Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Rencana Olivia 2


__ADS_3

Hari ini hari keberangkatan perjalanan bisnis Akbar. sejak tadi Mutia tengah sibuk memastikan barang-barang bawaan Akbar agar tidak ada yang tertinggal.


Setelah perdebatan panjang dengan suaminya. akhirnya Mutia ikut mengantarkan Akbar ke Bandara, dengan syarat setelah dari Bandara Mutia harus pulang.padahal rencannya dia ingin ke suatu tempat,sepertinya besok saja pikirnya.


sesampainya di rumah Mutia di sambut oleh Olivia yang tiba-tiba bersifat baik dengannya..


"Hai kakak, kak Akbar sudah berangkat ya ? " tanya olivia basa-basi


"Iya,kamu kapan datang ? " sapa Mutia


(kenapa ini anak jadi baik ?, apa aku harus percaya atau curiga ) berbicara dalam hati


"Dari tadi kak,Oliv bete sebenarnya kak lamaran Oliv yang Oliv masukan ke kantor kak Akbar belum ada panggilan " ujarnya lemes..


"Sabar ya " ujar Mutia pendek (hmm ternyata,ini rencana mu untuk mendekati kak Akbar )


"Maaf Oliv saya tinggal dulu mau rebahan pinggang sakit " tersenyum dan berlalu meninggalkan Oliv


kali ini aku biarakan kamu, ingat aku akan buat kamu mengembalikan kak Akbar ku . gumam Oliv dengan seringai licik di wajahnya..


Sesampainya di kamar Mutia langsung membersikan diri dan menggati pakainnya dengan daster rumahannya dan berbaring di ranjangnya.


Di elusnya sisi ranjang "kak baru juga kamu pergi tapi aku sudah kangen" ujarnya tersenyum


karena rasa lelah akhirnya Mutia terlelap


Dan terbangun saat terdengar ketukan dari luar kamar.


" Mutia, nak apa kamu di dalam" mama Syarifah mengetuk pintu kamar Mutia.


Mutia terbangun dengan susah payah dia melangkah menuju pintu dan membukanya


"iya mah, maaf Mutia ketiduran "


"Mama kira kamu kemana? kamu sudah makan ? " Mama merasa khawatir karena pas tadi pulang tidak melihat Mutia..


"Belum mah, Mutia sholat dulu ya mah baru Mutia turun Makan " ujarnya


"ok sayang, mama tunggu di bawah ya" mama berlalu turun ke bawah..


Mutia turun ke bawah dan menuju meja makan ternyata ada Olivia juga


(ngapain anak itu masih di sini ) Mutia berbicara dalam hati


"Haii kak Mutia, silahkan duduk aku udah laper nungguin kakak " Olivia menarik kursi di sebelahnya untuk duduk Mutia


"Makasih liv, aku kira kamu sudah pulang " ujar Mutia.


"Belum aku ingin menemani kakak Mutia, pasti sepi kan di tinggal kak Akbar " tersenyum,senyum yang di paksakan


Mutia hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.


"oh ya mut mama dan papa nanti malam akan menginap di rumah tante sonya kamu di rumah sama Olivia gakpapa kan? " tanya mama


Deg.. (gimana ini, aku pulang kerumah ibu aja dari pada di rumah dengan Olivia ) gumamnya dalam hati


"hmm mah kalo Mutia ke rumah ibu boleh udah lama juga gak pulang ke rumah ibu " Mutia memohon


"boleh juga sayang ya sudah nanti di antar sopir ya "


sial. wanita hamil ini banyak banget alasannya.

__ADS_1


Olivia menatap sinis ke arah Mutia..


"Mama aku pulang juga dech kalo begitu" ujar Olivia..


"ok kamu nanti pulang sama mama aja ya"


"Aku sama kak Mutia aja ya mah, mama kan bentar lagi berangkatnya kan? aku masih pengen ngobrol-ngobrol dengan kak Mutia " ujarnya manja..


Menyelesaikan makan siang mereka,tak lama papa Rajasa datang menjemput Mama Syarifah dan meninggalkan Mutia dan Olivia..


"kak Mutia, apa kakak membenciku seperti kak Akbar " tanya Olivia


Mutia menghentikan langkahnya dan berbalik


"atas dasar apa aku membencimu,aku aja baru kenal sama kamu kan?, mungkin kamu yang membenciku ? " Mutia bertanya..


"Jadi apa kita bisa berteman kak? " Olivia mendekat ke arah Mutia.


" tentu bisa siapa saja boleh berteman" Mutia tersenyum


Olivia berlari memeluk Mutia


( bagus kamu masuk jebakan ku, kalo aku tidak bisa bersama kak Akbar kamu juga tidak) tersenyum dengan seringai licik di wajahnya


______________________________________________


Saat sore tiba Mutia tengah menunggu sopir untuk mengantarnya ke rumah ibu nya.


Olivia telah kembali terlebih dahulu untuk mengambil mobilnya dan merencanakan sesuatu..


Flash back on


saat di jalan pulang dia menghubungi mama Syarifah dan mengatakan dia yang akan mengantar Mutia ke rumah ibunya.


tanpa rasa curiga mama Syarifah menyetujuinya dan tidak bertanya dengan Mutia.


Olivia percaya rencana ini akan berhasil.


Flash back off


Olivia menjemput Mutia dan mengatakan kalo supir mama tidak bisa mengantar dan mama meminta tolong padanya untuk mengantar Mutia.


tanpa rasa curiga mutia ikut kedalam mobil Olivia.


saat berada di jalan Mutia merasa ini bukan arah jalan ke rumah ibunya pun bertanya


"kita mau kemana liv? " tanya mutia heran


"kita akan mampir sebentar kak,aku ingin membeli oleh-oleh untuk ibu kakak " jawab Olivia tersenyum.


"ohh ok " karena rasa kantuk yang menyerangnya Mutia tertidur. dan tak menyadari kini telah sampai di rumahnya.


"Kak, sudah bener ini rumahnya ?" Olivia menggoyang-goyang bahu Mutia pelan


"ehh maaf aku ketiduran " ujar Mutia merapikan duduknya dan melihat keluar jendela mobil


"ohh iya, ayo mampir " ajak Mutia


"aku nitip oleh-oleh ini aja kak, maaf aku barusan di telepon temanku, aku pamit dulu ya " ujar Olivia


"baiklah Makasih ya liv " Mutia turun dan berjalan menuju halaman rumahnya.

__ADS_1


Olivia melajukan mobilnya dan berhenti di ujung jalan mengbungi seseorang


" kerjakan sesuai perintah "


Mutia mengetuk pintu dari dalam rumah dan tak ada jawaban, akhirnya iya memilih menunggu di teras rumah dan mengirim pesan ke Akbar


"sayang kalo sudah sampe kabari ya, kami kangen..malam ini aku nginep di rumah ibu ya."


pesan terkirim tapi belum ada tanda pesan di terima mungkin Akbar masih di pesawat pikir Mutia.


Saat tengah duduk di teras Mutia di hampiri seorang ibu-ibu yang menyakan alamat.


dan tak di sadari Mutia teman ibu tersebut di belakang Mutia tiba-tiba menutup mulut Mutia


dan Mutia tak sadarkan diri.


Ibu yang baru pulang dari pengajain sore menemukan oleh-oleh di depan rumah dan tidak menemukan siapapun hanya sandal sebelah milik Mutia.


bergegas dia menghubungi Mutia namun tak ada jawaban.


________________________________________


pesawat yang di tumpangi Akbar baru mendarat di negara P.. sesampai di terminal dia mengaktifkan ponselnya tujuan utamanya menghubungi istri tercintanya..


Saat ponsel menyala banyak Notifikasi pesan dan beberapa panggilan tak terjawab dari ibu mertua, dan Mama nya..


Akbar segera menghubungi Mamanya.baru mau di hubungi mama sudah terlebih dahulu menghubungi Akbar


"hallo mah, Akbar baru landing mah " saat panggilan terhubung


"Nak Mutia nak Mutia hilang " tangis mama pecah


"Apaa hilang gimana mah? " Akbar panik.


"tadi dia ke rumah ibu Eni tapi belum ketemu ibu Eni dia sudah gak ada ,Maafin mama harusnya mama gak ijinin Mutia ke rumah bu Eni sendiri" mama masih menangis tersedu-sedu.


Akbar menutup panggilan dan hanya diam mengacak kasar rambutnya,


Reza yang baru selesai mengambil barang menghampiri Akbar


"Kenapa bro" tanya Reza


"Za lu urus semua proyek di sini gue percaya sama lu, gue harus balik ke indonesia sekarang "


ucap Akbar


"wah ngaco lu bro kita baru sampe" ujar Reza


"Mutia hilang gue harus pulang" hardik Akbar..


" Aaaapppaaaaa" Reza kaget bukan main


"Ok gue pesankan tiket ke indonesia sekarang urusan di sini lu gak usah khawatir "Seperti biasa Reza asisten yang bisa di andalkan.


dengan perasan kalut, Akbar akhirnya kembali ke indonesia..*jaga dan lindungi anak dan istriku ya Allah


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸*


biar ada gregetnya dikit ya..mohon maaf banget beberapa hari ini emak sibuk di dunia nyata si kecil bapil jadi agak rewel.


jangan lupa like dan votenya ya

__ADS_1


__ADS_2