Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Aku akan menjaga dan melindungi mutiaraku


__ADS_3

Sementara Itu di ruang tengah keluarga Rajasa para wanita sedang duduk sambil ngobrol.si kembar di bawa susternya bermain di kamar..


"Mutia kamu temen deketnya Tania? apa kamu tau Tania sudah menikah? " pertanyaan dari kak nindy membuat Mutia bingung


"Mutia baru tau kemarin kak saat kak akbar menceritakaan semuanya ke Mutia"


" Apa selama ini Tania tidak pernah cerita apapun tentang hubungannya dengan suaminya" selidik kak nindy


"Tania hanya selalu bercerita tentang hub.nya dengan kak Akbar kak "


"Udah lah nin, kamu ini kayak wartawan infotaiment aja, mama bersyukur Akbar gk jadi nikah sama Tania jadinya sama Mutia" mama memotong ucapan kak nindy


kak nindy hanya mencibikan bibirnya menahan kesal..


"Mutia coba ceritakan tentang dirimu nak, mama belum begitu mengenalmu " mama menyentuh punggung tangan Mutia dengan lembut


"Tentang apa mah? mutia rasa tak ada yg istimewa" mengulas senyum menjawab pertanyaan mama


"Apa kamu mengenal Akbar sebelumnya, mengenal secara pribadi bukan sebagai tunangan Tania dan atasan mu di kantor "


Mutia mulai menceritakan, awal mengenal Akbar saat SMA, akbar seniornya di Osis saat SMA.hanya sekedar tau mereka tidak Akrab seperti Tania dan Akbar..semenjak lulus Akbar lulus mereka tidak pernah bertemu lagi.. mereka di pertemukan kembali saat acara pertunangan Tania dan Akbar..selama ini mutia hanya mendengar cerita tentang Akbar dari Tania bahkan Mutia bisa bekerja di perusahaan Akbar atas rekomendasi Tania dan sekarang dia bisa menikah juga karena Tania..


sungguh Mutia tak tau harus membalas dengan atas semua yang Tania lakukan dalam hidupnya


Akbar keluar dari ruang kerja papanya dan menghampiri Istrinya yang tengah asyik bercerita dengan sang mama, sepertinya mama sudah menerima mutia dengan baik..


"sayang sudah ngobrolnya ?aku sudah ngantuk" berjalan mendekat ke arah istrinya


"kamu ini ganggu aja " jawab mama


"biasa mah pengantin Baru " nindy nyeletuk menimpali ucapan sang Mama


"Iya kak" tersenyum ke arah akbar


" mah kak nindy Mutia duluan ya" Mutia berpamitan dengan mama mertua dan kakak iparnya.. berjalan mengikuti suaminya yang lebih dulu menaiki anak tangga ke kamarnya..


Sesampainya di kamar


"kak, kita sholat dulu ya "ajak Mutia


"aku ganti baju dulu" membawa baju tidur yg tadi di pinjamkan Nindy menuju kamar mandi


"hmm " jawab akbar hanya ber hmm ria saja.


Mutia keluar dari kamar mandi menggunakan piyama berbahan satin. berjalan ke arah akbar

__ADS_1


"kak cepetan ambil wudhu udh malam " Mulai menggelar sajadahnya..


Akbar menoleh ke arah mutia, terdiam terpaku menatap Mutia..(ohh god kenapa dia **s**exy banget, ada apa dengan ku hanya melihatnya berpakain seperti itu saja aku tak tahan ) Akbar memukul mukul kepalanya..


Mutia melihat Akbar memukul mukul kepalanya mendekat ada rasa khawatir "kakak kenapa? kepalanya sakit"


shit jangan mendekat atau aku tak bisa menahan .Gumamnya dalam hati..segera beranjak dari duduknya berjalan ke kamar mandi


"tidak apa-apa aku wudhu dulu"


"oh ok kak"


Siap sholat mereka merebahkan tubuh masing-masing di atas ranjang.hari ini sangat melelahkan bagi Mutia..ingin rasanya dia langsung tertidur..namun keinginannya hanya tinggal ke inginan saat Akbar mulai merengkuh tubuh Mutia ke dalam pelukannya..


"sayang kamu capek banget ya,apa sherlly banyak memberikanmu pekerjaan hemm?" tanya Akbar..membelai lembut rambut Mutia


"Aku cuman nyelesain pekerjaan yang tertunda kok kak" jawabnya agak gugup ,mutia belum terbiasa dengan situasi ini..


"tidurlah,.dan biarkan seperti ini " Akbar berujar sambil terus menciumi pucuk kepala mutia..


sedangkan empunya kepala masih dag dig dug..


di benamkan wajahnya kedalam dada bidang akbar menghirup wangi tubuh Akbar...satu kata suka ya mutia suka wangi ini suka di perlakukan seperti ini..irama jantungnya sudah mulai normal, saat perasaannya sudah mulai nyaman dia mulai memejamkan mata,,dan terlelap di pelukan Akbar..


ting..


ting..


tak lama terdengar suara panggilan dari ponsel Mutia


Akbar mulai menghentikan mengelus kepala Mutia.. pelan-pelan di gesernya kepala Mutia agar tak terbangun..


karena bunyi ponsel istrinya tak berhenti Akbar coba manggangkat panggilan tersebut


sebuah nomer yang belum tersimpan di ponsel mutia


"Mutia lama banget angkatnya sich, aku kangen.."


deg..suara yang sangat-sangat Akbar kenal suara yang hampir tiga tahun selalu menemani hari-harinya..


"Mumut kok diem Ada akbar ya"


"hallo mut "


"Iya ini Akbar mau apa lagi kamu penghianat" jawabnya penuh emosi.

__ADS_1


panggilan langsung terputus saat di hubungi kembali no sudah tidak aktif..


Akbar berjalan ke meja kerjanya,, di ambilnya ponselnya dan menelpon seseorang


"Hallo aku kirim no nya tolong kamu lacak, secepatnya kabari aku" panggilan langsung di matikan


"Tak akan aku biarkan penghianat itu menggangu Mutiaraku ku,sekalipun kalian sahabat.." ujarnya dengan rahang mengeras..


Akbar murka saat membaca pesan dari Tania di ponsel mutia yang belum terbalas atau mungkin belum terbaca oleh Mutia


"mutia, makasih ya sudah jadi teman baikku selama ini, aku akan kembali mut, aku rasa tak betah aku di sini, dan mas tomi dia ternyata sudah punya istri, bodoh banget aku ya mau di jadikan yang kedua sama dia haha"


"Saat aku kembali aku akan balikan keadaan seperti semula, ya aku akan kembali dengan akbar jadi.tolong kamu pertimbangkan untuk meninggalkan Akbar"


"Aku tau cinta Akbar hanya untuku mut,dia pasti akan kembali dengan ku walau aku telah menghianatinya"


entah banyak pesan dari Tania untuk mutia Akbar segera menghapus pesan-pesan itu..


"brengsekk kamu Tania, tak akan aku biarkan kamu kembali kehidupan ku."


Aku akan jaga dan Lindungi Mutiaraku..


sampai kapanpun tak akan aku biarkan orang menyakitimu Mutiaraku..


Akbar kembali ke tempat tidur, berbaring dan memeluk istrinya ada rasa tenang saat Mutia ada di dalam pelukannya..


_____________________


sementara di sebrang pulau, seorang wanita tengah di rundung kekecewaan, pasalnya lelaki yang di nikahi enam bulan ini telah beristri..


sial dia tinggalkan tambang Emas demi sampah..


Tadi siang dia terpaksa menghubungi orang tua nya.untuk meminta maaf dan kembali..tentu sangat di nanti oleh sang ayah, dan ayahnya memberi syarat agar dia kembali ke Akbar tambang emasnya..


awalnya Tania tak mau bagaimanapun juga Akbar dan Mutia sahabatnya telah menikah


dan dia rasa sudah tak punya muka untuk bertemu Akbar dan keluarganya..


karena ancaman dari sang ayah, dan rasa kecewanya terhadap suami enam bulannya.. dia setujui kemauan Ayahnya..


hal pertama yang dia lakukan meneror Mutia Tania tahu kelemahan Mutia. Mutia pasti tak akan menolak permintaan Tania atas dasar persahabatan..


apakah kali ini Mutia akan mengalah dan membiarkan Tania mengambil Akbar dari sisinya..? Sepertinya tidak karena Akbarlah yang akan berjuang menjaga dan melindungi Mutia dari Tania..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


gimana, gimana konflik sebentar lagi akan muncul ya..tapi tenang aja konfliknya yg ringan2 aja ..


jangan lupa di like dan votenya donk πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2