Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Janji kepada Ayah


__ADS_3

Prov Akbar


Aku tak menyangka saat ini berbaring di sebelah gadis lugu sahabat dari kekasihku yang baru aku nikahin pagi tadi, masih tak habis fikir tania benar-benar melakukan ini memasukan gadis ini dalam masalah kami.. Bagaimana pun gadis ini tak bersalah, aku merasa bersalah padanya,


Dia tidur membelakangiku, kudengar deru nafasnya yg beraturan tiba-tiba dia berbalik ke Arahku..


masih menggunakan jilbab rumahannya dia tidur,


ku pandangi wajah polosnya, dia berbeda dengan Tania, hidung nya yg kecil tak terlalu mancung, bibir nya yg tipis merah Alami "ahh shit " ingin rasanya aku kecup bibir itu..dia bukan tipikal wanita sempurna tapi enak di pandang.. maaf maafkan aku Mutia.. bantu aku untuk mencintaimu aku janji tak akan menyakitimu dan menyianyiakan mu..


malam ini aku tak dapat tertidur aku tak menyangka Tania melakukan ini.. tak mungkin acara sakralku batal karena mempelai wanita kabur dengan suaminya..Ya Tania memilih pergi bersama suaminya dan meninggalkan ku di hari pernikahan kami..


Aku tarik Mutia dan meminta penghulu untuk menikahkan kami, aku kira dia akan menolak tapi ternyata dia mengiyakan, dia mengiyakan karena untuk menyelamatkan aku dan kelurgaku dari rasa malu, entah juga karena sahabatnya yang berkhianat dengan ku, atau Karena dia masih mencintaiku.. aku pernah dengar dari Tania kalo Aku adalah cinta pertamanya yang dia kubur dalam-dalam perasaan nya karena aku lebih memilih sahabatnya.. ohh Mutia aku minta maaf aku gak peka terhadap perasaanmu..


Perlahan ku mulai memejamkan mata, besok aku harus memulai kehidupan baruku sebagai suami..yah aku sekarang menjadi suaminya.. Besok aku akan bawa Mutia ke Rumah yang sebenarnya aku beli untuk hadiah Tania sial sakit hati ku kala mengingat penghinatanya..


___________________


Author pov


Adzan subuh berkumandang, Mutia terbangun dari tidurnya, di pandangi suaminya yg tengah terlelap di sebelahnya masyaAllah sungguh sempurna ciptaanMu ya Allah..hidung mancung kulit putih, bulu mata lentik ,dan bibir tebal sexy "Astaghfirullah sadar mutia" merutuki diri sendiri


"Kak, kak Akbar sudah subuh kak " mencoba membangunkan Akbar di goyang-goyang bahunya


"ehmm,kenapa " jawab akbar yang masih belum tersadar dari tidurnya

__ADS_1


"maaf kak, sudah Adzan subuh sholat dulu kak baru kak lanjut tidur " ujar mutiara


Akbar menkerjap-kerjapkan matanya rasanya dia baru tertidur,, dengan lankah gontai di berjalan ke kamar mandi mengambil wudhu..


"Ayo jamaah, kamu ambil wudhu dulu"ajak akbar


Mutia bergegas mengambil wudhu dan mengambil sajadah di lemari, berdiri di belakang Akbar.


Ibadah pertama yg mereka lakukan setelah resmi menjadi suami Istri.


siap sholat Akbar melanjutkan tidurnya rasa kantuk tak dapat dia tahan.. tak lama setelah membaringkan tubuhnya terdengar deru halus nafasnya..ya dia tertidur masih menggunakan baju sholat nya..


Mutia keluar kamar menuju Dapur, untuk membantu ibunya di dapur


"Pengantin baru udah bangun aja suamiMu mana?" Sapa ibu


"Ibu masih gak menyangka kamu nikah sama Anaknya pak rajasa, ibu gk mimpi kan punya mantu orang kaya " seloroh ibu sambil mencubit tangannya


"ibu apaan sich bu, Mutia juga berharap bukan mimpi, mutia masih gak habis pikir kemana Tania pergi, apa ini sudah dia rencanakan..Karena dia minta mutia datang gak boleh telat "


"Ya sudah lah nak bagaimana cara nya Mungkin emang udah jalannya jodohmu Dari Allah nak, Semoga rumah tanggamu Sakinah, mawadah, warohmah " ibu berkata sambil menungkan teh ke gelas..


" Aamiin " satu kata dari mutia semoga para Malaikat juga mengaminkan doa ibu.


______________________

__ADS_1


Saat sarapan tiba Akbar juga sudah bangun dan ikut gabung bersama kedua mertuanya..


"Nak akbar maaf ya sarapannya Ala kadarnya" ibu memulai menyapa Akbar


"ini udh wah bu, yang terpenting momennya bu, jarang-jarang kami sekelurga sarapan satu meja kalo di rumah "


Di Rumah memang saat sarapan jarang keluarga Rajasa makan satu meja, Akbar kadang memilih sarapan di luar, hanya pak Rajasa dan Istri yg selalu menyempatkan sarapan bersama


" Pak,bu siang ini akbar Akan bawa mutia untuk tinggal di rumah Akbar " Akbar meminta ijin kepada kedua orangtua Mutia


" Cepat banget nak, ibu kira besok kalian bakal pergi" nampak dari wajahnya ibu tidak rela jika harus berpisah dengan anak semata wayangnya


"iya nak, pesan bapak ke nak Akbar kalo Mutia ada salah, atau Nak akbar sudah tidak sanggup menjaganya tolong beri tahu bapak dan bapak yang akan menjemputnya" pak Ali berujar sambil menahan butiran Air di sudut matanya yang akan jatuh


"Ayahh, maaf kan Mutia yah belum bisa bahagiakan ayah dan ibu " Mutia meletakkan sendoknya di genggamnya tangan ayah menangis tersedu-sedu


Oh ingin rasanya aku memelukmu menenangkanmu Mutia


"Ayah tak perlu menjemput Mutia karena saya akan bahagiakan dan menjaganya yah " ya ini janji Akbar kepada Ayahnya bukan kepurapuraan


"apa aku tak salah dengar dengan ucapan kak Akbar?semoga ini benar bukan hanya pura-pura" kata hati mutia.


"ini janji suami ke ayah mertua janji sebenarnya untuk istriku bukan kepurapuran" ucap akbar dalam hati..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


yang baca bantu like dan vote ya kakak 😊


__ADS_2