Hanya Anak Ku

Hanya Anak Ku
Bab 35 Ke Monas


__ADS_3

Setelah 3 hari, Radit diperbolehkan pulang oleh dokter. Sekarang keadaannya sudah membaik, luka-lukanya sudah mengering. Mungkin besok atau lusa, juga sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.


Di rumah sakit, Radit benar-benar istirahat total selama 3 hari. Dia tidak mengerjakan pekerjaan kantornya, pekerjaan nya dikerjakan oleh ayahnya sendiri, juga dibantu asisten nya Radit.


Tiga hari telah berlalu, Radit sekarang akan pergi ke kantornya. walaupun ia sudah dicegah sama ibunya, namun dia tetap kekeh ingin pergi ke kantor nya. "Mah, biarlah aku pergi ke kantor, aku udah sehat." Ujar Radit dengan mengembangkan senyumnya.


"Tidak sayang, kamu baru sembuh. Kalau memang kamu ingin ke kantor besok atau lusa saja ya. Tolong, turuti apa mau mama." ujar Mama khawatir.


Tidak lama kemudian, Pak Johan datang ke kamar Radit ia menanyakan. Bagaimana kabar Radik sekarang, Ia juga menanyakan. Bagaimana hasil tes DNA, yang diperiksa tempo hari?.


Radit hanya menggelengkan kepala, kemudian berucap. "Saya belum membuka hasil tes itu Pah. Hasil tes itu, masih ada di laci brangkas kantor." Ujar Radit tersenyum tipis.


Pak johon, hanya menganggukan kepala nya. "Ya sudah, kamu istirahat gih. Biar cepat pulih, dan kembali bekerja lagi di kantor." ujar pak Johan menasehati.


"Justru itu aku sumpek istirahat terus pah, aku ingin pergi ke kantor. Tapi, tidak boleh sama mama. Pah tolong bujukin Mama, biar aku bisa pergi ke kantor hari ini." Ujar Radit dengan tersenyum.


"Baiklah, Ayah akan coba membujuk Mama. Semoga saja Mama mengizinkan kamu, untuk pergi ke kantor hari ini." ujar Pak Johan tersenyum lembut. Radit, menganggukkan kepalanya.


Radit menghela nafas, dia begitu lelah istirahat. selama 3 hari berturut-turut, tidak ada kegiatan sama sekali.


Tidak lama kemudian, Adik Radit masuk ke kamarnya. Ia ingin mengajauk, Radit jalan-jalan keluar untuk menghilang kan kepenatan.


"Mas, kita pergi jalan-jalan yuk." Ajak Alisa adik Radit.


"Mau jalan-jalan ke mana, Dek." Ujar Radit sambil tersenyum.


"Kemana aja lah yang penting nggak sumpek di rumah." ujar Alisa sambil tersenyum.


"Bagaimana kalau, kita pergi ke tempat wisata di sekitar sini kan bagus." ujar Radit memberi saran.


"Tempat wisata mana? Ke Monas, Ragunan, atau ke Kota Tua. Tapi mungkin lebih baik, ke monas saja kali. Saya sudah lama tidak kesana." ujar Alisa.


Radit, sedikit berpikir. "Bagaimana kalau kita ke monas saja, Kakak juga sudah lama tidak pergi ke sana." ujar Radit mengembangkan senyumnya.


"Bagaimana kalau kita sekalian ajak mama, jadi kita berwisata di Monas bertiga." ujar Alisa memberi saran. Sedang Radit hanya manggukan kepalanya saja.


Akhirnya diputuskan mereka akan pergi ke Monas untuk menenangkan diri, refreshing otak dan menghilangkan penat.

__ADS_1


...*******************...


Hari ini pekerjaan Kartika begitu banyak, sehingga dia tidak sempat untuk menelpon si kembar. Hanya untuk menanyakan keadaan si kembar, ataupun menanyakan sudah makan atau belum.


Hari ini ia akan pulang pukul 07.00 malam, banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Ia sedang dikejar deadline, untuk hari senin. Sesampainya di rumah, kartik segera mandi ganti baju. Dan setelah itu, mereka makan malam bersama anak-anak.


Setelah makan malam, kartik mengajak berbicara anak-anaknya. ia ingin tahu, kegiatan apa saja yang dilakukan seharian ini. Besok adalah hari Sabtu anak-anak libur, mereka ingin pergi jalan-jalan.


"Mi, besok kita jalan-jalan yuk. Aku, ingin melihat Monas." Ujar baby Fares sambil tersenyum manis.


"Baiklah memang Ada apa nih, tiba-tiba ingin pergi ke Monas." ujar kartik dengan tersenyum manis.


"Tidak ada apa-apa Mam, Kami cuma ingin melihat Monas kebanggaan Kota Jakarta." ujar Farez dan diangguki oleh baby Arezia.


"Baiklah kalau memang kalian ingin pergi ke sana, tapi bagaimana kalau kita mengajak nenek Rita dan kakek Reno. Ujar Kartik tersenyum manis.


"Tapi mungkin kakek dan nenek tidak bisa ikut mam, mereka sedang sibuk mempersiap kan pernikahan om Fahri." Ujar baby Arezia dengan raut wajah datar.


"Oh..iya maf mami lupa, kalo kakek sama nenek sedang sibuk mempersiap kan pernikahan." Ujar Kartik sambil penepuk dahi nya. Mereka berdua memutar bola mata nya malas.


Keesokan harinya mereka bersiap-siap, untuk pergi ke Monas. Mereka menyiapkan bekal, untuk makan di sana. Kartik juga sudah bikin janji, untuk ketemu dengan Dian di Monas. Sudah hampir 3 bulan mereka tidak bertemu dari terakhir, mereka jalan-jalan di Kota Tua.


Karena ini weekend, Dian juga mengajak suami dan anaknya untuk jalan-jalan di Monas. Sesampainya di Monas Kartik dan anak-anaknya, menunggu ka Dian di dekat tempat masuk menuju atas.


Apa saja yang terdapat di dalam Tugu Monas Jakarta.


Museum sejarah nasional foto Tugu Monas Jakarta


Ruang kemerdekaan toko foto ruang kemerdekaan


Pelataran puncak Monas foto pelajaran Puncak dan api Kemerdekaan.


sumber Google (mohon koreksi jika memang ada yang salah Terima kasih).


Setelah melihat museum sejarah nasional mereka semua menuju lift untuk menaikinya sampai ke atas dekat bongkahan emas. Mereka dapat melihat, pemandangan kota jakarta dari atas sana.


"Wow... Indah sekali, pemandangan kota di lihat dari sini Mom!" Ujar tegas baby Farez tersenyum lebar.

__ADS_1


"Iya memang indah sayang, mari kita mengambil gambar(foto)." Ujar Kartik pada sahabat dan anak-anak nya.


Setelah mengambil beberapa foto, mereka akan turun kebawah untuk makan sarapan nya bersama-sama. Selesai sarapan, mereka kembali berjalan-jalan sekitar monas.


Rekomendasi oleh-oleh khas Jakarta yang dapat menjadi pilihan:


Dodol betawi


Miniatur Monas


Kue kembang goyang


Gantungan kunci Monas


Bir pletok


Miniatur ondel-ondel


Roti buaya


Miniatur kendaraan misal nya Bajai


Google (mohon koreksi jika memang ada yang salah Terima kasih.)


Setelah membeli oleh-oleh khas Jakarta, mereka kembali berkeliling di sekitar Taman Monas.


Sekitar pukul 11.00 siang, mereka beranjak pulang dari Tugu Monas tersebut. Pada saat perjalanan menuju kendaraan mereka, secara tidak sengaja mereka bertemu dengan Bu Risa dan keluarganya.


Mereka Baru saja sampai di sini, Kartik yang memang kenal dengan Bu Risa segera menghampiri nya. Mereka berjabat tangan, begitu juga dengan baby Faris dan baby Arezia, mereka juga mencium tangan Bu Risa dan keluarganya.


Alisa yang baru bertemu dengan si kembar merasa heran, kenapa anak-anak ini begitu mirip dengan kakak nya, sewaktu kecil. "Mungkinkah, Ah tapi tidak mungkin ka Radit kan memiliki alergi terhadap perempuan." Ucap Alisa dalam hati.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga sahabat semua suka dengan alur cerita ini.


Mohon dukungannya untuk karya ini dengan cara like, comment, saran, kritik dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.

__ADS_1


__ADS_2