Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
SAYANG


__ADS_3

Mutia tengah asyik memasak di dapur menyiapkan makan malam.untuk dirinya dan suaminya..


sebelum mereka pindah pagi-pagi Akbar meminta pelayan untuk mengantar bahan makanan, saat Mutia kedapur dan membuka isi lemari pendingin yang lengkap dengan aneka bahan makanan tanpa meminta ijin suaminya dia mulai meracik dan memasak


Harum masakan Mutia mengusik hidung Akbar yang tengah santai di ruang tengah..siap sholat maghrib berjamaah tadi Akbar memilih bersantai di ruang TV dan Mutia menuju dapur..


"kamu masak apa" akbar berdiri di tepat di belakang Mutia


"Astaghfirullah kak bikin kaget aja"


" Aku masak capcay sama udang saos padang kak, kamu bisa kan makan udang ?"


"maaf aku tadi gk tanya makanan apa apa aja yang bisa kamu makan kak" berlalu kearah meja makan menata masakan nya di atas meja makan..


"Apa aja yang di masak istri ku aku makan" Akbar sengaja menggoda Mutia


pipi Mutia merah merona mendengar ucapan akbar


dia mulai salah tingkah


"ya sudah ayo kita makan kak" mendudukan dirinya di kursi sebrang akbar duduk


di ambilkan nasi untuk suaminya " segini cukup kak"


Akbar manggut -manggut..


tak ada pembicaraan apapun selama mereka makan ..


Mutia tersenyum melihat akbar dengan lahapnya menyantap masakannya..


Akbar terlebih dahulu menyudahi makannya..


"masakkan mu enak , aku rasa Mama pasti seneng kalo dia tau kamu bisa masak"


"oh ya kita kenapa blm ketempat orang tua kakak, aku baru bertemu mereka saat acara kemarin saja"


Mutia baru teringat belum menemui mertuanya, karena dia beranggapan dia hanya pengganti jadi tak seharusnya dia mengharapkan di anggap menantu di keluarga Rajasa..


" besok sepulang kerja kita kerumah Mama"


" Apa kamu tak keberatan jika besok menyiapkan bekal untuk makan siang kita ? "


"makan siang kita? dengan senang hati kak" mutia merapikan meja dan mencuci piring bekas makan mereka berdua


" kak kamu mau makan buah apa biar aku kupasin" tawarnya kepada suaminya


"bikinkan aku kopi saja, aku kurang suka buah" berjalan ke arah ruang TV meninggalkan Mutia sendiri di dapur

__ADS_1


Mutia telah siap membuat kopi untuk suaminya dan memotong buah untuk dia makan sendiri..dia menyusul suaminya yang tengah asyik menonton berita di TV


" kak ini kopinya " Mutia duduk di samping suaminya..dia harus mulai terbiasa berdekatan dengan suaminya atas permintaan suaminya untuk membantu Akbar belajar mencintai dirinya.


Mutia mengambil ponselnya dari saku celannya sejak tadi dia masak banyak masuk notifikasi pesan di ponselnya


***085234××××××**


Assalamualaikum Mutia, ini aku Tania aku minta maaf. aku lari dari acara ku, dan melibatkanmu masuk kedalam masalah ini


085234××××××


Aku harap kamu memaafkanku mut, aku minta tolong jangan kasih tau ke siapapun aku menghubungimu. papa ku pasti sedang mencariku


085234xxxxxxx


Mutia,aku cuman mau bilang makasih dan maaf semoga kamu bahagia dengan cinta pertamamu*..


Mutia mengeryitkan dahinya.. saat mencoba untuk melakukan panggilan no tersebut sudah tidak aktif..


Akbar yang memperhatikan gerak gerik istrinya tak tahan untuk bertanya "ada apa? "


Mutia menyodorkan handphonenya ke suaminya..


"ohh si penghianat menghubungimu "


"Iya alasannya dia sudah bersuami, dan menghianatiku" mendengus kesal


"sudah lah gak usah di bahas bikin mood ku buruk saja "..


Mutia mengangguk dan diam tak membahas apapun soal Tania..


dia kembali fokus dengan ponselnya di bukanya akun IG nya.. banyak notif permintaan di IGnya..


" ini kenapa banyak banget yg follow "bergumam sendiri, tapi masih dapat di dengar Akbar


"Tentu banyak yang follow kamu apa kamu lupa kamu menikah dengan siapa? " mulai sombongnya mulai keluar


"Tapi aku kan gak ada menadai kakak di IG dan aku juga bukan follower kakak"


ujarnya tak terima.


"banyak petinggi kantor yang datang dan sebagian ada yang mengenalmu mungkin mereka yang membagikan moment resepsi kita Di insta storynya,dan menandaimu "


"kalo kamu gak nyaman tak usah di terima" berdiri mematikan TV dan menghabiskan kopinya..


"sudah waktunya sholat Isya " berlalu meninggalkan Mutia..

__ADS_1


_______________


setelah sholat Isya Mutia tengah sibuk melakuan ritual skincare malamnya.iya memoles cream malam di wajahnya dan memakai lotion di tubuhnya..


sementara Akbar duduk sambil memangku laptop memeriksa pekerjaannya yang ia tinggal tiga hari ini..


sesekali ia melirik istrinya..


mau sampai kapan dia menutup auratnya , akukan suaminya dan aku berhak melihat semuanya.


Mutia telah selesai dengan urusan skincarenya, dia mulai naik keatas tempat tidu,, sengaja dia berlama-lama di depan meja rias untuk mengontrol detak jantung nya, walau Akbar janji tidak akan terjadi apa-apa tapi perasaan nya takut belum siap berdektan dengan Akbar


"apa kamu nyaman tidur menggunakan jilbabmu? hmm aku kan suamimu jadi kamu tak akan berdosa menampakkan auratmu di depanku "


" ehh iya kak aku lepas jilbabku dulu" mutia bangkit dari tidurnya berjalan keruang ganti untuk melepas jilbabnya..


Akbar tepesona Saat melihat Mutia yang tak memakai jilbab. rambut hitam ikal sebahu,menutupi leher jenjang Mutia..


"ohh shit dia cantik sekali, kuatkan hamba "Akbar mengumpat dalam hati..


di letakkan nya laptop di nakas..


"kemarilah " titahnya..


deg..deg ..deg..perasaan mutia tak karuan gugup gelisah campur jadi satu *y*a Allah jangan malam ini hamba belum siap. berdoa dalam hati..


"kamu mau kan membantu aku mencintaimu"


"hmm iya kak"


"sini dekat sini sayang " Akbar menarik mutia merengkuh tubuh mutia kedalam pelukannya


"S s a a yang " mutia mendongakkan kepalanya menatap akbar.. kejutan apa lagi ini.. dia memelukku dan memanggilku sayang


"Iya mulai sekarang aku akan memanggilmu sayang dan kamu juga harus memanggilku sayang , hmm apa kamu keberatan? "


"enggak kak ,ehh sayang" jantung mutia rasanya terjun bebas ke bawah saat mengatakannya..perasaanya terlampau bahagia..


ya satu kata nyaman, saat berada di pelukan Akbar


" Tidurlah, biarkan seperti ini, aku janji tidak akan terjadi apa-apa malam ini sayang" di kecupnya pucuk kepala istrinya dan mulai memejamkan mata..ada perasaan nyaman saat berada sedekat ini dengan Mutiaraku..Akbar pun tak tau perasaan apa ini.. cinta oh belum tentu, tak semudah itu akbar jatuh cinta.tapi dia akan berusaha untuk jatuhcinta dengan Mutiara.


deru nafas akbar sudah teratur tandanya si pemilik nafas sudah tertidur.. mutiara mendongakkan wajahnya melihat wajah tampan suaminya..hembusan nafas nya menyapu wajah ayu mutia..hmm wangi ini mutia suka dan nyaman berada di dekapan suaminya..dia pun mulai memejamkan matanya menyusul suaminya tertidur dengan posisi saling berpelukan..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


terimakasih untuk yang sudah baca bantu like dan votenya ya kak 😁😁

__ADS_1


__ADS_2