Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Tetaplah bersamaku


__ADS_3

Mood Akbar siang ini sangat buruk.Karena pertemuan nya dengan Tania pas makan siang Tadi..Saat Akbar mengajak untuk pindah Resto mutia tidak mau, Mutia juga meminta izin kepada Akbar untuk mengajak Tania bergabung


Suasana sangat tegang, Reza dan Rani hanya diam tak berkutik, Reza tau akbar dalam mode hot Alias akan meledak memilih diam Dari pada dia yang kena semprot..


Mutia dengan santai dan Tenang menghadapi situasi ini meskipun hatinya gelisah tak karuan tapi dia tak boleh terlihat lemah di hadapan Tania..


" Tania kamu apa kabar, mana Mas tomi" sapa Mutia berbasabasi


"Apa kamu tak membaca pesanku ?" Bukan menjawab Tania malah bertanya kembali


"pesan apa,? kamu bilang kamu bahagia bersama Tomi" Ujarnya lagi


"pesanku yang terakhir kamu gak baca?"tanya nya lagi


"Untuk apa sudah Aku hapus " jawab Akbar datang


"Sayang pesan apa? kok aku gk tau" Mutia sengaja memanggil Akbar dengan panggilan sayang di depan Tania..


Akbar Tau kenapa istrinya memanggilnya sayang, dia langsung mendekat ke kursi mutia dan mengalungkan tangannya di bahu mutia..


"Pesan dari penghianat dan kamu tak perlu tau sayang"


Tania Menatap kesal ke arah akbar, kalo bukan karena Papanya tak mau dia melakukan ini tak mau dia merusak kebahagian sahabatnya..


"Aku sudah pisah dengan mas Tomi mut" jawab Tania lesu,


"Mut bisakah kita bicara ber2 "


"Tidak "potong Akbar tegas..


Suasana tampak tegang,, Untung pesenan mereka datang..


"Ayo kita makan dulu " ujar Mutia..


Dengan lahapnya Mutia makan, ya perutnya sangat lapar karena tadi dia hanya sarapa roti selembar, dan Energinya tersedot saat iya mengerjakan laporan tadi.


"Rani kalo mau nambah pesen lagi ya gk usah malu2 " Di situasi seperti ini Mutia masih bisa bercanda dan bersikap tenang


Sementara Akbar. Tegang banget kayak kerupuk kulit..Di situasi ini Akbar melihat sisi lain dari Istrinya, sifat Tenang dan santai dalam menghadapi masalah dan sifat Ramahnya itu dalam hati Akbar tersenyum tak salah pilihannya menikahi Mutia, dalam hati kecilnya dia berterimakasih kepada Tania karena telah menyatukan nya dengan Mutia..


"Mut bisa kan nanti pulang kerja kita ketemu lagi" Tania masih berusaha untuk membicarakan semua yang papanya rencanakan


"Tidak, kamu tau kata Tidak" jawab Akbar


Mutia tau Akbar yang hatinya sedang di liputi Emosi mencoba menenangkan "Sayang, mohon ijinin Tania berbicara dengan ku ber2 bagaimanapun dia Masih sahabatku" ucapnya lembut sambil mengelus tangan Akbar


"Baik kamu boleh berbicara dengan Tania tapi tidak di luar Rumah"


"Kami tunggu di rumah" Titah akbar..

__ADS_1


"Ok aku akan kerumah kalian" balas Tania bangkit dan berlalu.


"Terimakasih makan siangnya "


Dan mereka kembali ke kantor dengan mood Akbar yang sangat buruk,Dan sepertinya hari berat Untuk Reza..


Mutia dan Rani kembali ke Ruangannya..


"Mut, tadi itu kan mantan tunangannya pak Akbar kan? "Tanya Rani, jiwa keponya mulai meronta-Ronta..


"Iya" jawab Mutia singkat


"lu kenal sama dia mut"


"iya"


"iya,iya aja lu mah " kesal Rani..


"lahh gw harus jawab apa Raniii?, udah balik sana ke meja.kerja ,kerja.." usir Mutia


"huhh,gak Asyik lu ah mut "Rani mencibik kesal..


"Ehh mut gw sampe lupa mau tanya, pak Reza beneran jomblo "setengah berbisik..


"kenapa lu mau ama dia? ntar gw bilangin" Mutia menghentikan pekerjaannya dan menoleh k Arah Rani..


"Dasarrr... udah sana balik kerja" di lemparnya gulungan kertas k Arah Rani..


_______________________________


Akbar pov


Siang tadi harusnya aku makan berdua dengan Mutiaraku, tapi si Reza sialan mengikuti ku,, ya memang kalo di kantor aku dan dia kemana-mana selalu berdua.


saat aku bilang aku akan makan siang berdua dengan mutiaraku dia ngamuk-ngamuk gak terima katanya aku menghiantinya..


dia pikir kita sepasang kekasih amit-amit


akhirnya aku iyakan aja dari pada nanti kerjaanku tak beres, karena selama ini aku mengandalkan Reza,pikirku biar aja dia yang mau bukan aku yang minta..


saat kami menunggu di loby ku lihat dari jauh mutiaraku berjalan bersama temannya..


"tau aja mutia gue ikutan, dia ajak temen" ujar reza girang


saat sampe di depan ku dia minta ijin mengajak temennya belum aku jawab sudah di iyakan sama Reza..ok gagal rencana ku makan berdua dengan mutiaraku. besok aku harus pastikan Mutia membuat bekal kami dan makan siang di ruanganku..


Sesampainya di resto aku makin di buat kesel saat penghianat itu ternyata ada di sana ingin rasanya aku pindah resto selera makanku hilang seketika,


tapi mutiara ku meminta tetap di sini dan dia juga mengajak penghianat itu gabung bersama.. aku tak tau dari apa hati Istriku dia dengan santainya dan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa, sementara aku sudah di penuhi amarah..

__ADS_1


Dia menenangkan ku. ucapannya belaiannya sungguh membuatku tenang..


Mutiaraku penyejuk hatiku sepertinya aku mulai mencintaimu dan membutuhkanmu untuk tetap di samping ku..


Setelah makan siang tadi moodku benar-benar buruk, Reza yang sudah paham memilih diam tak banyak komentar..aku harus menggulur waktu agar mutiaraku tidak bertemu dengan penghianat itu..


walau tempat pertemuan di rumah kami tapi perasaanku tetap tak tenang.. Aku tau apa yang di rencanakan penghianat itu..Aku takut mutiaraku menyetujui kemauan penghianat itu atas nama sahabat..


Menjelang sore aku mengirim pesan pada mutiaraku untuk ke ruangan ku..


aku hanya ingin dia di dekatku,, aku merasa damai dan tenang saat berada di dekatnya..


tok..tok.." kak Akbar, apa aku boleh masuk"


terdengar suara mutiara di depan ruanganku..


ku bukakan pintu..saat dia masuk aku langsung menghambur ke pelukannya..nyaman yang kurasa


"its ok kak semua akan baik- baik aja " ujarnya sambil mengelus punggungku


"biarkan seperti ini, aku butuh kamu"


"berjanjilah jangan pernah meninggalkanku " pinta ku kepadanya


"Aku gk akan kemana-mana kak aku akan selalu bersamamu, insyaAllah kita bisa lewati ini bersama"ujarnya masih dalam pelukanku.


Aku lepas pelukanku ku sentuh pipinya dia mengadah ke arahku "Aku gak bisa jauh Dari mu " ujarku


dia hanya mengulas senyum di bibirnya..


ohh Tuhan bibir mungil itu, sungguh menggodaku..ku tempelkan kening ku di keningnya perlahan ku benamkan bibirku di bibir mungilnya, ku sesap rasa manis di bibirnya..dia hanya terdiam dan tak membalas hingga ku lepas pangutanku "kenapa tak di balas" tanyaku


"aku tak tau kak, ini first kiss ku" ujarnya malu-malu dengan wajah merah merona


aku tersenyum "nanti aku ajari " godaku..


di memukul dadaku lembut..


hanya seperti ini saja aku sudah cukup bahagia dan tenang..


"terimakasih sayang, terimakasih kamu sudah hadir di hidupku di saat yang tepat"


"I Love u Mutiara ku.."


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


mohon maaf ya gess kalo update nya telat dari noveltoon nya yg lama ngeriviewnya.. aku usahain untuk update setiap hari..


jangan lupa like n vote ya 😘😘πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2