
Tania masih tersedu menangis pilu di pusara papanya..sejak tadi pagi dia kemakam di temani mama, mas Tomi dan ibu..
ada sedikit rasa sesal tapi dia mencoba untuk iklas melepas kepergian papanya
__________________________________
menjelang jam makan siang Akbar telah sampai di sebuah resto menanti sahabatnya yang mengajaknya untuk bertemu..
"hai bro sorry jalanan macet" sapa Bagas mereka berjabat khas laki-laki
"kenapa bro tumben ngajak ketemuan"
"gue mau move on bro dari wanita gue,tapi gue gak tau harus mulai dari mana?
"bagus dong, pertama lu harus cari pacar dulu bro bila perlu langsung nikahin, kayak gue sama Mutia dia awal " Akbar menerawang ke masa awal-awal menikah dengan mutia, rasa kecewa di khianti dan rasa bersalah kepada Mutia membawanya jauh dalam pelukan cinta Mutia dan melupakan Tania.
"gue udah ada, masih inget Alisya kan? "tanya Bagas
"Alisya yang tinggal di rumah lu" Akbar mencoba mengingat-ingat
"iya bener bro, apa gue langsung nikahin dia aja ya bro, biar cepet move on kayak lu"
"bukanya dari dulu nyokap lu nyuruh nikahin dia kan? " timpal Akbar..
"iya sich, oh ya gimana kabar Mutia"
" Biasa ibu hamil manja suka minta yang aneh-aneh" tertawa mengingat beberapa permintaan konyol Mutia akhir-akhir ini..
" besok gue ajak Alisya ya kerumah lu, biar Alisya belajar dari Mutia cara membuat pria biar cepat move on haha"
" boleh Mutia pasti senang punya teman baru"
mereka asyik berbincang sampe lupa jam makan siang terlewat, baru berhenti saat panggilan dari Reza yang meminta Akbar kembali ke kantor..
___________________________________
Seperti yang di rencanakan Bagas kemarin saat ini ia tengah mengunjungi Mutia bersama Alisya.
" Alisya, kamu cantik banget gak nyesel mau sama kak bagas haha" ledek Mutia
"gak bakalan nyesel kan Sya sama orang ganteng kayak aku" balas Bagas dengan seringai senyum mengejek di wajahya.
"Gak kok mba, kak bagas baik orangnya "jawab Alisya tersipu malu.
__ADS_1
"jangan pangil.mba dong kayaknya kita seumuran "protes Mutia..
"yang ada tuann kamu mut, gak lihat itu gentong di bawa-bawa" ledek kak bagas menunjuk perut Mutia..
Akbar hanya terdiam menikmati perseteruan antara Mutia dan Bagas..dia tak mau banyak omong, kapok di diemin Mutia gara-gara salah ngomong.
Selesai menyantap makananya Mutia beralih ke Alisya
"Alisya, kita duduk di depan tv yuk tinggalin aja cowok-cowok ini" menggandeng tangan Alisya menuju ruang Tv
"Alisya sudah lama kenal kak bagas" tanya Mutia
"sejak kecil udah berasama-sama dengan kak bagas Mut" Alisya mengganti pangilan mba menjadi nama saja atas permintaan Mutia
"Kamu udah lama kenal kak bagas?" Alisya bertanya balik..
" Sejak SMA kak bagas itu senior aku yang paling baik, lebih baik dari kak Akbar" cekikikan
Jangan jangan wanita dari masalalu kak bagas yang di jaga dari jauh itu adalah Mutia. Alisya berbicara dalam hati.
Alisya hanya mengulas senyum, ia patut berterimakasih dengan Akbar karena berkatnya Bagas mulai membuka hati untuknya..
"kamu pramugari ya" rentetan pertanyaan dari Mutia, ia merasa penasaran dengan sosok yang bisa meluluhkan hati Bagas yang terkenal kaku dan dingin terhadap perempuan..
Di mobil
" kak bagas apa wanita kak itu Mutia?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Alisya tangannya mengepal menahan sesak di dada
Bagas terkejut ,menoleh ke arah Alisya.
"siapapun itu dia adalah masalaluku, masa depanku saat ini kamu, kamu yang aku tuju" meraih tangan kanan Alisya dan mencium punggung tangannya.
"kamu tak perlu ragu, bantu aku untuk terus mencintaimu ya" ujarnya penuh kelembutan
rasa gemuruh dan sesak di dada Alisya sirna begitu saja saat rentetan perlakuan manis Bagas dan kata-kata romantisnya, sudut hatinya mulai menghangat, di keratkan pertautan jarinya dengan Bagas
" makasih kak,makasih sudah mau membalas perasaan ini "
Bagas tersenyum dan di ciumi punggung tangan Alisya..
"Minggu depan mama dan papa akan pulang dan akan menemui orang tua mu" ujar bagas
" kok mendadak, emang ada apa?" tanya nya masih kebingungan
__ADS_1
" ya melamarmu lah apa lagi" terkekeh ..
" melamarku bukannya mama sudah melamarku sejak dulu, hanya kakak saja yang belum melamarku " dengusnya kesel..
" makanya mama papa pulang kakak mau mereka melamarkanmu untuk.jadi isrti kakak"
katanya tegas..
Alisya tersenyum bahagia, impianya di lamar Bagas akan terwujud.
"sabtu depan ya,pas aku baru lepas dinas" katanya
Bagas mengacak acak rambut Alisya
" kenapa tidak dari dulu saja ya aku denganmu "
"dulu kan perasaan kakak masih terpaut dengan wanita itu" mencibikan bibirnya..
"jangan majuin bibir begitu, nanti kita nabrak loh, bikin gak konsen nyetir saja "
Alisya langsung mencium pipi bagas.
seketika bagas mengerem mendadak untung jalanan menuju komplek rumahnya sepi..
" kamu ya udah nakal, tunggu sampe rumah ya " ujarnya mengngedipkan mata
"ehh kak mau ngapain, aku harus bersiap untuk terbang malam ini"
melihat reaksi Alisya panik Bagas tertawa lepas..
"gak di apa-apain cuman pingin peluk aja sebelum kamu terbang " ucapnya manja
Alisya hanya tersipu malu..
perasaanya sangat bahagia saat ini.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
hallo kakak jangan lupa di vote ya..
mampir dong kak ke karya terbaruku
CLBK (cinta lama belum kelar )
__ADS_1