Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Jawabanku Tidak


__ADS_3

Mutia pov


Selesai makan siang bersama kak akbar dan juga Tania, oh ya Rani dan pak Reza juga.Aku kembali ke ruanganku menyelesaikan pekerjaan ku yang tak ada habisnya..


pikiran ku saat ini sebenarnya sedang kacau karena kehadiran Tania yang tiba-tiba kenapa sich kamu harus hadir saat aku baru memulai semuanya dengan kak Akbar, dengan cinta pertamaku.


ku putuskan untuk menemuinya berbicara berdua dengan Tania.


bukankah dulu aku sering melakukanya? tapi kali ini beda karena awalnya suami ku tak mengijinkannya


hingga aku coba memohon ke pada suamiku untuk bebicara dengan Tania..


suamiku mengijinkan kami bertemu di rumah.ok aku setuju. apapun nanti yang akan Tania minta aku akan mengabulkan seperti biasa tapi tidak untuk melepaskan kak Akbar..bertahun-tahun aku mengalah dengannya memendam rasa itu,kali ini maaf aku tidak akan melepaskannya. walau pun aku tau belum ada cinta kak akbar untukku, seenggaknya aku akan berjuang untuk mendapatkan cintanya..


saat aku tengah sibuk dengan kerjaan dan pikiranku, ponsel ku berbunyi dan ternyata suami ku meminta ku untuk ke ruangannya.


bergegas aku menuju ruangannya saat tiba di depan ruangannya ku ketuk pintu nya.. tak lama dia membukakanku pintu saat aku masuk kedalam ruangannya dia memelukku.


memelukku sangat erat.


ku elus punggungnya


"its ok kak semua akan baik-baik saja" ujarku menenangkannya


"biarkan seperti ini"


"jangan pernah pergi meninggalkanku " pintanya


Aku tersenyum bahagia dia memintaku untuk tak meninggalkanya ok dengan senang hati..


saat dia melepas pelukannya di tatapnya wajahku dengan tatapan sendu ohh tuhan aku tak kuasa menatap mata hitamnya..jantung ku sudah terjun bebas ke bawah.


di raihnya dagu ku dan dia mulai menempelkan bibirnya di bibirku..aku terdiam kaku menegang saat sapuan bibirnya menyapu bibirku otakku langsung blenk apa yg harus aku lakukan


di lepasnya pangutan bibirnya dari bibirku


"kok gk di balas" tanya nya


Aku gugup, saat ini aku mencoba menetralkan detak jantung ku


"ini first kiss ku aku tak tau gimana caranya"kata ku dengan wajah tersipu malu..

__ADS_1


kulihat dia tersenyum "nanti aku ajari" seringainya menggodaku reflek ku pukul dadanya dia tertawa


"terimakasih sayang, terimakasih sudah datang di hidupku di saat yang tepat"


"I Love u Mutiaraku"


Aku terdiam tubuhku kaku,waktu seakan berhenti berputar.aku merasa terbang ke awan saat medengar kalimat itu..ya Allah inikah jawaban dari doa doaku..cinta pertamaku membalas cintaku...


Aku tersenyum bibirku tak mampu berucap aku peluk kembali tubuh tegap itu ku benamkan wajahku di dadanya..dia terkekeh memeluk erat tubuhku..dan menghujaniku dengan kecupan,mengacak-acak jilbabku.. aku masih menunduk malu rasanya seperti mimpi..


_____________________________________


Author pov


Ting..


Ting..


suara pesan masuk di ponsel Mutia, Tania mengabarkan dia dalam perjalanan ke rumah Akbar..


Mutai hanya membacanya tak membalas sebenarnya dia malas untuk bertemu Tanian tapi tadi siang dirinya sudah berjanji untuk menemui Tania..


"Biarkan saja sayang, nanti aku akan memantau kalian, aku tidak mau bertemu dengannya" Akbar memilih mengantar mutia pulang dan pergi kerumah orang tuanya dia sengaja untuk meninggalkan mutia dan penghianat itu, tapi tidak benar-benar meninggalkan mutiara nya.. karena dua pengawal bayarannya memantau dari jauh dan kamera cctv di rumah tersambung k ponsel Akbar sehingga dia mudah mengamati gerak-gerik Tania..


sesampainya di rumah Mutia turun dan masuk kedalam sementara Akbar memilih melajukan kendaraannya ke rumah orang tuannya..


Setelah sholat Maghrib Tania tiba di rumah, rumah yang harusnya menjadi kado kejutan pernikahan untuk Tania..


saat masuk kedalam rumah mata Tania menyapu seisi rumah cukup besar dan lengkap ujarnya dalam hati..


"Tania sudah lama" sapa Mutia mengagetkannya


"gak juga, Akbar mana? " tanya nya sambil melihat ke arah dalam rumah..


"Kak akbar masih di kantor ada kerjaan yang harus di selesaikan" mutia berbohong menutupi keberadaan akbar


"Mutia aku tak perlu berbasa basi, aku cuman mau kamu tinggalin Akbar..karena bagaimana pun juga kamu menikah dengannya karena menggantikan aku"


" Aku tau kamu pasti datang untuk ini, dan jawabanku kali ini TIDAK !!!.. kami sudah di satukan Allah dalam ikatan pernikahan dan aku tak mau main-main dengan pernikahan walaupun di awal pernikah aku hanya pengganti, tapi kali ini aku tidak mau mengalah denganmu lagi sudah bertahun-tahun aku mengalah denganmu" ucap Mutia tegas


"Tapi mut kali ini kamu harus tolong aku mut, aku harus kembali ke akbar demi orangtuaku, demi reputasiku"

__ADS_1


"Apa demi orangtuamu dan reputasimu, apa kamu pernah memikirkan hatiku" Mutia sudah muak dengan Tania sudah cukup rasanya selama ini dia mengalah demi sahabatnya


Tania tertunduk "Mut aku minta maaf,aku salah mut selalu membawamu dalam setiap peliknya masalah ku, tapi aku mohon ini permintaan terakhirku demi orang tuaku " ujarnya sambil terisak menangis..


Dalam hati Mutia tak tega melihat sahabatnya menangis tapi kali ini dia harus egois dia harus menepati janji nya kepada Suaminya..


"Maaf Tania aku tak bisa, melepas kak Akbar kecuali dia yang melepaskanku " ujarnya..


Tania mendongakan kepalanya.


"baik mut aku akan buat kak Akbar melepaskanmu dan kembali padaku.."


"Baik Tania, aku tunggu saat itu, dan terimakasih karena kamu telah menyatukan ku dengan cinta pertama ku, kalo sudah tidak ada yang ingin kamu bicarakan silahkan pulang" Mutia berdiri menatap tajam ke arah Tania walau dalam hatinya dia merasa tak tega dengan Tania tapi dia harus bersifat tegas kali ini..


"Aku akan pulang,ingat mut aku akan pastikan kak Akbar akan melepaskanmu" ucap Tania dengan nada penuh ancaman


dalam hatinya dia meminta maaf banyak meminta maaf kepada sahabatnya, tapi dia tak dapat berbuat apapun karena papanya..


Setelah kepergian Tania,Mutia masuk ke dalam rumah dia menangis sejadi-jadinya dia merasa menjadi manusia paling egois, dia menyakiti sahabatnya.ya Allah ampuni hamba ujar nya dalam tangisnya..


__________________________


sementara itu sepulangnya Tania, Akbar kembali ke rumah, tak di dapati istrinya dia naik ke atas tujuannya ke kamar, dan memeluk istrinya dia tau ini pilihan berat untuk sang istri, tapi dia bahagia sang istri memilih bertahan dengannya.


saat masuk ke kamar di dapatinya istrinya tengah meringkuk di atas kasur terdengar sayup-sayup suara tangisan


"sayang are you ok" di dekati sang istri membantu istrinya untuk duduk bersandar di bahunya.dan mengalungkan tangannya di pinggang sang istri


"menangislah sayang, jadikan bahu ini sandaranmu"


"terimakasih banyak kamu tetap memilih bersamaku"


di ciuminya pucuk kepala sang istri dengan cinta..


sementara mutia masih terisak di bahu suaminya.. .


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Gimana gimana mutia bisa juga ya Sadis hehe,, tapi sahabat seperti Tania emang gak pantas di kasih kesempatan lagi ya.


di episode selanjutnya bakalan ada kejutan dari ku makanya bantu like dan vote ya kak di vote biar aku semangat upnya 😘πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2