
Bu Eni telah di pindahkan di ruang perawatan ayah dengan setia menjaga ibu, sementara itu Mutia kembali kerumah mengingat kondisinya yang belum sehat,Akbar juga meminta dua orang pengawal untuk berjaga-jaga di dekat kamar Bu Eni..
Bu Eni mulai membuka nata, mengedarkan pandangan mencari sesorang yang menenami di ruangannya.saat di lihatnya Ayah tengah mengaji selepas sholat isya tadi..
"Ayaahh " panggilnya lirih
mendengar ada yang memanggil ayah menyelesaikan mengajinya dan berjalan ke ranjang ibu..
"Ibu sudah sadar, alhamdulillah sebentar bu Ayah panggil suster dulu ya" di tekannya tombol di atas tempat tidur..
tak lama masuk suster dan memeriksa kondisi ibu,selesai memeriksa suster pun pamit meninggalkan kamar ibu.
"yah Mutia mana yah"
"Mutia pulang bu,besok pagi dia kesini lagi "
"Yah mutia baik-baik aja kan yah " Tanya ibu penasaran
"baik bu, dia baik-baik saja tadi juga kesini di antar suaminya " ucap ayah sembari merapikan selimut ibu.
"suamimya ? gak mungkin pak suaminya itu jahat sama Mutia "
" jahat gimana bu,ibu ini tau dari mana suaminya jahat, wong suaminya itu baik kok sama Mutia." ayah mencoba menenangkan ibu
"Tapi pak kata Tania"
Flash back on
"Assalamualaikum "
"Waalikumsallam " jawab ibu Eni
"sopo yo isuk-isuk udah bertamu" mencuci tanganya dan berjalan ke depan
" loh nak Tania sama siapa ?, Mutia di rumah suaminya nak, mari masuk" mempersilahkan Tania masuk..
"iya bu,Tania tau justru tania ke sini mau bilang sama ibu dan bapak, tolong jemput Mutia bu,suaminya menyiksa Mutia bu " sembari menangis tersedu (cihh keren banget aktingnya Tania)
"gak mungkin nak, semalam ayah baru telepon dia baik-baik saja nak" ibu menyangkal berita dari Tania
"bu mana mungkin mutia menceritakan sama ibu dan bapak bu, dia tak mau ibu khawatir, tapi Tania gak tega bu, Hari ini aja dia gk masuk kerja bu."ujarnya sembari tersedu- Sedu..
Hati ibu mana yang tak sakit mendengar anak yang dia rawat dan jaga di siksa oleh orang yang baru dia kenal.. tiba-tiba kepala bu Eni pusing
"Ibu tau kan suaminya menikahi mutia karena apa? karena menggantikan Tania bu, Artinya suaminya itu gk cinta sama mutia bu,, Tania minta maaf bu gara-gara Tania mutia jadi begini" Tania masih terus mengadu yang tidak-tidak
kepala bu Eni makin berat tak lama bu eni tak sadarkan diri..
Tania yang panik langsung keluar dari rumah bu Eni dengan tergesa-gesa..
karena buru-buru dia keluar bu Lastri depan rumah curiga dan mendatangi rumah pak Ali.. di lihatnya bu Eni yang tak sadarkan diri,, segera meminta pertolongan , tak lama berselang pak Ali sampe ke rumah dan langsung membawa bu Eni ke rumah sakit
Flash back off
pak Ali membuang kasar nafasnya
__ADS_1
"sudah bu gak usah di dengar kata orang,besok kita tanya ke Mutia dan suaminya, sekarang ibu istirahat ya " bujuk pak Ali..
"Iya pak "
____________________________________________
Di kediaman Akbar
Mutia tengah berbincang di kamar dengan posisi berbaring dan berpelukan dengan suaminya
" Sayang, kira-kira apa yang Tania bicarakan dengan ibu, Aku tadi mencoba menghubungi Tania tapi tak ada balasan" ujar mutia
"Aku akan cari tau, kamu tenang ya sayang"
"tak akan aku biarkan Tania menggangumu dan keluargamu" jawab Akbar sembari tangannya sudah bergerilya masuk kedalam piyama mutia,, di elusnya perut mutia yang masih rata..
"kira-kira udah ada yang hidup di sini belum ya" celetuk Akbar
"ngaco kamu ih emangnya bikin kue langsung jadi" tersenyum menepuk tangan Akbar yang mulai nakal..
Akbar nyengir-nyengir gk jelas..
Ting..
Ting..
bunyi notifikasi pesan dari ponsel Mutia, di raihnya ponselnya di nakas
Ayah
Mutia tak membalas pesan Ayah tapi langsung melakukan panggilan, tapi di matikan ayah
Ayah
Ibu mu baru tidur ayah juga akan istirahat, nak kamu juga istirahat ya..
-Baik yah..
"apa kata ayah sayang" tanya akbar yang dari tadi memperhatikan istrinya.
"besok kita di minta k sana, katanya ada yang mau di bicarakan, Ibu sudah sadar"
"Ya sudah kita istirahat ya sayang" di peluknya istirinya,Akbar janji malam ini tidak akan terjadi apa-apa mengingat kondisi Mutia yang sedang tidak baik
mereka pun terlelap dan saling berpelukan
Di rumah sakit
Mutia dan akbar telah tiba di ruang perawatan ibu..duduk bersebelahan di sebrang ranjang ibu, sementara ayah duduk di depan mereka..
" Mutia, akbar sebelumnya ayah mau tanya apa kalian baik-baik saja" Ayah mulai berbicara sebagai pembuka kata..
"kamu apakan Mutia, kalo kamu gak mau pulangkan dia ke kami" ujar ibu ketus menatap akbar..
"Sabar bu " Ayah menenangkan ibu.
__ADS_1
"Ibu ada apa? Kak akbar memperlakukan mutia dengan baik bu" di raihnya tangah ibu mengelus punggung tangan ibu
"maaf ibu maksudnya apa, kalo hubungan saya dengan Mutia gak mungkin saat ini saya kesini menemui ibu dan ayah" kali ini akbar mencoba membela diri..
"Maaf nak Akbar sepertinya ibu salah paham"
Ayah mulai menceritakan apa yang ibu Alami sebelum ibu tak sadarkan diri, saat Tania datang menemui bu Eni..
"penghianat itu " kilatan emosi nampak di mata Akbar, tanganya mulai mengepal,,Mutia yang melihat akbar mulai emosi segera menyatukan jemarinya di gosok-gosok nya lengan suaminya..
"Ibu Mutia minta ibu jangan percaya dengan orang lain bu, ibu harus percaya dengan Mutia bu, kak Akbar dan keluarga sangat menyanyangi Mutia bu" Mutia mencoba menenangkan ibu
Saat mereka tengah berdiskusi pintu di ketuk..
"Assalamualaikum, maaf apa saya menggangu"
mama Syarifah dan papa Rajasa datang
"Waalikumsallam"jawab semuanya..
"gimana keadaanya bu" sapa mama kepada Ibu Eni.
Bu Eni hanya diam saja tak menyangka besannya akan datang menjenguknya..
"Alhamdulillah sudah mendingan bu" ayah yang menjawab,
"mari pak, bu duduk dulu" ayah mempersilahkan besannya untuk duduk
Sementara Mutia dan Akbar masih diam terkejut tak menyangka orangtua nya akan datang..
"mama, papa " mutia berjalan menyalami tangan keduamertuanya..
"Mama kok bisa tau ibu di rawat " tanya mutia kepada ibu mertuanya..
"kemarin Mama ke kantor Akbar niatnya mau ajak kamu makan siang, ketemu Reza dia bilang Akbar ke rumah sakit mama kira kamu yang sakit, jadi mama langsung nyusul, dan mama salah ternyata ibu kamu yang sakit, jadi mama pulang dan mengajak papa untuk menjenguk hari ini" mama menjelaskan..
"kebetulan ada mama dan papa,ada yang mau Akbar bahas" kali ini Akbar merasa perlu kedua orang tuanya tau..
"Soal apa nak" tanya pak Rajasa..
Akbar menjelaskan soal kenapa ibu mertuanya bisa sakit dan soal Tania..mama dan papa manggut- manggut mendengarkan penjelasan anaknya..
"Anak itu bener-benar ya,awas aja kalo ketemu " geram mama syarifah.
"Lalu apa rencana mu nak" tanya Papa rajasa..
"Akbar mau kita bekerjasama untuk membuatnya jera.akbar minta Papa, mama ,ayah ,ibu dan juga kamu sayang bersandiwara " ujarnya..
" Kita ikuti dulu permainan mereka"
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
sandiwara apa ya?? kira-kira mereka mau ngapain ya..
like dan vote nya ya kak biar aku nya semangat nulis ππππ₯°
__ADS_1