nya dengan lahap, selesai makan mereka kembali berbincang. Radit mencoba berbagai cara mengajak mereka berbicara, tapi mereka menjawab sekedar nya saja.
Sampai akhir nya, Radit menanyakan hal sensitif pada si kembar. "Kalian mau tidak menginap di rumah papa, untuk beberapa hari saja?" Tanya Radit sedikit memohon.
"Maf kami tidak bisa, kami tudak mau meninggalkan mami sendiri!" Jawab baby Arezia tegas.
__ADS_1
"Kalo kalian menginap, tentu mami kalian juga ikut dong. Di rumah papah banyak kamar kosong, cukup untuk kita semua." Ujar Radit santai.
"Apa maksud kamu, aku nginep di rumah kamu? Tidak... Tidak, bisa di tangkap warga kita menginap dalam 1 rumah." Ujar Kartik sedikit panik.
Radit, hanya tersenyum. "Tenang saja, kita akan menginap di rumah orang tua ku." Ujar Radit tersenyum.
Kartik hanya bisa menghela nafas. "Baik lah, tapi cuma 2 hari itu juga cuma sabtu dan minggu. Aku harap, kamu bisa memanfaat kan waktu mu dengan anak-anak." Ujar Kartik sedikit sinis.
Radit hanya menghela nafas, dan tersenyum. "Ternyata masih banyak yang harus aku lalui, untuk mendapatkan mereka di sisi ku." ujar nya dalam hati.
Jam makan siang selesai, Kartik kembali mengantarkan baby Farez dan Arezia kembali ke sekolah. Sedang Radit kembali ke kantor nya, pekerjaan nya sudah menumpuk bagai gunung.
Sesampai nya di kantor, Radit segera menemui sang Ayah. Bahwa akan ada berita gembira.
Tok...
Tok...
Tok...
"Ya masuk, tidak di kunci." Ujar Ayah Johan sedikit berteriak.
Radit segera membuka pintu ruangan tersebut, dan segera masuk ke dalam kemudian menutup kembali pintu nya. "Yah, ada yang mau saya bicarakan. Ada waktu atau tidak, untuk berbicara serius." Ujar Radit tersenyum tipis.
Mau bicara apa, serius sekali? Apa ada masalah? Tanya pak johan sedikit khawatir.
"Iya nih, ada sedikit masalah. Ini tentang Tika dan anak-anak, mereka mau menginap di rumah kita sabtu-minggu ini, apa boleh?" Tanya Radit tarsenyum.
__ADS_1
"Tentu saja boleh, masa calon mantu dan cucu tidak boleh menginap sih." Ujar pak Johan serius.
"Baik lah, terima kasih Yah. Kalo begitu aku kembali keruangan ku yah." Ujar Radit tersenyum.
Pak Johan, hanya mengangguk dan tersenyum. Setelah Radit pergi dari ruangan pak Johan, beliau segera menghubungi sang istri. Pak Johan mengatakan, kalo sabtu nanti akan ada tamu spesial.
Semakin penasaran lah bu Risa, siapa kira nya yang akan bertamu ke rumah sabtu besok. Ia mendesak suami nya, namun ia menutup mulut nya dengan rapat. Bu Risa hanya bisa menghela nafas, ia menyudahi rasa penasaran nya untuk saat ini.
Sedang Radit, baru saja sampai di ruangan nya. Ia segera duduk di belakang meja kerjanya, banyak berkas yang harus di pelajari. Sekitar pukul 6 sore, Radit menutup berkas yang terakhir. Ia segera bersiap untuk pulang ke rumah nya, ia harus segera menyuruh maid untuk membersihkan tiga kamar tamu.
Saat menuju Lif, Radit bertemu dengan sang Ayah yang juga akan pulang kerumah. Mereka berjalan bersama menuju parkiran, dan pulang terpisah dengan mobil masing-masing.
Sesampai nya di rumah bu Risa sudah menunggu di ruang tamu, ia akan bertanya kembali ke sang suami. Namun jawaban sang suami sama, ia tidak mau mengungkap siapa tamu spesial sabtu nanti.
Sedang Kartik setelah mengantar anak-anak kembali ke sekolah, Kartik segera pergi ke kantor nya. Dari tadi pagi, ia tidak fokus untuk mengerjakan pekerjaan nya.
Tidak terasa hari yang di tunggu Radit tiba, ya hari ini adalah hari sabtu. Ia telah menyiapkan 3kamar tamu, untuk Kartik dan ke dua anak nya. Radit telah menyiapkan semua kebutuhan, untuk Kartik dan anak-anak nya.
Sore nanti, Radit akan menjemput Kartik dan anak-anak nya. Radit dan Kartik saling mengirim chat, tadi nya Kartik tidak mau di jemput. Namun Radit bersikeras ingin menjemput nya. Kartik hanya bisa pasrah, ia sudah lelah berdebat. Akhir nya, Kartik meminta di jemput sehabis sholat Ashar.
Sesampai nya di rumah, Radit sudah hampir menjelang sholat maghrib. Karna memang Kartik, tadi minta mampir sebentar di sebuah mall di kota tersebut. Ia mau membeli sedikit buah tangan, untuk orang tua Radit.
Kartik tidak mau di anggap orang tidak tau sopan santun, ia membeli beberapa kotak kue dan satu kantong buah-buahan segar. Sesampai nya di sana bu Risa sangat senang, setelah mengetahui kalo yang mau menginap di rumah adalah Kartik dan anak-anak nya.
Tidak lama kemudian Alisa baru pulang dari mal, ia tadi berbelanja dengan teman-teman nya.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini, semoga pembaca semua suka dengan alur cerita nya.
Mohon dukungan nya untuk karya ini dengan cara like, saran, kritik, komen, shere, vote, gif berupa iklan, bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.