
Setelah keluar dari kamar mandi, Kartik sudah terlihat segar kembali. Kartik segera menghampiri anak-anak nya, mereka sudah di beri makanan khusus pasien. Kartik akan menyuapi mereka berdua, baru setelah itu ia akan makan.
Tapi saat sampai di bangkar mereka, makanan sudah habis tak bersisa. Hanya tinggal, meminum obat nya saja. Kartik menyuapi obat untuk mereka berdua secara bergantian.
Selesai minum obat, mereka minta di bacakan dongeng oleh Radit. Ia dengan senang hati, membacakan dongeng tersebut. Dongeng kali ini Radit menceritakan tentang anak durhaka. Yang berjudul, Si Malin kundang anak durhaka.
"Kisah ini menceritakan tentang, seorang anak yang tidak mau mengakui ibu kandung nya. Di karena kan sang ibu sangat miskin, ia malu mengakui di depan calon istri nya. Ia bahkan mengaku kalo ia anak yatim-piatu kepada calon istri nya." Ujar Radit.
Kisah dongeng itu belum selesai, namun anak-anak sudah tertidur. Kartik yang sudah tidak mendengar suara Radit menghampiri nya, di ranjang anak-anak nya. "Mereka sudah tidur, Mas?" Tanya Kartik sambil berbisik
"Iya mereka sudah tidur, kamu sudah makan, apa belum? Ini aku bawakan makanan, untuk makan malam." ucap Radit juga berbisik.
Kartik hanya menganggukan kepala nya, dan berkata. "Ayo kita makan malam, bersama Mas." Ajak Kartik pada Radit.
"Baik lah, ayo kita makan." Ujar Radit tersenyum bahagia.
Selesai makan malam, mereka sedikit berbincang. Dan memang banyak juga yang harus mereka bicarakan, Radit juga berusaha mendekati dan meluluhkan hati Kartik.
Sekitar pukul 10 malam, Radit menyuruh Kartik untuk istirahat terlebih dahulu. Karena Radit menyadari, Kartik pasti lelah menjaga kedua anak nya seharian ini. Sekitar pukul 1 dini hari Kartik terbangun, ia akan bergantian berjaga.
Setelah mencuci muka nya, Kartik menyuruh Radit untuk istirahat. "Mas sudah sekarang kamu istirahat, besok kan kamu kerja. Nanti kamu, ngantuk loh di kantor." Ujar Kartik memberitau.
"Baik lah kalo begitu, aku tidur dulu yah. Besok tolong bangunin aku, pukul 5.30 yah. Anak-anak minta di beliin bubur ayam, yang tadi pagi mereka makan." Ujar Radit tersenyum.
"Baik lah, nanti aku bangunin pukul 5.30 pagi." Ucap Kartik. Percakapan selesai, Radit sudah langsung pulas tertidur. Karena sejujurnya tubuh Radit begitu lelah, pekerjaan di kantor cukup padat sekali.
Walau ia sudah meminum vitamin, biar tidak cepat lelah. Namun tetap saja, ia kecapean dan kelelahan. 'Tapi tidak apa-apa, tidak setiap hari juga menjaga anak-anak. Masa baru beberapa hari, sudah mengeluh.' Ucap Radit dalam hati.
Pagi hari pun tiba, Kartik sudah membangunkan Radit dari pukul 5.15 sampai sekarang mau pukul 6 pagi ia belum bangun juga. Dan Radit terbangun saat suara alarm handpone nya berbunyi, sekitar pukul 6.15 pagi.
"Tik, ko aku tidak di bangun kan pukul 5.30 pagi?" Tanya Radit tersenyum canggung.
__ADS_1
"Aku sudah bangunin ko, dari pukul 5.15 pagi malah. Tapi kamu nya saja yang susah di bangunin, kalo tidak percaya tanya saja anak-anak." Ujar Kartik membela diri.
"Benar kah, begitu." Ucap Radit ragu-ragu.
"Iya Om, benar yang di kayakan sama Mami. Om sudah di bangunin dari tadi, namun om nya yang tidur saja tidak mau bangun." Ucap baby Farez dengan berani.
Radit menundukan kepala nya, ia sedikit malu pada anak-anak nya. "Sudah tidak apa-apa, mungkin kamu kecapean. Kamu kan seharian bekerja, malam nya kesini bantu jagain anak-anak." Ucap Kartik menenangkan.
"Iya, maf yah." Ujar Radit menunduk.
"Sudah lebih baik kamu cuci muka, setelah itu sarapan. Aku sudah beli, bubur ayam di depan rumah sakit. Dan lumayan panjang, antrian nya." Ucap Kartik twrsenyum tipis.
Radit menganggukan kepala nya, dan berlalu pergi ke kamar mandi. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi nya, Radit lebih terlihat segar. Kartik sudah menghidangkan bubur tersebut, di atas meja.
Setelah menyuapi anak-anak tidak berapa lama, Dokter pun datang untuk memeriksa si kembar. Dan menurut Dokter perkembangan kesehatan si kembar cukup pesat, Dokter memutuskan nanti sore anak-anak bisa pulang ke rumah nya.
Radit yang memang masih di situ, sangat bahagia. Saat Dokter bilang, anak-anak sore nanti bisa pulang. Tanpa sadar Radit dan Kartik saling berpelukan, mereka sadar saat anak-anak menggoda nya.
"Iya tidak apa-apa, aku tau kamu sangat bahagia anak-anak sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit." Ujar Radit tersenyum. Kartik menganggukan kepala dan tersipu malu.
"Ya sudah, aku pulang dulu yah. Nanti sore, kalo sempat aku jemput kalian." Pamit Radit pada Kartik dan anak-anak.
"Baik Om, terima kasih sudah menjaga kita selama beberapa malam." Ucap baby Arezia.
"Sama-sama, sayang. Nanti Om kabari lagi yah, kalo bisa jemput kalian." Ujar Radit tersenyum senang.
Setelah berpamitan, pada Kartik dan si kembar. Radit segera tancap gas, untuk pergi ke kantor nya. Selama kurang lebih 20 menit, Radit sampai di kantor nya. Hari ini, tidak ada pertemuan dengan perusahaan mana pun.
Sesampai nya di kantor, Radit segera masuk ke kamar khusus yang ada di ruangan nya. Ia ingin mandi dan berganti baju di sana, memang di kantor seperti di rumah semua lengkap. Dari baju, celana, dasi, jam tangan, ikat pinggang dan sepatu.
Radit keluar kamar sudah rapih, ia memakai setelan jas berwarna abu-abu. Ia juga sudah duduk di kursi kebesaran nya, tidak berapa lama asisten nya mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok...
Tok...
Tok... Ceklek
"Permisi." Ucap pak Joko.
"Iya pak, masuk saja." Ucap Radit tersenyum tipis.
"Maf pak Radit, anda sudah di tunggu oleh pak Johan di ruangan nya sekarang." Ujar pak Joko memberitau.
"Papa manggil aku, kira-kira ada apa yah pak?" Tanya Radit.
"Saya kurang tau pak Radit, lebih baik bapak berkunjung ke ruangan nya saja." Ujar Pak Joko. Radit menganggukan kepala nya, dan berlalu ke ruangan pak Johan.
Sesampainya di ruangan pak Johan, Radit masuk ruangan setelah di persilahkan untuk masuk ke ruangan. "Papa mencari ku, ada apa yah? Apa ada yang penting?" Tanya Radit.
Pak Johan tersenyum dan memandang sang anak. "Tidak ada apa-apa, papa cuma ingin tau bagaimana keadaan cucu-cucu papa?" tanya pak Johan tersenyum manis.
"Keadaan Si kembar sudah membaik, kalo tidak ada halangan nanti sore mereka pulang." Ucap Radit menjelas kan.
Pak Johan, menganggukan kepala nya dan berkata. "Nanti sorre, kamu menjemput nya mereka dari rumah sakit." Tanya Pak Johan.
"In sya alloh, kalo pekerjaan sudah selesai saya akan menjemput nya." Ucap Radit tersenyum ramah.
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungannya untuk karya ini. Semoga para pembaca suka dengan alur ceritanya.
Mohon dukungannya untuk hari ini dengan cara like, comment, share, saran, kritik, dan gif berupa bunga bermekaran dan secangkir kopi manis.
__ADS_1