Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Resepsi


__ADS_3

Malam harinya resepsi mewah di gelar masih di hotel yang sama.. Tamu mulai berdatagan dari para pejabat, Artis ,dan kolego bisnis Rajasa dan Akbar..


pesta mewah ini tertutup untuk Umum hanya tamu undangan yang memiliki akses untuk masuk..


Ayah dan ibu Mutia kini duduk di tengah-tengah pesta di antara Tamu undangan hanya beberapa mentri dan Artis ibu kota yg ayah dan ibu tau.. Sebagian saudara dekat dan teman yang tadi siang di undang dadakan oleh ayah dan ibu sudah mulai memasuki Ruang Resepsi..


Sementara di Dalam kamar Mutia telah siap di Rias, malam ini dia menggunakan gaun panjang tertutup, Desainer baju kelimpungan saat siang tadi Mama Akbar mengganti desain baju pengantin dari rancangan awal yg terbuka dan seksi menjadi gaun yg tertutup dan elegan.. untung saja gaun rancangan untuk pengantin Muslimah milik desainer sudah siap.. dan malam ini dengan gaun tertutup berwarna putih dengan jilbab warna Senada Mutia tampil anggun bak seorang putri dari negri dongeng


"Duhhh ini pengantin cantik pisan, mana tertutup euyy"


"eike sempet shok tadi, eike kira Tania sudah hijrah pas, nyonya besar minta gaun Pengantin muslimah "


ujar sang desainer kepada lelaki gemulai yg siap merapikan makeup mutia..


"Nona cantik banget, perfect " menyapukan kuas terakhir di wajah mutia..


" Terimakasih" Mutia tersenyum, menatap ke Arah kaca di depannya.. dia terdiam memandangi dirinya di pantulan kaca ( MasyaAllah ini aku, dan malam ini acara resepsiku, Bismillah ya Allah bantu hamba)


Akbar masuk ke dalam kamar Mutia


"Apa sudah siap" tanya nya pada penghuni kamar


menggunakan setelan tuxedo berwarna hitam Akbar tampak gagah dan tampan ya Apa saja baju yg di gunakan laki-laki ini semua akan tampak mempesona..


"Sudah Tuan Muda, kami pamit" jawab rombongan makeup artis dan desainer..


Akbar melangkah masuk untuk menjemput istrinya..sejenak tertegun melihat penampilan Istrinya malam ini walau dengan gaun tertutup Mutia nampak cantik dan seksi di mata Akbar ingin rasanya dia melahap istrinya saat ini juga( shit kenapa dia cantik banget, ya Allah tolonglah hamba dari godaan ini)

__ADS_1


"Ayo kita keluar semua tamu sudah mulai berdatangan" mengulurkan tangan


"Kak, aku takut aku belum siap, kalo semua membicarakan aku " ragu- ragu menerima uluran tangan Akbar


"kenapa takut Ada aku, tak akan ada satu pun yang akan membicarakanmu" menautkan jarinya dengan jari mutia, dingin rasanya mungkin karena mutia gugup


ada desiran aneh di dalam hati akbar ,dan jantungnya berdetak tak karuan (apaa ini, semudah itukah aku jatuh cinta dengan gadis ini,oh tidak-tidak dia hanya pengganti si penghianat ) Akbar mencoba menepis perasaannya.. "kamu siap? "


"Bismillah siap kak" Mutia mengambil nafas menghirup udara sebanyak banyaknya untuk memenuhi rongga dadanya yg terasa sesak, dia coba menetralkan detak jantungnya yang dari tadi tak karuan saat Akbar menautkan jarinya..


(genggam terus tangan ini Kak tuntun aku menjadi makmumMu)


____________________


Memasuki ruang Resepsi Mutia dan Akbar berjalan berdampingan. Semua Mata tertuju pada kedua mempelai


"*apa tania sudah berhijrah "


"siapa istri tuan Akbar* "


sekilas Mutia melirik ke Arah para tamu undangan yg membicarakannya


Akbar membelai punggung tangan mutia yg melingkar di tangannya..


"Semua akan baik- baik saja" ucapnya menenangkan Istrinya...


MC memulai acara dan mengumumkan siapa mempelai wanita yang bersanding dengan Akbar arya Rajasa..

__ADS_1


Para tamu undangan tak berani bertanya kenapa dan ada apa, biarlah bagi mereka yg terpenting menghadiri resepsi mewah pernikahan Akbar tak peduli siapapun mempelai wanitanya..


_______________


Setelah Acara selesai tinggalah keluarga Akbar dan mutia di dalam ballrom hotel mewah tersebut..


Karena Mutia tidak membawa baju ganti, dia berpamitan kepada kedua mertua dan suaminya untuk ikut pulang bersama orang tuanya dan menolak menginap di hotel malam ini..


"Aku juga akan ikut pulang denganmu " ujar Akbar saat Mutia meminta izin pulang


"Tapi kak, besok pagi- pagi aku janji aku sudah kembali ke sini sebelum aku berangkat ke kantor " jawab mutia


"Apa kamu lupa Aku suamimu,dan aku pemilik perusahaan tempat mu bekerja, aku tak suka di bantah " menatap tajam kearah istrinya yang berdiri di hadapannya


"Pulang lah,dengan suami mu besok tak usahlah bekerja" Mama akbar berkata lembut dan mengelus punggung Mutia..


"Baik mah" menoleh dan tersenyum kearah Mama mertuanya..


"Bapak, ibu kami pamit " mutia menyalami pak Rajasa dan Ibu syarifah mama Akbar bergantian


"Panggil.kami Papa dan mama, seperti Akbar memanggil kami" Titah pak Rajasa


"Baik pah, mah "jawab mutia..


kedua orangtua Mutia berpamitan kepada besan nya dan Kini menggunakan dua mobil mereka menuju ke kediaman pak Ali..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


up nya slow ya,, ceritanya kita buat yg ringan dulu hehe aku tetep minta bantuan vote dan like ya kakak semua 😁


__ADS_2